Pengumuman Finalis 100 Besar Lomba Cerpen Nasional 2019

Profil Juri:
1. RISDA NUR WIDIA
• Juara 2 Sayembara Menulis Cerpen Tingkat Nasional Kategori Umum; Festival Sastra, Keluarga Besar Universitas Gadjah Mada (2013)
• Juara 1 Menulis Cerpen Bertema: Screat Admir, Cinta dalam Diam oleh Penerbit Harfeey 2013
• Juara 2 Menulis Cerpen Bertema: Pentas Seni dan Kretifitas Mahasiswa, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta (2012)

2. ZAINUL MUTTAQIN
• Juara III Lomba Cipta Cerpen Nasional (FCB VII 2015, INSTIKA Sumenep)
• Juara 2 Lomba Cerpen Se-Nusantara ( Kabupaten Sumenep, Desember 2017)

3. LATIF FIANTO
• Cerpennya berjudul “Kota Agats” dinobatkan sebagai juara 3 Festival Sastra Islam Nasional (FSIN) FLP Makassar (2015) • Cerpennya “Kuda Besi dan Lelaki yang Menunggangi di Atasnya” dinobatkan sebagai juara 3 Lomba Menulis Cerpen diselenggarakan AHM dan Nulisbuku tahun 2015
.
4. LIANNA PUTRI
• Pelukis dan Penulis.
• Karyanya pernah dimuat di media massa seperti Satelit Post, Potret Aceh, dll.
• Cerpennya termaktub dalam berbagai antologi cerpen, beberapa diantaranya: “Jiwa yang Tak Tergantikan” (2016), “Penyejuk Hati” (2016), “Denting Sepi Sang Pengelana” (Sabana Pustaka, 2017) dll. .

5. DADANG ARI
• Juara ketiga Lomba Menulis Cerpen Nasional 2018 Festival Tjimanoek; juara kedua Lomba Cipta Puisi Nasional UK Petra 2015; juara ketiga Lomba Cipta Puisi Bulan Bahasa UGM 2018; juara ketiga Lomba Narasi Kebudayaan Jawa Timur Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur tahun 2016; dll.
•Juli-Agustus 2018, mengikuti program residensi penulis yang diselenggarakan oleh Komite Buku Nasional dan buku puisi hasil residensi tersebut akan terbit tak lama lagi dengan judul Jalan Lain ke Majapahit.
.
6. EKI ARUM KHASANAH
• Finalis 16 besar seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) tahun 2018.
• Juara I Lomba Penulisan Cerpen SMP dan SMA se-DIY, dalam Apresiasi Sastra KMSI UGM 2011
• First Winner of Short Story Writing Contest

 

Setelah melalui seleksi karya oleh 6 Juri maka pada hari Senin, 25 Maret 2019 dengan persaingan yang amat ketat juri berhasil menentukan 100 Besar.

Berikut, 100 Besar Lomba Cerpen Nasional 2019:

No NAMA LENGKAP ID INSTAGRAM JUDUL KARYA
31 ADELIA NURUL SIYAM @xxadeliaaa Dislekmagic
32 Suci Elisa Afandy @yasmin.diary1918 EROTOMANIA*)
33 Vivi Handayani @vv.hndyn21 Negeri Yang Hilang
34 Arrum Amalia @arrum.amalia17 (BUKAN) DOSAKU
35 Marikke Nawang Pangestuti @mari.kkeikke A.S.A.P
36 Maytoru Isti Humansyah @maytoruisti Aku Memang Berbeda
37 Inesya Widiani @inesyaw Alpha Tauri
38 Gardin Muhammad Andika Saputra @gardin.mas AMARE
39 Della Ayu Pratiwi @dellaaayup Anak Pasir
40 Andika Zikria Budiman https://www.instagram.com/zikria_budiman/ ANGKLUNG DAN TRAGEDI YOGYA PLAZA KLENDER
41 Asy-Syifa Rahmi Tyaswana @tyaswana1374 Pesawat Kertas
42 Febianne Anaska @febijanee Bagaimana jika embun tak pernah ingin menjadi embun?
43 ARTA NOVIANTI BR. TARIHORAN’ @ARTAERINA Benang Merah
44 Meliana Griselda https://www.instagram.com/mewmallows Cara Terbaik untuk Hidup
45 Dwi Wulan Hidayati @dwiwulanh GADIS KRIPTOGRAFI
46 Adelia Septiani Restanti Tania @adeleeatania Habis Dalam Satu Babak
47 Alifya Qisthi Syahida @qisthi_lynn Haruka
48 Sintya Marliani Putri @shintyaya Ibu Tidak Suka Teh Tawar
49 Essy Febrianti @Shii_Febri Ihwal Danau Tri Warna
50 Siti Ahzar Adillah @azhr_1199 Janji di Menara Namsan
51 Ni Komang Ruth Jayanthi Mayami Duniangella Janji Laut Atapupu
52 Andri Astuti Nur Fitriana @fth_fitria Kamar-Kamar Barbie
53 Safira Nurul Fajriyah @kimsappheire Kecupan yang tak Sampai
54 Ainaya Azkabening @ainayaazk Kehormatan Sampah
55 Eni Nurhayati @enny.enha Kembang Tujuh Rupa
56 SERLINA UTAMI @SERLINA_UTAMI KETRING IBU
57 Elizabeth Sheila Fitriana @elizabethscards KISAH DARI POHON
58 Saffana Sania @saffana_sania KOTA YANG TERCIPTA SAAT TUHAN TERSENYUM
59 Thalia Angela @gabriele_bloundeau KOTAK PENYIIMPAN WAKTU
60 Yusuf Mahessa Dewo Pasiro @dewopasiro LANGGAM NYI BAGELAN
61 Diny Aprilisyanda @dinyaprilisyanda LELAKI BAYANGAN
62 Syamsul Ma’arif @syamaksara LELAKI YANG MEMUTASKAN UNTUK MATI ESOK HARI
63 Rifda Arum Adhi Pangesti @rifdarum__ LUKISAN DI SEBERANG JALAN
64 Shyndi Vitanadia https://www.instagram.com/shyndishyne/ MAWAR PUTIH
65 Frida Agustria @fridagustria MEET UP
66 Jesslyn Tristan @jesseulstagram MELODI RIBUAN ANGIN
67 El Syafira Saragih @elsyssaragih MENUNGGU SINARSIH
68 NI PUTU FRISCA SARASTUTI AMANDARI MISTERI BUS 305
69 Evinta Luthfiana Devi @evintald_ MUDDY TREASURE
70 Muhammad Irham @irham_arus PERCAKAPAN
71 Sayyidatul Imamah @hiku18 NASRINA MASIH BERLARI
72 Firly Aulia Almadani @firlypermadani PERLACUR TERBAIK
73 Novita Eka Putri @novitaputri721 PENCARI KUNDIK
74 Ayu Fitri Septina @afitriseptina PENGANTIN-PENGANTIN BERWAJAH MURAM
75 Rova Anisykurlillah @rova.anisykurlillah PEREMPUAN DI KEDAI KOPI
76 Sarah Nanda Putri @sarahnandap PEREMPUAN
77 Muhammad Rizky Rinaldi @mr_rinaldy PESAN RINDU
78 Muh Hamzah @samhamzah PETUALANGAN BERBURU SENJA DILUAR ANGKASA
79 MUH. ALDHYANSAH DODHY PUTRA @aldhyrio PISTOL DAN PENULIS
80 Ulin Nasirotuzahroh @ulinnaaas PULANG (1)
81 Faradita Maudy Sari @faraditams19 SAJADAH MERAH
82 Rahayu Fitriani. @27_Rahayu SEBERAPA BESAR KEBENCIAN ITU ?
83 Putri Marsella Indriyana @putmarsella SEDOTAN TANPA LUBANG
84 Siti Aprily Astuti @aprilyastuti14 SENJA DI UJUNG BARITO
85 Rolah Sri Rejeki Situmorang @rolahsrirejekisitumorang SUNSET DI KALIMANTAN
86 Clarissa Zion Putri Siahaan @clarissazion SURYA DALAM GULITA
87 Ni Gusti Ayu Putu Intan Kumbayoni @intan.kumbayoni TADULAKO
88 Ghumai Namira Afda @ghumaipsrb TAHANAN NOMOR 159
89 Fitri Chaerunisa instagram.com/fchaerunisaa TAHTA DAN HAKNYA
90 Hanif Aflah @hanif_aflah.09 TANGISAN TERAKHIR
91 Michelle Metta Zenlipying Thennoza @michellemetta TARUHAN
92 Hana Mamnukha @hanamamn_ TAWA PURNAMA
93 Nivia @niviaapipit TENTANG WANITA BERGAUN MAGENTA
94 Wulan Astari @si_ulil TETAPLAH TERLELAP CALISTA
95 Rizka Pradina Putri Marpaung @iam.rizkapradina THAT DAY
96 Amirah Bilqis @bell_ami THE OMEN
97 Hasnita Olivia Tambunan @thaa.olivia THOUSAND LAYER RAINBOW CAKE
98 Syifaa Shafira Antoro @syf_shfr TITIK RENDAH
99 Khairani Fitri Kananda @hanyyyww WANITA BAU ASAP
100 Syarifah Fakhiratunnisa Assyahab @syarifah_fakhiratunnisa YOUNG LADY

