Esai Terbangun dari Struktur. Apa Saja?

Bisa kalian temui sekarang ini banyak sekali ajang penulisan esai. Terlebih bagi kalangan mahasiswa. Tapi tahukah kalian esai, apakah itu? Menurut KBBI Esai merupakan karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Atau dengan kata lain, karangan bebas penulis yang membahas suatu masalah atas dasar pemikirannya sendiri. Maka dari itu esai merupakan jenis tulisan yang bersifat subjektif atau argumentatif.

Tapi jangan salah, bukan karena sifat esai yang subjektif dan argumentatif  itu sama halnya seperti komentar biasa. Memang membuat esai ibarat mengomentari, sama halnya seperti contoh komentar di sosial media. Hanya saja komentar di sosial media itu tidak terstruktur. Esai harus dibangun dari struktur pembentuknya. Lalu apa saja stuktur pembentuknya?

 

Struktur Esai

Pada dasarnya karya tulis khususnya nonfiksi mempunyai stuktur yang sama. Harus ada pendahuluan, isi/tubuh tulisan, dan akhirannya kesimpulan/Penutup. 3 bagian ini sudah baku dan wajib ada dihampir setiap jenis karya tulis nonfiksi, tak terkecuali dengan esai. Sebuah esai terbagi minimum dalam 5 paragraf atau paling sedikit 500 kata.

Selain itu, esai harus ditulis dengan gaya bahasa baku. Hal tersebut bertujuan supaya pembaca dengan mudah memahami tulisan tersebut. Bukan seperti karya sastra yang butuh penalaran lebih dalam. Bukan hanya menuntut kebakukan bahasa, esai juga harus memiliki struktur yang padu sehingga dapat membentuk paragraf yang baik. Semuanya itu supaya gagasan benar-benar tersampaikan.

 

Pendahuluan

Di pendahuluan ini penulis mengemukakan latar belakang informasi mengenai apa masalah yang menjadi pokok bahasan. Selain itu, di pendahuluan ini penulis juga memberikan pengantar sebagai gambaran tentang subjek apa yang dibahas dan yang dinilainya. Pendahuluan berisi paparan-paparan alasan yang akurat mengenai masalah yang perlu mendapat solusi dan pemecahannya. Tak kalah pentingnya mudah dibaca dan dicerna.. Pendahluan ada di awal paragraf dan mencakup 1 paragraf –mungkin saja lebih-.

 

Tubuh/Isi Tulisan

Pada bagian ini penulis menyajikan seluruh informasi terkait subjek pembahasan. Tubuh tulisan berisi inti dari seluruh pokok pembahasan serta pendukung dan argumen-argumen penulis. Argumen dan pendukung tentu harus sejalan dan sehubungan dengan bahasan di awal paragraf. Dengan kata lain, tubuh tulisan ini merupakan pengembangan pembahasan dari paragraf awal. Pembahasan dibuat semacam sub bagian yang masih mengacu kepada topik utama. Isi tulisan terdiri dari 3 paragraf atau lebih.

 

Kesimpulan/Penutup

Kesimpulan/penutup berisi simpulan dari seluruh pokok pembahasan. Menulisan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang penulis nilai. Mempandukan beberapa referensi/pandangan/argumen sehingga menjadi satu kesatuan yang selaras. Istilah ilmiahnya membuat sintesis dari apa yang dibahas supaya meyakinkan pembaca. Tidak harus sampai pada penyelesaian masalah secara tuntas. Karena kembali ke awal tadi esai bahasannya terhadap masalah yang sepintas. Kesimpulan/penutup mencakup 1 paragraf –mungkin saja lebih- dan ada di paragraf terakhir tulisan.

 

Demikian tadi sedikit pembahasan mengenai struktur esai. Semoga bermanfaat.

 

Penulis: Andro Satrio

Lakukan Ini Supaya Jadi Juara Lomba Esai

Menjadi juara dalam setiap perlombaan adalah tujuan utama para peserta yang mengikutinya. Adanya predikat tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Antara kepuasan dan apresiasi terhadap pencapaian diri, gelar juara dapat dimungkinkan sebagai alat peningkat prestasi.