KARYA DAPAT DIDOWNLOAD DI www.bit.ly/KARYAFINALIS100BESARLCN2019

Selamat bagi 100 Finalis, jadikan ini titik balik untuk lebih termotivasi dalam berkarya.
Bagi yang belum berhasil menjadi finalis, jangan berkecil hati. Nikmatilah proses dan tetap semangat.

Demikian informasi dari kami…

“Tak ada rahasia untuk menggapai sukses. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras, dan mau belajar dari kegagalan.”
— General Colin Powell —

Pengumuman Finalis 30 Besar Lomba Cerpen Nasional 2019

Profil Juri:
1. RISDA NUR WIDIA
• Juara 2 Sayembara Menulis Cerpen Tingkat Nasional Kategori Umum; Festival Sastra, Keluarga Besar Universitas Gadjah Mada (2013)
• Juara 1 Menulis Cerpen Bertema: Screat Admir, Cinta dalam Diam oleh Penerbit Harfeey 2013
• Juara 2 Menulis Cerpen Bertema: Pentas Seni dan Kretifitas Mahasiswa, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta (2012)

2. ZAINUL MUTTAQIN
• Juara III Lomba Cipta Cerpen Nasional (FCB VII 2015, INSTIKA Sumenep)
• Juara 2 Lomba Cerpen Se-Nusantara ( Kabupaten Sumenep, Desember 2017)

3. LATIF FIANTO
• Cerpennya berjudul “Kota Agats” dinobatkan sebagai juara 3 Festival Sastra Islam Nasional (FSIN) FLP Makassar (2015) • Cerpennya “Kuda Besi dan Lelaki yang Menunggangi di Atasnya” dinobatkan sebagai juara 3 Lomba Menulis Cerpen diselenggarakan AHM dan Nulisbuku tahun 2015
.
4. LIANNA PUTRI
• Pelukis dan Penulis.
• Karyanya pernah dimuat di media massa seperti Satelit Post, Potret Aceh, dll.
• Cerpennya termaktub dalam berbagai antologi cerpen, beberapa diantaranya: “Jiwa yang Tak Tergantikan” (2016), “Penyejuk Hati” (2016), “Denting Sepi Sang Pengelana” (Sabana Pustaka, 2017) dll. .

5. DADANG ARI
• Juara ketiga Lomba Menulis Cerpen Nasional 2018 Festival Tjimanoek; juara kedua Lomba Cipta Puisi Nasional UK Petra 2015; juara ketiga Lomba Cipta Puisi Bulan Bahasa UGM 2018; juara ketiga Lomba Narasi Kebudayaan Jawa Timur Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur tahun 2016; dll.
•Juli-Agustus 2018, mengikuti program residensi penulis yang diselenggarakan oleh Komite Buku Nasional dan buku puisi hasil residensi tersebut akan terbit tak lama lagi dengan judul Jalan Lain ke Majapahit.
.
6. EKI ARUM KHASANAH
• Finalis 16 besar seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) tahun 2018.
• Juara I Lomba Penulisan Cerpen SMP dan SMA se-DIY, dalam Apresiasi Sastra KMSI UGM 2011
• First Winner of Short Story Writing Contest

 

Setelah melalui seleksi karya oleh 6 Juri maka pada hari Senin, 25 Maret 2019 dengan persaingan yang amat ketat juri berhasil menentukan 30 Besar.

Berikut, 30 Besar Lomba Cerpen Nasional 2019:

NO NAMA LENGKAP ID INSTAGRAM JUDUL KARYA
7 Rattania Dwi Hutami @rattaniadwih Matahari Terbit di Mata Yang Buta
8 Muhammad Zulkifli @mzulkifli02 POPPO’
9 Ramadhanty Teratai Suci Gustami @rgustami_ Aku Mau Kau, Bukan Suaramu
10 Muhammad Ade Putra @muhammaddeputra Anak dari Hulu yang Menanti Bapaknya Pulang
11 Vinca Virginanda @vincavirgina Bidadari Bernama Mira
12 Marsela Giovani Ginting @marselagg BUMI NUSANTARA
13 Nurbaeti Basri @nurbaetibasri Colonia Dignidad
14 Febriana Widyastuti @febrianwidy Dilema Sang Francois
15 Haifa Mayang Lestari @haifamayang Malam, Terik, Sore, dan Tuturannya
16 Manusia langit @ddtiwi Manusia langit
17 Rida Fadila @da_pink MENEMBUS LANGIT
18 Alissyah Zahrotul Zulfi @alishaaa_jhn Nederlandsch Indie
19 YolandaDismaYunita @ylnd.dy__  PortalSemesta
20 Ahmad Abu Rifai @aaburifai Pusaka Simbah
21 Rapina Semesta @rapina_semesta Bahkan Benda Matipun Tahu Peristiwa yang Tidak Diketahui Siapapun
22 Gusti Ayu Sri Handayani @ayuhandayani Sangkar Milik Bapak
23 Zabrina Mahardika Putri @zabrinaaputri Sepucuk Surat dari Tanah Garam
24 Qotrunnada Fairuz Syifa’ @qathrunnada.fa Si Parman
25 Putu Arie Surya Pranatha @ariesuryapranatha Taksu
26 ANAK AGUNG MARTHA BIMANTARA @marthabimantara TANGAN ILUSI
27 Muhammad Alwansyah @moch_alwansyah Tersesat di lorong waktu
28 Weni Nur Magfiroh @wenimagfi_ Mak Seorang Pembohong
29 Rizky Arianty @si_ninis WINA BUKAN MANGSA BATHARA KALA
30 RANI RAMDAYANI @raniramdayani Dongeng Distopia dari Kota Abu-abu

KARYA DAPAT DIDOWNLOAD DI www.bit.ly/KARYAFINALIS30BESARLCN2019

Selamat bagi finalis 6 Besar, jadikan ini titik balik untuk lebih termotivasi dalam berkarya.
Bagi yang belum berhasil menjadi finalis, jangan berkecil hati. Nikmatilah proses dan tetap semangat.

Demikian informasi dari kami…

“Tak ada rahasia untuk menggapai sukses. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras, dan mau belajar dari kegagalan.”
— General Colin Powell —

Pengumuman Finalis 6 Besar Lomba Cerpen Nasional 2019

Profil Juri:
1. RISDA NUR WIDIA
• Juara 2 Sayembara Menulis Cerpen Tingkat Nasional Kategori Umum; Festival Sastra, Keluarga Besar Universitas Gadjah Mada (2013)
• Juara 1 Menulis Cerpen Bertema: Screat Admir, Cinta dalam Diam oleh Penerbit Harfeey 2013
• Juara 2 Menulis Cerpen Bertema: Pentas Seni dan Kretifitas Mahasiswa, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta (2012)

2. ZAINUL MUTTAQIN
• Juara III Lomba Cipta Cerpen Nasional (FCB VII 2015, INSTIKA Sumenep)
• Juara 2 Lomba Cerpen Se-Nusantara ( Kabupaten Sumenep, Desember 2017)

3. LATIF FIANTO
• Cerpennya berjudul “Kota Agats” dinobatkan sebagai juara 3 Festival Sastra Islam Nasional (FSIN) FLP Makassar (2015) • Cerpennya “Kuda Besi dan Lelaki yang Menunggangi di Atasnya” dinobatkan sebagai juara 3 Lomba Menulis Cerpen diselenggarakan AHM dan Nulisbuku tahun 2015
.
4. LIANNA PUTRI
• Pelukis dan Penulis.
• Karyanya pernah dimuat di media massa seperti Satelit Post, Potret Aceh, dll.
• Cerpennya termaktub dalam berbagai antologi cerpen, beberapa diantaranya: “Jiwa yang Tak Tergantikan” (2016), “Penyejuk Hati” (2016), “Denting Sepi Sang Pengelana” (Sabana Pustaka, 2017) dll. .

5. DADANG ARI
• Juara ketiga Lomba Menulis Cerpen Nasional 2018 Festival Tjimanoek; juara kedua Lomba Cipta Puisi Nasional UK Petra 2015; juara ketiga Lomba Cipta Puisi Bulan Bahasa UGM 2018; juara ketiga Lomba Narasi Kebudayaan Jawa Timur Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur tahun 2016; dll.
•Juli-Agustus 2018, mengikuti program residensi penulis yang diselenggarakan oleh Komite Buku Nasional dan buku puisi hasil residensi tersebut akan terbit tak lama lagi dengan judul Jalan Lain ke Majapahit.
.
6. EKI ARUM KHASANAH
• Finalis 16 besar seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) tahun 2018.
• Juara I Lomba Penulisan Cerpen SMP dan SMA se-DIY, dalam Apresiasi Sastra KMSI UGM 2011
• First Winner of Short Story Writing Contest

 

Setelah melalui seleksi 100 karya terbaik, 30 karya terbaik hingga 6 karya terbaik maka pada hari Senin, 25 Maret 2019 dengan persaingan yang amat ketat juri berhasil menentukan 6 Besar untuk mengikuti Final Pembacaan Cerpen baik secara online maupun offline di Yogyakarta pada 5 April 2019..

Berikut, 6 Besar Lomba Cerpen Nasional 2019:

NAMA LENGKAP ID INSTAGRAM JUDUL KARYA
Andi Makkaraja @andimakkaraja Pohon Tarung dan Cinta di Tengah Perang
Yanu Setianingsih Harianti @yanuharianti Wajah yang Semestinya Bertopeng
Fikra Nur Syahbana @fikrasyah AIR MATA GAZA
Fenitra Mufti Rahma Budi Putri @fntr.ptr2 Espresso
Afif Fachrudin @indah_dewi234 Hiburan Lima Tahunan
Aksara Syahreza @aksara9 Keluarga John Washington

KARYA DAPAT DIDOWNLOAD DI www.bit.ly/KARYAFINALIS6BESARLCN2019

Selamat bagi finalis 6 Besar, jadikan ini titik balik untuk lebih termotivasi dalam berkarya.
Bagi yang belum berhasil menjadi finalis, jangan berkecil hati. Nikmatilah proses dan tetap semangat.

Demikian informasi dari kami…

“Tak ada rahasia untuk menggapai sukses. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras, dan mau belajar dari kegagalan.”
— General Colin Powell —

Mengesankan! Ini Dia Asal Muasal Cerpen Hingga Mendewa di Indonesia

Cerita pendek berasal dari anekdot, sebuah situasi yang digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dengan paralel pada tradisi penceritaan lisan. Dengan munculnya novel yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur.

Cerita pendek berasal-mula pada tradisi penceritaan lisan yang menghasilkan kisah-kisah terkenal seperti Iliad dan Odyssey karya Homer. Kisah-kisah tersebut disampaikan dalam bentuk puisi yang berirama, dengan irama yang berfungsi sebagai alat untuk menolong orang untuk mengingat ceritanya. Bagian-bagian singkat dari kisah-kisah ini dipusatkan pada naratif-naratif individu yang dapat disampaikan pada satu kesempatan pendek. Keseluruhan kisahnya baru terlihat apabila keseluruhan bagian cerita tersebut telah disampaikan.

Fabel, yang umumnya berupa cerita rakyat dengan pesan-pesan moral di dalamnya, konon dianggap oleh sejarahwan Yunani Herodotus sebagai hasil temuan seorang budak Yunani yang bernama Aesop pada abad ke-6 SM (meskipun ada kisah-kisah lain yang berasal dari bangsa-bangsa lain yang dianggap berasal dari Aesop). Fabel-fabel kuno ini kini dikenal sebagai Fabel Aesop. Akan tetapi ada pula yang memberikan definisi lain terkait istilah Fabel. Fabel, dalam khazanah Sastra Indonesia seringkali diartikan sebagai cerita tentang binatang. Cerita fabel yang populer misalnya Kisah Si Kancil, dan sebagainya.

Bentuk kuno lainnya dari cerita pendek, yakni anekdot, populer pada masa Kekaisaran Romawi. Anekdot berfungsi seperti perumpamaan, sebuah cerita realistis yang singkat, yang mencakup satu pesan atau tujuan. Banyak dari anekdot Romawi yang bertahan belakangan dikumpulkan dalam Gesta Romanorum pada abad ke-13 atau 14. Anekdot tetap populer di Eropa hingga abad ke-18, ketika surat-surat anekdot berisi fiksi karya Sir Roger de Coverley diterbitkan.