Senada dengan hal tersebut, tak menutup kemungkinan juga bagi yang gemar menulis. Perlombaan yang berkaitan dengan penulisan sangat banyak sekali. Salah satu yang popular adalah esai. Esai sendiri merupakan jenis karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Berprestasi lewat menulis adalah satu jalan yang patut dicoba.

Tulisan yang diikutsertakan dan memenangi lomba bukan berarti berhenti sampai disitu saja. Lebih dari itu, bisa berguna bagi orang-orang yang membacanya. Karena tulisan adalah buah pemikiran yang bersumber dari intelektualitas. Sekarang ini, menulis bukan lagi hal yang bisa dianggap sepele.

Kembali ke esai. Esai sebetulnya sebuah tulisan yang mudah. Mengapa? Karena semua kembali kepada pendapat si penulis. Penulis diberikan kebebasan untuk berargumen di dalamnya. Hanya saja, banyak para penulis yang dari segi penulisannya sudah bagus tetapi tidak pernah bisa juara. Kenapa ya? Sebagus apapun tulisan yang telah dibuat akan jadi percuma saja jika melalaikan hal yang dianggap sepele namun sangatlah penting

Untuk berkesempatan menjadi juara lomba esai syaratnya sangatlah mudah. Cara ini dapat membantu mewujudkannya. Cekidot.

 

Pahami Tema dan Subtema Lomba Esai

Paham apa tema yang ditentukan penyelenggara lomba sangatlah penting. Sebuah tulisan yang tidak sesuai dengan tema sudah pasti gugur dari pertama. Itu merupakan kesalahan fatal dari mengikuti sebuah lomba esai. Jangan harap jadi juara.

Fokus Pada Satu Esai

Mengingat banyaknya perlombaan esai jadi ingin ikutan semua. Hal tersebut dapat mengganggu maksimalnya penciptaan sebuah esai. Baru saja membuat satu esai untuk satu perlombaan, belum lagi selesai sudah dipusingkan dengan esai lain untuk lomba yang lain. Jadinya, tidak ada kefokusan dalam membuat esai yang benar-benar baik dan siap untuk ditandingkan. Kalau tidak siap bagaimana mau juara coba?

Tidak Plagiat

Tulisan menyangkut soal karya, tidak terkecuali dengan esai. Tindakan pengambilan karya orang lain sangat tidak diperbolahkan apalagi sampai diakui sebagai milik dan diperlombakan. Beda halnya jika membuat tulisan ringan seperti artikel yang bisa mengitup tulisan lain. Perlombaan menuntut keorisinalan karya. Melakukan plagiat berarti tidak percaya terhadap kemampuan diri. Apa orang yang tidak percaya diri pantas untuk menang? Rasanya tidak.

Baca Panduan

Ini mungkin sepele, tapi kalau dilalaikan sangat fatal. Setiap perlombaan pasti disediakan panduan. Panduan ini dimaksudkan untuk meniadakan kesalahan-kesalahan yang bisa terjadi. Tidak ada salahnya jika dibaca berulang kali supaya benar-benar paham. Ada ketentuan kecil saja yang terlewat bisa mengurangi penilaian bahkan bisa dieliminasi. Sebagai contoh: Ketentuan Font Cambria 12 pt Spasi 1,5. Jika Tulisan esai ditulis dengan Font Arial 10 pt Spasi 2 belum saja dibaca isinya pasti sudah langsung dicoret. Alhasil, gagal untuk bisa juara, padahal mungkin saja isi tulisannya bagus.

Tahu Deadline

Ini yang banyak terjadi. Biasanya peserta banyak yang telah mendaftar dari jauh-jauh hari, akan tetapi pas hari H-nya malah tidak mengirimkan karya. Itu tadi, menyepelekan panduan yang sudah dengan jelas tertera semua persyaratan mengikuti lomba. Lupa tenggat waktu merupakan sebuah kekeliruan. Karya yang pengirimannya telat sudah pasti tidak masuk hitungan. Artinya, ya tidak bakal mungkin bisa juara. Jangankan juara jadi finalis saja mustahil.