 

Baca Juga:

Suka Menulis? Yuk Coba Menulis Cerpen

Kenali Ragam Cerpen Sebelum Memutuskan Membuatnya

Jangan Sampai Kelupaan. Unsur-unsur Pembentuk Ini Harus Ada Dalam Sebuah Cerpen

 

Di Eropa, tradisi bercerita lisan mulai berkembang menjadi cerita-cerita tertulis pada awal abad ke-14, terutama sekali dengan terbitnya karya Geoffrey Chaucer Canterbury Tales dan karya Giovanni Boccaccio Decameron. Kedua buku ini disusun dari cerita-cerita pendek yang terpisah (yang merentang dari anekdot lucu ke fiksi sastra yang dikarang dengan baik), yang ditempatkan di dalam cerita naratif yang lebih besar (sebuah cerita kerangka), meskipun perangkat cerita kerangka tidak diadopsi oleh semua penulis. Pada akhir abad ke-16, sebagian dari cerita-cerita pendek yang paling populer di Eropa adalah “novella” kelam yang tragis karya Matteo Bandello (khususnya dalam terjemahan Perancisnya). Pada masa Renaisan, istilah novella digunakan untuk merujuk pada cerita-cerita pendek.

Pada pertengahan abad ke-17 di Perancis terjadi perkembangan novel pendek yang diperhalus, “nouvelle”, oleh pengarang-pengarang seperti Madame de Lafayette. Pada 1690-an, dongeng-dongeng tradisional mulai diterbitkan (salah satu dari kumpulan yang paling terkenal adalah karya Charles Perrault). Munculnya terjemahan modern pertama Seribu Satu Malam karya Antoine Galland (dari 1704; terjemahan lainnya muncul pada 1710–12) menimbulkan pengaruh yang hebat terhadap cerita-cerita pendek Eropa karya Voltaire, Diderot, dan lain-lainnya pada abad ke-18.

Di Yunani,  cerpen  klasik berupa fabel yaitu cerita yang pelakunya para binatang yang dimanusiakan. Fabel ini mulai beredar di masyarakat sekitar 500 SM tetapi baru ditulis dengan rapi pada abad II. Pada abad kedelapan, lahirlah serial cerpen lisan klasik 1001 Malam. Cerpen klasik bertema romabtik ini pertama kali dipublikasikan dalam bentuk buku pada tahun 1704 di Prancis.

Di Prancis, lahirnya cerpen dipelopori oleh Guy de Maupassant (1850-1893). Guy juga termasuk bapak cerpen dunia. Guy yang pernah  belajar di seminari, dikenal piawai dalam merangkai plot cerita yang ditulisnya dengan bahasa yang sangat indah dan memberikan kesan kelembutan. Salah satu cerpen yang mendunia berjudul The Neckale. Cerpen ini terhimpun dalam buku kumpulan berjudul Contes du jour et de la nuit (1885). Selain itu masih ada 11 buku kumpulan cerpen lainnya, yang diterbitkan hanya dalam rentang waktu lima tahun. Kemudia ia menulis novel dan naskah drama. Ia sangat produktif, ditengah kesibukannya dalam kancah politik.

Sejak itulah cerpen memasyarakat dan lahirlah cerpen modern. Karya tersebut dipublikasikan di berbagai media cetak, khususnya majalah sastra. Cerpen berkembang pesat sejak pertengahan Abad XIX, tidak hanya di Eropa tapi juga di Amerika Serikat. Washington Irving (1783-1859), Edgar Allen Poe (1809-1849) dan Anton Chekhov (1860-1904) digelari sebagai bapak cerpen dunia oleh para kritikus.

Anton Chekhov, sastrawan Rusia, bahkan menjadi pengarang pertama yang mampu menulis cerpen yang sangat pendek. Chekhov dikenal sebagai sastrawan yang sulit di tandingi, kecuali oleh Guy de Maupasssant. Kehebatan karya Chekov terletak pada pendeknya. Tetapi karyanya yang paling pendek pun tetap utuh, selesai dan indah. Selain itu, ia juga menulis novel, naskah drama dan skenario film.

Sedangkan, Edgar Allen Poe dipuji sebagai sastrawan yang mampu menulis cerpen tipe well-made short-story yang sangat indah dan utuh. Cerpennya yang berjudul The Cask of Amontillado sangat termashur. Lain lagi dengan Washington Irving, daya tarik karya cerpennya terletak pada temanya yang dianggap mampu menghibur pembacanya. Ia mengangkat masalah-masalah sosial untuk dijadikan cerpen yang dibumbui humor. Pengarang ini tekun melakukan studi, khususnya studi mengenai sejarah Eropa dan Amerika.

 

Awalnya dari Mesir

Dalam sejarah-sastra dunia, Mesir kuno disebut-sebut sebagai asal muasal tradisi penulisan cerpen, tepatnya pada 3200 SM. Cerpen tertua di dunia ditemukan dalam lembar daun lontar yang diperkirakan ditulis sekitar tahun 3000 SM. Selain itu ditemukan pula flash-flash di nisan-nisan kuburan tua di Mesir. Bahkan, konon banyak karya cerpen Mesir yang kemudian disadur menjadi naskah drama, salah satunya seperti yang terjadi pada kisah Piramus dan Tisbi oleh sastrawan Shekespeare.

Cerpen lalu berkembang di tanah Eropa pada 1812. Amerika baru mengenal cerpen pada 1912 hingga dikenallah kemudian nama Edgar Allan Poe disebuat sebagai bapak cerpen bersifat detektif, sementara Nathanael Hawthorne terkenal dengan sisipan falsafah dalam setiap karya cerpennya.

 

Sejarah Cerita Pendek di Indonesia

Dalam catatan sejarah kesusatraan Indonesia, cerpen Indonesia merupakan salah satu genre sastra yang paling muda usianya jika dibandingkan dengan novel ataupun puisi. Tonggak terpenting sejarah penulisan cerpen di Indonesia dimulai oleh cerita-cerita M. Kasim (bersama Suman Hs.) pada awal tahun 1910-an, yang memperkenalkan bentuk tulisan berupa cerita-cerita yang pendek dan lucu. Sejak saat itulah, di Indonesia mulai dikenal.

Pada akhir abad ke-19 sampai zaman Jepang hampir tidak ada cerpen yang dipublikasikan langsung dalam bentuk buku. Ia muncul lewat penerbitan media massa. Sehingga dalam hal ini, cerpen tidak dapat dipisahkan dari majalah dan surat kabar. Dari sanalah, cerpen Indonesia lahir, berkembang dan memperoleh bentuk yang lebih jelas pada tahun 1930-an. Pada zaman Jepang, cerpen menjadi makin populer ketika pemerintah pendudukan Jepang banyak menyelenggarakan lomba penulisan cerpen. Dari sejumlah cerpenis waktu itu, A.S. Hadisiswoyo, Muhammad Dimyati, Rosihan Anwar pernah memenangi lomba penulisan cerpen. Beberapa nama lain yang karyanya banyak muncul di media massa pada masa itu, antara lain, Sanusi Pane, Armijn Pane, dan D. Djokokoesoemo.

Pada tahun 1950-an, cerpen Indonesia makin mapan keberadaannya. Derasnya pengaruh asing, munculnya semangat kedaerahan, pudarnya dominasi pengarang Sumatra, dan terbitnya berbagai media massa, termasuk majalah Prosa dan Tjerita Pendek yang dikelola Ajip Rosidi, memberi kesempatan munculnya cerpenis dari pelosok tanah air. Bersamaan dengan itu, adanya ruang kebebasan untuk berekspresi, mendorong keberanian melakukan berbagai eksperimen. Oleh karena itu, tidaklah salah jika pernyataan Jacob Soemardjo dalam esai Mencari Tradisi Cerpen Indonesia yang ditulis tahun 1975 menyebut bahwa tradisi penulisan cerpen mencapai masa suburnya sekitar pada dekade 50-an.

Ia menyatakan bahwa pada dekade 50-an merupakan zaman emas produksi cerita pendek dalam sejarah sastra Indonesia, karena pada masa itulah muncul pengarang dengan karya yang fenomenal seperti Riyono Pratikto, Subagyo Sastrowardoyo, Sukanto SA, Nh Dini, Bokor Hutasuhut, Mahbud Djunaedi, AA Navis, dan sederet nama lainnya. Pada cerpen tahun dekade 50-an temanya lebih banyak condong pada agama yang tiba-tiba menjadi alat permainan. Eksplorasi pada kekacauan pikiran dan kegelisahan psikologis digunakan sebagai sarana menyampaikan eksperimen. Hal tersebut membuat parasaan si tokoh menjadi liar, aneh, dan tak terduga.

 

Baca Juga:

Simak Tips Berikut Ini. Inilah Teknik Membuat Cerpen Yang Benar

Kiat Menulis Cerita Ala-Ala (Terbukti Ampuh, Dijamin!)

Lengkap! 15+ Pengertian Cerpen Menurut Ahli

Jangan Salah, Membaca Cerpen Ternyata Bermanfaat Lho. Ini Dia Manfaatnya!

 

Memasuki masa Orde Baru dan terus menggelinding sampai tahun 1970-an, kondisi itu seperti berulang kembali, bahkan jauh lebih luas pengaruhnya. Putu Wijaya, Danarto, dan Kuntowijoyo menjadi tokoh yang sangat menonjol dalam deretan nama cerpenis waktu itu. Karya-karya mereka seolah-olah begitu memukau dalam kemasan dunia jungkir-balik. Realitas cerpen seperti hendak dikembalikan lagi pada hakikatnya yaitu cerita. Maka, logika formal tidak berlaku di sana.

Dibanding generasi sebelumnya, cerpenis tahun 1970-an telah berhasil membangun estetikanya justru sejak awal kemunculannya. Dengan estetikanya itu, mereka tetap bertahan sampai kini. Jadi selain nafasnya panjang, cerpen karya Putu Wijaya seperti Bom (1978) dan Tidak (1999), dengan karya Danarto seperti Goddlob, dan Setangkai Melati di Sayap Jibril (2001) juga menawarkan estetika yang mengakar kokoh hingga dapat bertahan lebih dari tiga dasawarsa. Oleh Korrie Layun Rampan cerpenis tahun 1970-an tersebut dimasukkan ke dalam kotak Angkatan 2000.

Dalam satu dasawarsa ini sendiri, cerpen Indonesia semakin mengukuhkan jati dirinya. Ia tak hanya muncul seperti gelombang yang secara kuantitatif melampaui penerbitan novel dan drama, tetapi juga seperti menempatkan dalam mainstream-nya sendiri. Hal tersebut semakin melengkapi penampang sejarah cerpen Indonesia untuk masa yang akan datang.

 

Sumber:

https://amelchan24.wordpress.com/2013/11/29/sejarah-cerpen-di-dunia/

http://alinda-aliin.blogspot.com/2012/02/sejarah-asalusul-cerpen.html

Jangan Salah, Membaca Cerpen Ternyata Bermanfaat Lho. Ini Dia Manfaatnya!

“Ketika kita membaca cerita tentang orang lain, kita masuk dalam sudut pandang dan pikiran tokoh tersebut. Ini membantu kita memahami orang lain lebih baik, dan membantu kita bekerjasama dengan orang lain.”

 

Begitulah kata Oatley, seorang psikolog dari Universitas Toronto. Ia memaparkan bahwa membaca karya fiksi –termasuk cerpen– dapat membantu kita mengembangkan sifat empati di dalam diri. “Orang yang membaca buku fiksi lebih jago memahami perasaan dan sudut pandang orang lain,” kata Oatley.

 

Buat kalian nih yang masih beranggapan bahwa cerita fiksi atau khayalan itu –cerpen termasuk di dalamnya– sekadar media bacaan penghibur belaka ubah deh mindset kalian mulai dari sekarang.  Ternyata eh ternyata bacaan karya sastra berbentuk fiksi itu punya segudang manfaat. Inilah manfaat yang bakal kalian dapat jika membaca karya fiksi, cekidot.

 

Baca Juga:

Simak Tips Berikut Ini. Inilah Teknik Membuat Cerpen Yang Benar

Kiat Menulis Cerita Ala-Ala (Terbukti Ampuh, Dijamin!)

Lengkap! 15+ Pengertian Cerpen Menurut Ahli

Suka Menulis? Yuk Coba Menulis Cerpen

Kenali Ragam Cerpen Sebelum Memutuskan Membuatnya

Jangan Sampai Kelupaan. Unsur-unsur Pembentuk Ini Harus Ada Dalam Sebuah Cerpen

Mengesankan! Ini Dia Asal Muasal Cerpen Hingga Mendewa di Indonesia

 

  • Kekayaan pengalaman. Sastra sejarah memungkinkan pembacanya untuk melakukan perjalanan ke masa lampau. Selain itu, sastra juga membuat para pembacanya bisa mengunjungi tempat, waktu, dan budaya yang tidak pernah diketahui sebelumnya. Itulah mengapa karya sastra akan memberikan pembacanya kekayaan pengalaman.

 

  • Problem solving. Melalui sastra, siswa diajarkan bagaimana sebuah plot cerita bekerja. Mulai dari prolog, konflik, hingga penyelesaiannya yang lazim, umum, dan masuk akal. Dengan demikian, siswa yang belajar karya sastra ini akan memiliki kemampuan problem solving yang baik.

 

  • Media hiburan yang lucu. Membaca cerita pendek yang mengandung humoria adalah membaca yang mengasyikan, kadang kita bisa membacanya dan sambil tertawa terbahak-bahak.

 

  • Menambah inspirasi bagi pembacanya. Membaca cerita pendek terkadang akan memberikan kontribusi kepada pembacanya, dimana si pembaca akan meniru pola atau sifat karakteristik tokoh-tokoh dalam isi cerita pendek tersebut.

 

  • Hidup lebih bergairah. Dengan membaca cerita pendek yang renyah dan tidak membawa kita berfikir lebih mendalam, maka berdampak akan menggairahkan kehidupan kita lebih baik lagi.

 

  • Mendapatkan banyak pelajaran. Cerita pendek banyak ragam dan tema, sehingga kita akan memperoleh isi cerita yang menarik sesuai dengan tema-tema cerita pendek tersebut.

 

  • Mengubah pola berfikir. Cerita pendek yang mempunyai karakter cerita yang luas, biasanya memiliki banyak arti dan manfaat yang terkandung dalam isi cerita pendek tersebut. Dengan membaca cerita pendek, pikiran kita terkadang bisa dipengaruhi oleh isi cerita tersebut.