Koreksi Lagi Tulisan Sendiri

Setelah selesai membuat esai jangan buru-buru mengirimkannya, baca lagi keselurannya. Hal ini untuk mencari kesalahan yang mungkin ada, lebih banyak kesalahan pada penulisan kata (typo) dan juga sususan kalaimatnya. Dengan membacanya, tulisan yang masih ada beberapa kesalahan bisa segera diperbaiki sehingga sesuai dengan apa yang diharapkan.

Berdoa

Manusia boleh berusaha tapi Tuhanah yang berkehendak. Percuma saja apapun usaha yang dilakukan kalau tidak dibarengi dengan doa. Jika dirasa sudah melakukan yang terbaik, langkah terakhir yang harus dilakukan adalah doa. Pasrahkan semua kepadaNya. Niscaya Ia akan memberikan yang terbaik.

 

Itu tadi beberapa hal yang setidaknya dapat membatu kalian supaya bisa jadi juara lomba esai. Tetap semangat.

 

Penulis: Andro Satrio SG

 

Jenis Esai. Harus Tahu nih!

Gak usah panjang lebar. Bagi yang mau menulis esai tentukan dulu esai kalian itu masuk ranah yang mana. Sebab, esai ada jenis-jenisnya. Yuk simak.

 

Esai Deskriptif

Esai deskriptif biasanya bertujuan menciptakan kesan tentang seseorang, tempat, atau benda. Bentuk esai ini mencakup rincian nyata untuk membawa pembaca pada visualisasi dari sebuah subyek. Rincian pendukung disajikan dalam urutan tertentu (kiri ke kanan, atas ke bawah, dekat ke jauh, arah jarum jam, dll). Pola pergerakan ini mencerminkan urutan rincian yang dirasakan melalui penginderaan.

 

Esai Ekspositori

Esai ini menjelaskan subyek ke pembaca. Biasanya dilengkapi dengan penjelasan tentang proses, membandingkan dua hal, identifikasi hubungan sebab-akibat, menjelaskan dengan contoh, membagi dan mengklasifikasikan, atau mendefinisikan. Urutan penjelasannya sangat bervariasi, tergantung dari tipe esai ekspositori yang dibuat. Esai proses akan menyajikan urutan yang bersifat kronologis (berdasarkan waktu); esai yang membandingkan akan menjelaskan dengan contoh-contoh; esai perbandingan atau klasifikasi akan menggunakan urutan kepentingan (terpenting sampai yang tak penting, atau sebaliknya); esai sebab-akibat mungkin mengidentifikasi suatu sebab dan meramalkan akibat, atau sebaliknya, mulai dengan akibat dan mencari sebabnya.

 

Esai Naratif

Menggambarkan suatu ide dengan cara bertutur. Kejadian yang diceritakan biasanya disajikan sesuai urutan waktu. Esai jenis ini mendeskripsikan pikiran/pendapat dengan cara bertutur dan disajikan secara kronologis.

 

Esai Persuasif

Esai Persuasif bersuaha mengubah perilaku pembaca atau memotivasi pembaca untuk ikut serta dalam suatu aksi/tindakan. Esai ini dapat menyatakan suatu emosi atau tampak emosional. Rincian pendukung biasanya disajikan berdasarkan urutan kepentingannya.

 

Esai Tajuk

Esai jenis ini sangat familiar dijumpai di dalam media cetak seperti surat kabar atau majalah. Kita mengenalnya pula dengan sebutan tajuk rencana.

Esai tajuk memiliki satu fungsi khusus, yakni menggambarkan pandangan dan sikap media tersebut terhadap suatu topik atau isu yang sedang berkembang dalam masyarakat. Melalui esai tajuk, media tersebut membentuk opini pembaca. Biasanya sebuah tajuk rencana di surat kabar tidak perlu disertai dengan nama penulis.