 

  • Empati. Karya sastra memungkinkan kita untuk menerima perspektif yang berbeda. Lewat membaca sastra, kamu bisa merasakan menjadi putri raja, polisi, buruan, atau pengungsi sekalipun. Kamu diajak untuk menjadi siapa saja lewat bacaan yang ada di karya sastra. Oleh sebab itu, lewat membaca sastra, siswa akan diajarkan nilai-nilai empati.

 

  • Dapat mengetahui karakter tokoh. Ketika kita membaca cerita pendek, banyak karakter/sifat yang diungkapkan oleh penulisnya, di situ biasanya menceritakan karakter/sifat tokoh si A yang cerewet, cemburan dan lain sebagainya.

 

  • Meninggalkan kesan bagi pembacanya. Pada umumnya cerita pendek menceritakan kehidupan yang imaginer, tetapi terkadang diceritakan oleh penulisnya seakan-akan nyata adanya, sehingga bagi pembaca akan meninggalkan kesan yang menyentuh.

 

  • Motivasi hidup lebih baik. Biasanya cerita pendek akan memberikan suatu contoh gambaran kehidupan seseorang yang berawal dari kegalauan (ada masalah) berakhir kegembiraan yang disisipi dengan dorongan/jalan keluarnya.Dapat dijadikan penelitian. Isi cerita pendek yang menarik biasanya akan dijadikan bahan penelitian sebagai karya ilmiah bahasa Indonesia, seperti misalnya tentang tokoh dan penokohan, plot dan karakter.

 

  • Meningkatkan kemampuan komunikasi. Menulis dan bertutur tentang sastra membantu mempersiapkan siswa untuk menulis dan berbicara tentang apapun. Mereka tidak hanya mampu bekerja dengan kata-kata dan bahasa yang terukur saja, tetapi juga memahami kata-kata.

 

  • Menyelesaikan masalah yang dihadapi. Terkadang cerita pendek yang kita baca sama persis peristiwa yang kita alami, dengan demikian kalau kita membaca cerita pendek tersebut dengan tuntas maka disitu penulis akan menceritakan solusi dari pemasalahan.

 

  • Memperkaya Tata Bahasa. Kalau soal elaborasi bahasa, anak yang dari kecil terbiasa membaca karya fiksi jelas juaranya. Ini dibuktikan oleh penelitian Emory University yang bilang kalau membaca cerita fiksi bisa mengaktifkan wilayah otak temporal cortex kiri yang dapat meningkatkan pemahaman tata bahasa. Fiksi/fantasi lah yang paling berdampak besar. Apalagi kalau ternyata terbiasa membaca bacaan berbahasa asing, misalkan Inggris. Kebayang deh betapa luasnya kemampuan tata bahasamu!

 

  • Dapat dijadikan referensi. Dengan membaca cerita pendek maka akan mendapatkan referensi dari sifat-sifat dan karakter-karakter dari para tokoh-tokoh tersebut.

 

  • Sarana hati dan pikiran menjadi tenang. Membaca cerita pendek yang baik dan sesuai alur cerita yang bagus maka seakan membawa pikiran kita melayang dan terbawa oleh cerita dalam isi cerita pendek tersebut.

 

  • Meningkatkan imajinasi. Membaca karya sastra dapat mengolah imajinasi pembaca. Hal ini disebabkan karena karya sastra memberikan gambaran secara utuh dalam bentuk teks, sehingga mengasah pembaca untuk berimajinasi. Ide-ide dalam karya sastra yang kadang liar dan out of the box juga menjadi salah satu faktor penyebabnya.

 

  • Kemampuan analisis. Karya sastra entah itu puisi, fiksi, dan drama, akan memberikan sebuah koneksi untuk mempertanyakan dan memperhatikan detail. Membaca karya-karya ini juga dinilai dapat meningkatkan kemampuan menganalisis.

 

  • Menyenangkan dan tidak jenuh. Membaca cerita pendek ternyata bisa dibaca bila kita mempunyai waktu yang longgar. Misalnya, hari minggu atau hari libur. Dengan aktivitas membaca cerita pendek itu, membuat suasana tidak membosankan.

 

  • Menambah pengetahuan tentang budaya. Membaca cerita pendek yang biasanya menceritakan budaya tertentu, maka kita akan mendapatkan informasi unsur budaya yang kita dapatkan pada cerita pendek tersebut.

 

  • Semua Orang Butuh Fantasi. Kalau kamu mengira bacaan fiksi/fantasi cuma dibutuhkan sama anak-anak, kamu salah besar. Fantasi merupakan salah satu genre sastra dimana kita bisa belajar menyelesaikan masalah dan penilaian moral. Optimisme itu lah yang dibutuhkan sama orang remaja dan dewasa, yang mulai pesimis dan gentar melihat dunia yang ‘kejam’ ini.

 

Gimana gaes, banyak kan manfaatnya? Teruslah membaca. Semangat.

 

(Dikutip dari berbagai sumber)

 

Penulis: Andro Satrio SG

Lengkap! 15+ Pengertian Cerpen Menurut Ahli

Tidak ada acuan baku yang menjadi standar apa itu cerpen dan bagaimana itu cerpen, sehinga tidak ada pengertian mendasar mengenai cerpen. Pengertian-pengertian cerpen sekarang ini dihimpun dari beberapa pendapat para ahli. Dari pendapat-pendapat merekalah muncul suatu gari besar mengenai pengertian cerpen.

Cerita pendek (Cerpen)/short story –dalam bahasa Inggris– merupakan suatu jenis karya sastra bentuk prosa naratif fiktif. Simpelnya begini, cerpen merupakan karya cerita berdasarkan khayalan/tidak nyata. Karena dikatakan khayalan, maka jenis tulisan ini masuk dalam kategori fiksi. Cerita pendek cenderung menyasar langsung tujuannya dan isinya pun padat, tidak bertele-tele dan kompleks dibanding jenis karya cerita fiksi lainnya.

Inilah pengertian cerpen menurut para ahli.

 

  • Menurut KBBI

Cerpen berasal dari dua kata yakni cerita yang mengandung arti tuturan mengenai bagaimana sesuatu hal terjadi dan relatif pendek berarti kisah yang diceritakan pendek atau tidak lebih dari 10.000 kata yang memberikan sebuah kesan dominan serta memusatkan hanya pada satu tokoh saja dalam cerita pendek tersebut.

 

  • Menurut Susanto dalam Tarigan (1984:176)

Cerita pendek adalah cerita yang panjangnya sekitar 5000 kata atau kira-kira 17 halaman kuarto spasi rangkap yang terpusat dan lengkap pada dirinya sendiri.

 

  • Menurut Lubis dalam Tarigan (1985:177) 
  1. Cerita Pendek harus mengandung interprestasi pengarang tentang konsepsinya mengenai kehidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
  2. Dalam sebuah cerita pendek sebuah insiden yang terutama menguasai jalan cerita.
  3. Cerita pendek harus mempunyai seorang yang menjadi pelaku atau tokoh utama.
  4. Cerita pendek harus satu efek atau kesan yang menarik.

 

  • Menurut Morris dalam Tarigan (1985:177)

Ciri-ciri cerita pendek adalah sebagai berikut.

  1. Ciri-ciri utama cerita pendek adalah singkat, padu, dan intensif (brevity, unity, and intensity).
  2. Unsur-unsur cerita pendek adalah adegan, toko, dan gerak (scena, character, and action).
  3. Bahasa cerita pendek harus tajam, sugestif, dan menarik perhatian (incicive, suggestive, and alert).

 

Baca Juga:

Simak Tips Berikut Ini. Inilah Teknik Membuat Cerpen Yang Benar

Kiat Menulis Cerita Ala-Ala (Terbukti Ampuh, Dijamin!)

Suka Menulis? Yuk Coba Menulis Cerpen

Kenali Ragam Cerpen Sebelum Memutuskan Membuatnya

Jangan Sampai Kelupaan. Unsur-unsur Pembentuk Ini Harus Ada Dalam Sebuah Cerpen

Mengesankan! Ini Dia Asal Muasal Cerpen Hingga Mendewa di Indonesia

Jangan Salah, Membaca Cerpen Ternyata Bermanfaat Lho. Ini Dia Manfaatnya!

 

  • Dalam Purba (2010: 48), H.B Jassin dalam bukunya Tifa Penyair dan Daerahnya

Mengemukakan bahwa cerita pendek ialah cerita yang pendek (1977: 69). Jassin lebih jauh mengungkapkan bahwa tentang cerita pendek ini orang boleh bertengkar, tetapi cerita yang seratus halaman panjangnya sudah tentu tidak disebut cerita pendek dan memang tidak ada cerita pendek yang demikian panjang. Cerita yang panjangnya sepuluh atau dua puluh halaman masih bisa disebut cerita pendek tetapi ada juga cerita pendek yang panjangnya hanya satu halaman. Pengertian yang sama dikemukakan oleh Sumardjo dan Saini di dalam buku mereka Apresiasi Kesusastraan. Mereka berpengertian bahwa cerita pendek (atau disingkat cerpen) adalah cerita yang pendek. Tetapi dengan hanya melihat fisiknya yang pendek orang belum dapat menetapkan sebuah cerita yang pendek adalah sebuah cerpen (1986: 36).

 

  • Menurut Sumardjo (1983: 69)

Cerita pendek adalah cerita yang membatasi diri dalam membahas salah satu unsur fiksi dalam aspeknya yang terkecil. Kependekan sebuah cerita pendek bukan karena bentuknya yang jauh lebih pendek dari novel, tetapi karena aspek masalahnya yang sangat dibatasi

 

  • Menurut Priyatni (2010: 126)

Cerita pendek adalah salah satu bentuk karya fiksi. Cerita pendek sesuai dengan namanya, memperlihatkan sifat yang serba pendek, baik peristiwa yang diungkapkan, isi cerita, jumlah pelaku, dan jumlah kata yang digunakan. Perbandingan ini jika dikaitkan dengan bentuk prosa yang lain, misalnya novel.

Sesuai dengan namanya, cerita pendek dapat diartikan sebagai cerita berbentuk prosa yang pendek (Suyanto, 2012:46).

 

  • Menurut Allan Poe dalam Nurgiyantoro dalam Regina Bernadette

Cerita pendek diartikan sebagai bacaan singkat yang dapat dibaca sekali duduk dalam waktu setengah sampai dua jam, genrenya memiliki efek tunggal, karakter, plot dan setting yang terbatas, tidak beragam dan tidak kompleks “pengarang cerpen tidak melukiskan seluk beluk kehidupan tokohnya secara menyeluruh, melainkan hanya menampilkan bagian-bagian penting kehidupan tokoh yang berfungsi untuk mendukung cerita tersebut yang juga bertujuan untuk menghemat penulisan cerita karena terbatasnya ruang yang ada.

 

  • Jacob Sumardjo dan Saini K.M (1995: 30) dalam Suyanto (2012: 46)

Menilai ukuran pendek ini lebih didasarkan pada keterbatasan pengembangan unsur-unsurnya. Cerpen harus memiliki efek tunggal dan tidak kompleks.

 

  • Menurut A. Bakar Hamid

Menurutnya bahwa cerpen atau disebut juga dengan cerita pendek seharusnya dilihat dari jumlah, kuantitas kata yang digunakan antara 500 hingga 20.000 kata adanya plot, adanya satu karakter dan adanya kesan.

 

  • Menurut Turayev dalam Regina Bernadette

Cerita pendek bentuk karya sastra naratif yang menampilkan cerminan sebuah episode dalam kehidupan seorang tokoh.

 

  • Menurut Aoh. K.H

Cerpen yang merupakan salah satu cerita pendek yang ditulis oleh fiksi atau fantasi disebut dengan naratif prosa pendek.

 

  • Stanton (2012:76)

Cerpen harus berbentuk padat, di dalamnya pengarang menciptakan karakter-karakter, semesta mereka, dan tindakan-tindakannya sekaligus secara bersamaan.

 

  • The Liang dan A. Widyamartaya

Cerpen adalah cerita khayal berbentuk prosa yang pendek, biasanya di bawah 10.000 kata, tujuannya menghasilkan kesan kuat dan mengandung unsur-unsur drama: oleh karena itu alurnya pun disebut konflik dramatik (dalam Korrie, 1995:10).

 

  • Kosasih (2004:431)

Cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk prosa. Dalam cerita pendek dikisahkan sepenggal kehidupan tokoh, yang penuh dengan pertikaian, peristiwa yang mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan pembaca.

(Dikutip dari berbagai sumber)

 

Penulis: Andro Satrio SG

Simak Tips Berikut Ini. Inilah Teknik Membuat Cerpen Yang Benar

Cerita dalam cerpen bisa terbagi ke dalam beberapa jenis. Meski demikian pada kenyataannya langkah-langkah pembuatanya adalah sama, yakni menampilkan suatu keadaan yang harus dihadapi tokoh, lalu secara perlahan muncul sebuah konflik dan membawanya kepada puncak cerita, kemudian konflik reda dan bisa diatasi dan kemudian cerita bisa dianggap selesai.

Setelah pada artikel sebelumnya telah dibahas apa itu cerpen, unsur
pembentuknya, dan juga ragam cerpen. Disini yuk kalian coba eksekusi, mulai tulis cerpen kalian. Di bawah ini ada beberapa tips-nya biar gak keliru saat menuliskannya, yuk patengin.

1. Tema. Setiap tulisan yang dibuat tentu harus memiliki arti agar hasilnya bisa dinikmati. Maka dari itu, kalian memerlukan sebuah tema yang berfungsi sebagai jembatan antara awal cerita dan akhir cerita. Intinya, apapun yang kalian tulis tidak boleh melenceng dari tema tersebut.

2. Tempo Waktu. Waktu yang diceritakan dalam cerpen biasanya terhitung pendek, hitungan hari bahkan hitungan jam. Waktu singkat ini biasanya berupa gambaran tentang satu kejadian yang dialami atau terjadi dalam kehidupan tokoh utama. Upayakan tema yang kalian angkat memuat tentang gambaran tokoh dalam waktu yang singkat ini.

 

Baca Juga:

Kiat Menulis Cerita Ala-Ala (Terbukti Ampuh, Dijamin!)

Suka Menulis? Yuk Coba Menulis Cerpen

Kenali Ragam Cerpen Sebelum Memutuskan Membuatnya

 

3. Setting. Setting dalam cerpen ini bersifat tunggal, jadi kalian harus cermat dalam memilih setting. Usahakan agar setting yang dipilih itu familiar dengan calon pembaca agar mereka pun bisa merasakan suasana cerita melalui setting yang kalian pilih.