 

Esai Cukilan Watak

Jenis esai yang satu ini memperbolehkan seorang penulis menjabarkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada pembaca.

Melalui esai cukilan watak tersebut pembaca dapat mengetahui sikap penulis terhadap pribadi yang dibicarakan. Esai cukilan watak bukanlah biografi, melainkan hanya memilih bagian-bagian tertentu dari watak pribadi individu yang menjadi topik bahasan.

 

Esai Kritik

Esai kritik merupakan esai di mana penulis memfokuskan diri pada pembahasan mengenai seni, seperti lukisan, tarian, teater, dan kesusatraan.

Esai kritik juga bisa berisi tentang seni tradisional, pekerjaan seorang seniman, atau tentang karya seni kontemporer. Untuk esai kritik yang memuat bahasan mengenai karya sastra umumnya disebut pula sebagai kritik sastra.

 

Esai Reflektif

Esai jenis ini ditulis secara formal dengan gaya bahasa yang cenderung lebih serius. Penulis mengungkapkan secara mendalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati dalam mengungkapkan topik penting yang berkaitan dengan hakikat manusia, seperti kehidupan, kematian, politik, pendidikan, dan sebagainya. Esai ini umumnya ditujukan kepada para cendekiawan.

 

Penulis: Andro Satrio SG

 

Cara Mudah Membuat Esai Untuk Lomba

Sekarang ini banyak sekali diselenggarakan lomba mengenai penulisan, Salah satunya penulisan esai. Lombanya pun di selenggarakan oleh berbagai pihak. Mulai dari lembaga pendidikan tinggi, hingga patform penyelenggara event skala nasional. Lomba esai lebih sering diadakan karena dalam hal penyusuannya lebih praktis. Karena kepraktisannya itulah diharapkan dapat menjaring banyak peserta.

Membuat esai sebenarnya sering dijumpai yaitu dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Hanya saja dalam pelajaan Bahasa Indonesia yang diajarkan hanya teorinya saja bukan bersifat praktik. Bisa menulis esai bukan karena paham teorinya saja, yang terpenting seberapa sering membuatnya. Hal itu dapat mengasah kemampuan dalam menulis  esai.

Lantas, bagi yang belum mahir bagaimana? Membuat esai tidaklah mudah dan perlu waktu lama. Apalagi untuk lomba yang biasanya deadline-nya sinkat.

Tenang, bagi yang belum mahir-mahir amat jangan khawatir. Bagi kalian yang masih minim pengalaman dalam mebuat esai artikel ini bisa membantu. Bagaimana cara cepat membuat esai untuk lomba?  Silahkan disimak.

 

Tahu dahulu apa itu esai

Sebelum masuk lebih dalam ke pembuatan esai harus paham dulu mengenai esai. Esai sendiri adalah jenis karangan prosa yang membahas secara sepintas suatu ide/gagasan penulis secara argumentatif.  Melalui itu, pola pikir pembaca terbentuk sesuai dengan ide/gagasan yang penulis buat. Atau, dengan adanya gagasan tersebut menjadi simpulan pembaca untuk bisa menyelesaikan permasalahan sejenis secara baik dan benar.

 

Selanjutnya

Esai sejatinya bentuk komunikasi gagasan penulis kepada pembaca, karena itu tidak perlu rumit dan panjang. Esai bisa dibuat dalam 1 halaman dengan minimal 5 paragraf atau sampai dengan 2-3 halaman dengan lebih 1500 kata. Pada esai tidak perlu dimuat lembar pengersahan, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, atau lampiran seperti halnya tulisan karya ilmiah.

Esai juga tidak perlu dibuat ke dalam bab terpisah seperti, Bab I Pendahuluan, Bab II Tinjauan Pustaka, Bab III Metode Penulisan, dan lain sebaginya. Esai tidak mewajibkan dibuat seperti itu. Sebab, esai merupakan tulisan dalam satu rangkaian alur pengungkapan gagasan yang terstruktur. Bagian yang harus ada di sebuah esai adalah mulai dengan judul, kemudian nama penyusun, dan identitas penyusun. Setelah itu, langsung sambung di bawahnya berupa pendahuluan yang di dalamnya menggambarkan permasalahan (Ingat! Tidak perlu dibuat ke dalam bab terpisah).

Setelah selesai pendahuluan lanjut buat paragraf baru di bawahnya. Dari sini mulai isi dituliskan. Jika ada sub judul tulis dahulu di atasnya sebagai judul pembahasan per paragrafnya, begitu seterusnya.

Setelah selesai menuliskan isi, tulisan esai akan di tutup dengan pargraf  baru untuk penutup. Penutup berisi tulisan berupa penegasan gagasan penulis yang disampaikan. Bagian penutup ini juga menjadi kesimpulan akhir atasi isi atas keseluruhan pembahasan dalam esai.

 

Berikut struktur penulisan esai

 

Judul (yang singkat tapi harus sesuai isi)

Disusun Oleh: (tuliskan nama pengarang/penulis)

Identitas: (Tulis identitas singkat, misal Mahasiswa Universitas Indonesia…)

 

  1. Pendahuluan

(Sebagai pembuka isi esai sekaligus pemaparan awal alasan-alasan mengeneai gagasan tersebut dibuat)

  1. Pembahasan (jika banyak sub judul pembahasan, tulis setiap sub judul di atas setiap awal paragrafnya). Contoh:

…(Sub judul pembahasan 1)

(Utarakan pembahasan berupa argumen penulis, buat menjadi beberapa alinea sesuai kebutuhan)

 

…(Sub judul pembahasan 2)

(Utarakan pembahasan berupa argumen penulis, buat menjadi beberapa alinea sesuai kebutuhan)

 

Begitu seterusnya hingga sub judul penutup.

 

  1. Penutup (bagian akhir esai)

Dapat berupa kesimpulan dari seluruh isi pembahasan; saran; ungkapan berupa harapan; peringatan yang mungkin perlu diwaspadai; atau hal lain yang bersifat menutup sebuah gagasan.

 

Penggunaan bahasa

Sudah tentu bahasa yang digunakan wajib Bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah kebahasaan. Bahasa yang sesuai dengan kaidah dimaksudkan supaya tidak ada penafsiran ganda. Kalaupun ada kalimat yang tidak baku seperti bahasa sehari-hari, daerah, dan bahasa asing kata per katanya harus di tulis miring. Lebih baiknya lagi tambahkan keterangan pada bahasa yang tidak baku tersebut, misal mengunakan tanda kurung.

 

Daftar Pustaka?

Sebagai bentuk tulisan yang termasuk ke dalam karya tulis ilmiah popular, daftar pustaka sangatlah perlu. Tetapi, tidak kaku juga seperti daftar pustaka makalah, skripsi, atau karya ilmiah murni lainnya.

Dalam esai daftar pustaka biasa ditulis dengan isitilah Bahan Bacaan. Sebagai contoh : Bahan Bacaan…. (diisi nama pengarang. tahun terbit. judul buku. kota terbitan buku: nama penertbit…. Jika bahan bacaan berupa Koran/majalah, unduh dari internet, dan lainnya wajib diisi seperti daftar pustaka biasa). Kalimat-kalimat yang dikutip/dipakai acuan dalam tulisan esai cukup diisi identitas pendek di akhir kalimat kutipan (nama, tahun:halaman yang dikutip).

Bahan bacaan penting untuk menandai kutipan-kutipan penyataan yang digunakan dalam sebuah esai.

 

Ini Dia Cara Cepat Mudah Membuat untuk Lomba

Pertama, pahami tema lomba. Setelah itu kumpulkan gagasan yang berkaitan dengan tema. Bisa hal yang pernah dialami penulis ataupun gagasan baru hasil pencarian. Kemudian carilah fakta-fakta sebagai penguat gagasan.

Jika gagasan beserta fakta-fakta pendukungnya sudah siap, jangan dulu mulai menulis. Buatlah terlebih dahulu kerangka tulisannya. Buat secara urut sesuai dengan urgensi pokok pembahasannya. Setelah itu, matangkan gagasan yang sudah ada tersebut. Kaji dan pertimbangkan dahulu, jika dirasa kurang pas bisa diperbaiki, dihapus, atau mengubahnya.  Hal ini bertujuan untuk membuat konsep tulisan yang benar-benar baik, selain itu runut dan logis.

Langkah terakhir, yaitu mulai menuliskan gagasan-gagasan ke dalam sebuah tulisan. Tulisannya tentu harus sesuai dengan EYD dan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Setelah selesai, baca dan amati tulisan secara menyeluruh. Apakah kaliamatnya sudah pas dan adakah kesalahan dalam penulisannya? Jika iya segera perbaiki. Sampai tahap ini tulisan sudah dikatakan tulisan yang sudah siap dilombakan.

 

Penulis: Andro Satrio SG

Menulis Esai Itu Sulit. Pahami dan Pelajari Langkah-Langkahnya

Apa yang pertama kali kalian pikirkan ketika mendengar kata esai? Sebuah tulisan yang panjang, butuh penalaran, dan biasanya topiknya sebuah masalah? Ya, memang demikian. Esai merupakan karangan (biasa sebuah prosa) yang ditulis berdasarkan sudut pandang si penulisanya dan mengangkat isu atau masalah yang sedang hangat. Tentunya harus bersifat logis dan bernalar, sehingga pembaca bisa memahami apa maksud dari isi tulisan tersebut. Esai sendiri termasuk ke dalam jenis tulisan nonfiksi.

Masalah yang diangkat dalam sebuah tulisan esai lebih banyak mengarah kepada isu-isu sosial, kenegaraan, dan nasionalisme. Lebih lanjut, tulisan model ini biasa mengacu kepada pengalaman dan penelitian. Jadi tidak salah jika esai menjadi salah satu syarat menempuh jenjang pascasarjana. Tulisan esai lebih bersifat formal, berdasarkan hasil riset, dan kesesuaian antara tulisan dan faktanya harus benar-benar nyata.

Secara garis besar esai mempunyai kerangka tulisan meliputi pendahuluan, tubuh esai, dan kesimpulan. Terlihat biasa saja memang, tapi untuk membuat esai tidaklah mudah. Harus ada yang namanya sinkronisasi topik, kesesuaian isi dengan tema, keakuratan gagasan dan argumen, bagaimana menetukan tesis, dan kekuatan lebih dari esai yang kalian buat dengan esai lainnya yang sudah ada. Semua itu harus padu supaya dikatakan esai kalian menjadi sebuah tulisan yang layak.

Nah, untuk kalian nih yang berniat menulis esai, entah itu untuk keperluan pembelajaran atau yang akan mengikuti lomba sebaiknnya pahami dulu langkah-langkah pembuatan esai. Di Bawah ini ada beberapa langkah dalam pembuatan esai, mari simak bersama.

 

  1. Memilih Topik

Bila topik telah ditentukan, kalian mungkin tidak lagi memiliki kebebasan untuk memilih. Namun demikian, bukan berarti kalian siap untuk menuju langkah berikutnya. Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan kalian tulis. Apakah berupa tinjauan umum atau analisis topik secara khusus? Jika hanya merupakan tinjauan umum, kalian dapat langsung menuju ke langkah berikutnya. Bila kalian ingin melakukan analisis khusus, topik kalian harus benar-benar spesifik. Jika topik masih terlalu umum, kalian dapat mempersempit topik. Sebagai contoh, topik tentang “Indonesia” adalah satu topik yang masih sangat umum. Jika tujuan kalian menulis adalah menyampaikan gambaran umum (overview) tentang Indonesia, topik ini sudah tepat. Namun, bila kalian ingin membuat analisis singkat, kalian dapat mempersempit topik ini menjadi “Kekayaan Budaya Indonesia” atau “Situasi Politik di Indonesia”. Setelah yakin akan apa yang akan ditulis, kalian bisa melanjutkan ke langkah berikutnya. Bila topik belum ditentukan, tugas kalian jauh lebih berat. Di sisi lain, sebenarnya kalian memiliki kebebasan memilih topik yang kalian sukai sehingga bisa membuat esai kalian jauh lebih kuat dan berkarakter.

  1. Menentukan Tujuan

Tentukan terlebih dahulu tujuan esai yang akan kalian tulis. Apakah esai kalian bertujuan untuk meyakinkan orang agar memercayai apa yang kalian sampaikan, menjelaskan bagaimana melakukan hal-hal tertentu, menjelaskan kepada pembaca tentang suatu peristiwa, seseorang, ide, tempat atau sesuatu? Apa pun topik yang kalian pilih harus sesuai dengan tujuannya.

  1. Menyampaikan Gagasan

Jika kalian telah menetapkan tujuan esai, tuliskan beberapa gagasan yang menarik minat kalian. Semakin banyak gagasan yang kalian tulis, akan semakin baik. Jika kalian memiliki masalah dalam menemukan dan merumuskan gagasan, coba lihat di sekeliling kalian. Adakah hal-hal yang menarik di sekitar kalian? Pikirkan hidup kalian, dan tanyakan diri sendiri apa yang akan kalian lakukan bila mengalami suatu peristiwa atau kejadian yang berkaitan dengan topik yang kalian tulis? Mungkin ada beberapa yang menarik untuk dijadikan gagasan. Jangan mengevaluasi gagasan-gagasan tersebut sebelum kalian merasa tuntas menyampaikannya. Tuliskan saja segala sesuatu yang terlintas di kepala. Langkah ini sebagai wadah untuk “brainstorm“.

  1. Mengevaluasi Gagasan Potensial

Jika telah ada beberapa gagasan yang pantas, pertimbangkan masing-masing gagasan tersebut. Jika tujuannya adalah menjelaskan topik, kalian harus mengerti benar tentang topik yang dimaksud. Jika tujuannya meyakinkan, topik tersebut harus benar-benar menggairahkan. Yang paling penting, berapa banyak gagasan yang kalian miliki untuk topik yang ditulis. Sebelum meneruskan ke langkah berikutnya, lihat sekali lagi bentuk naskah yang kalian tulis. Sama halnya dengan kasus saat kalian menentukan topik, kalian perlu memikirkan bentuk naskah yang kalian tulis.

  1. Membuat Outline (Kerangka Esai)

Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan gagasan-gagasan tentang topik dalam sebuah format yang terorganisir. Siapkan selembar kertas dan mulailah dengan menulis topik di bagian atas. Tuliskan angka romawi I, II, III di sebelah kiri kertas dengan jarak yang cukup lebar di antaranya. Tuliskan garis besar gagasan tentang topik yang kalian maksud. Jika kalian mencoba meyakinkan, berikan argumentasi terbaik. Jika kalian menjelaskan satu proses, tuliskan langkah-langkahnya sehingga dapat dipahami pembaca. Jika kalian mencoba menginformasikan sesuatu, jelaskan kategori utama dari informasi tersebut. Pada masing-masing romawi, tuliskan A, B, dan C menurun di sisi kiri kertas tersebut. Tuliskan fakta atau informasi yang mendukung gagasan utama.

  1. Menulis Tesis

Tesis adalah pernyataaan yang dirumuskan dalam kalimat pernyataan yang memuat gagasan utama esai. Pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin-poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya. Kalian telah menentukan topik esai, sekarang kalian harus melihat kembali outline yang telah kalian buat dan memutuskan poin penting apa yang akan kalian sampaikan. Pernyataan tesis terdiri dari dua bagian: (1) menyatakan topik. Contoh: Budaya Indonesia atau Korupsi di Indonesia. (2) menyatakan gagasan utama dari esai kalian. Contoh: memiliki kekayaan yang luar biasa, memerlukan waktu yang panjang untuk memberantasnya, dst.

  1. Menulis Tubuh Esai

Bagian ini merupakan bagian paling menyenangkan dari penulisan sebuah esai. Kalian dapat menjelaskan, menggambarkan, dan memberikan argumentasi dengan lengkap untuk topik yang telah kalian tentukan. Setiap gagasan penting yang kalian tulis pada outline akan menjadi satu paragraf dari tubuh esai kalian. Masing-masing paragraf memiliki struktur yang serupa. Mulailah dengan menulis ide utama kalian dalam bentuk kalimat. Misalkan, idenya adalah “Pemberantasan korupsi di Indonesia”, kalian dapat menulis “Pemberantasan korupsi di Indonesia memerlukan kesabaran besar dan waktu yang lama”. Kemudian, tulis dan uraikan gagasan yang mendukung ide tersebut, tetapi sisakan empat sampai lima baris. Pada setiap gagasan, tuliskan perluasan dari gagasan tersebut. Elaborasi ini dapat berupa deskripsi, penjelasan, atau pembahasan. Bila perlu, kalian dapat menggunakan kalimat kesimpulan pada masing-masing paragraf. Setelah menuliskan tubuh tesis, kalian hanya tinggal menuliskan dua paragraf: pendahuluan dan kesimpulan.

  1. Menulis Paragraf Pendahuluan

Mulailah dengan menarik perhatian pembaca. Awali paragraf pendahuluan dengan suatu informasi nyata dan tepercaya. Informasi ini tidak perlu benar-benar baru, tetapi bisa menjadi ilustrasi atas gagasan yang kalian sampaikan. Kalian juga bisa mulai dengan anekdot, yaitu suatu cerita yang menggambarkan persoalan yang kalian maksud. Berhati-hatilah dalam membuat anekdot. Meski anekdot ini efektif untuk membangun ketertarikan pembaca, kalian harus menggunakannya dengan tepat dan hati-hati. Cara lain adalah menggunakan dialog dalam dua atau tiga kalimat antara beberapa pembicara untuk menyampaikan topik kalian. Tambahkan satu atau dua kalimat yang dapat mengarahkan pembaca pada pernyataan tesis kalian. Tutup paragraf dengan pernyataan tesis. (Untuk lebih jelasnya, baca paragraf pendahuluan esai.)

  1. Menulis Kesimpulan

Kesimpulan merupakan rangkuman dari poin-poin yang telah kalian kemukakan dan memberikan perspektif akhir kepada pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat kalimat (tetapi jangan menulis ulang sama persis seperti dalam tubuh esai) yang menggambarkan pendapat dan perasaan kalian tentang topik yang dibahas. Kalian dapat menggunakan anekdot untuk menutup esai.

  1. Memberikan Sentuhan Akhir

Teliti urutan paragraf mana yang paling kuat. Letakkan paragraf terkuat pada urutan pertama, dan paragraf terlemah di tengah. Namun, urutan tersebut harus masuk akal. Jika esai kalian menjelaskan suatu proses, kalian harus bertahan pada urutan yang kalian buat. Teliti format penulisan seperti margin, spasi, nama, tanggal, dan sebagainya. Kalian dapat merevisi esai dengan memperkuat poin yang lemah. Baca kembali esai kalian. Apakah masuk akal? Tinggalkan dulu esai kalian dalam beberapa jam, kemudian baca kembali. Apakah masih masuk akal? Apakah kalimat satu dengan yang lain mengalir dengan halus dan lancar? Bila tidak, tambahkan beberapa kata dan frase untuk menghubungkannya. Atau, tambahkan satu kalimat yang berkaitan dengan kalimat sebelumnya. Teliti kembali penulisan dan tata bahasa kalian.

 

Bagaimana, kalian paham sekarang? Cobalah realisasikan. Sekian

 

Penulis: Andro Satrio SG