4. Penokohan. Tokoh dalam cerita pendek sangatlah terbatas, berkisar 3-5 orang itupun hanya dikemukakan dengan sekilas saja. Jangan terlalu banyak menyertakan tokoh dalam cerpen. Dua sampai tiga tokoh rasanya sudah sangat cukup sehingga efektivitas cerita tetap terjaga.

5. Alur. Ini sangat menentukan menarik tidaknya cerita yang kalian buat. Munculkan alur yang baik di awal paragraf agar pembaca merasa tertarik dan penasaran untuk mengetahui kelanjutan cerpen yang kalian buat.

6. Baca Ulang. Jangan buru-buru mempublikasikan cerpen kalian. Baca dahulu keseluruhan cerpen kalian. Teliti benar-benar tanda baca dan bahasa yang kalian pakai. Kalau ini diabaikan, fatal bagi kalian. Bisa ada kekeliruan bahasa atau kesalahan penggunaan tanda baca sehingga dapat merubah makna cerita.

Tahapannya antara lain:

1. Pilih titik narasi sudut pandang cerita pendek. Kalian dapat menulis kisah sebagai dalam salah satu karakter (orang pertama), atau sebagai narator terpisah yang menyajikan hanya satu pikiran karakter dan pengamatan (orang ketiga yang terbatas), atau sebagai narator terpisah yang menyajikan pengalaman dan pengamatan dari beberapa karakter (orang ketiga yang maha tahu). Titik pertama sudut pandang akan mengacu pada karakter sentral sebagai ‘aku’ bukan ‘dia’ atau ‘dia’.

2. Pengembangan dan kekuatan dari sudut pandang akan menentukan jalan cerita. Sudut pandang orang ketiga akan lebih leluasa mengeksplorasi tokoh dan bagaimana penokohan berlangsung, minusnya akan sedikit kehilangan dalam proses pencarian jati diri.

3. Buat tokoh utama. Ini harus menjadi yang paling berkembang dan biasanya karakter paling simpatik dalam cerita.

4. Buat masalah, atau konflik, atau sudut kerja bagi tokoh utama. Konflik dari cerita pendek harus mengambil salah satu dari lima bentuk dasar: orang vs orang, orang vs dirinya sendiri, orang vs alam, orang vs masyarakat, atau orang vs Tuhan atau nasib. Jika kalian memilih konflik orang vs orang, membuatnya antagonis untuk melayani mereka yang protagonis maka harus ada pertentangan yang seimbang.

5. Menetapkan karakter terpercaya dan pengaturan, dengan deskripsi yang jelas dan dialog, untuk menciptakan cerita di mana pembaca akan tertarik.

6. Membangun ketegangan cerita pendek dengan memiliki tokoh yang mati matian, bahkan mengalami beberapa usaha yang gagal untuk memecahkan dan mengatasi masalahnya sendiri.

7. Menciptakan krisis yang berfungsi sebagai kesempatan terakhir bagi tokoh utama untuk memecahkan masalahnya.

8. Menyelesaikan ketegangan dengan membuat tokoh utama lolos dari masalah. Hal ini biasanya disebut sebagai klimaks cerita.

9. Memperpanjang fase resolusi, jika kalian suka, dengan merefleksikan tindakan dari cerita yang signifikan dengan karakter atau masyarakat.

Selain itu, teknik-teknik menulis cerpen yang lain:

1. Paragraf Pertama Harus Mengesankan
Paragraf pertama merupakan pembuka cerita. Usahakan buat semenarik mungkin yaitu dengan cara langsung masuk ke pokok persoalan. Jika baru paragraf awal saja sudah melenceng ke mana-mana bisa menimbulkan kebosanan bagi pembaca.

2. Menggali Suasana
Suasana dan gambaran latar cerita yang biasa saja tidak lagi menarik bagi pembaca. Buat latar yang kreatif dan mendetail. Mengambarkan kota besar dengan keramaiannya sudah tidak menarik lagi. Kaitan suasana hati dalam membentuk sebuah latar, itu memberi kesan pembaca merasa tersentuh.

 

Baca Juga:

Jangan Sampai Kelupaan. Unsur-unsur Pembentuk Ini Harus Ada Dalam Sebuah Cerpen

Mengesankan! Ini Dia Asal Muasal Cerpen Hingga Mendewa di Indonesia

Jangan Salah, Membaca Cerpen Ternyata Bermanfaat Lho. Ini Dia Manfaatnya!

Lengkap! 15+ Pengertian Cerpen Menurut Ahli

 

3. Gunakan Kalimat yang Efektif
Kalimat efektif difungsikan langsung tertuju kepada pembaca. Dengan kalimat efektif pembaca lebih mudah memahami setiap bagian cerita mulai awal hingga akhir. Bukan cuma kalimat yang harus efektif saja, kekayaan kosakata penting dimilki seorang penulis cerpen supaya tulisan yang dibuat tidak terkesan membosankan.

4. Menggerakan Tokoh
Di setiap cerpen pasti selalu ada tokoh entah itu pengandaian manusia, hewan, maupun yang lainnya. Tokoh-tokoh dalam cerita harus bergerak secara dinamis sehingga terasa seperti kehidupan sehari-hari.

5. Fokus Cerita
Di cerita pendek fokus cerita harus berpusat pada satu persoalan pokok.

6. Gebrakan Akhir
Cerpen biasanya berakhir ketika persoalan sudah dianggap selesai. Berilah gebrakan yang membuat pembaca melongo dan terpana. Tentunya, itu kembali lagi kepada si pembuatnya karena kapan cerita itu selesai ditentukan dan dikehendaki sendiri oleh yang membuatnya.

Ayo terapkan dalam cerpen kalian. Selamat mencoba.

Penulis: Andro Satrio SG

Kiat Menulis Cerita Ala-Ala (Terbukti Ampuh, Dijamin!)

Langsung aja biar gak panjang lebar, ini tips untuk menulis cerita. Ingat! Ini berguna untuk menulis cerita ke dalam bentuk apapun (bisa cerpen, novel, skenario film, dan lain sebagainya). So, gak perlu panjang lebar lagi, gass.

 

Tentukan Tema

Ya untuk membuat suatu cerita harus ada tema dong. Kalau tidak  ada temanya apa yang mau dibuat. Tema bisa kalian cari dari mana saja, cari sebebas-bebasnya. Kalau menemukan tema yang gak masuk akal gimana? Tidak apa-apa. Tema tidak masuk akal di sini buka tema yang ngalor ngidul gitu ya. Tema yang tidak masuk akal di sini adalah tema yang ‘gak kepikiran sama orang lain’. Contohnya tulisan Raditya Dika, Ia mengangkat cerita yang sangat unik bukan? Itu merupakan pengembangan dari tema sedikit “tidak masuk akal” tapi hasilnya apa, menjadi sebuah cerita yang sangat menarik.

 

Buat Premis

Presmis merupakan inti dari keseluruhan cerita yang dibuat dan bisa disimpulkan menjadi 1 kalimat saja. Istilahnya garis besar sebuah ceritalah, seperti itu. Gak usah buru-buru untuk langsung menulis, buat dulu saja premisnya. Contoh: Seorang hantu nenek tua ingin mengirim surat sebagai pesan terakhir kepada cucunya, namun ia tidak tau kantos Pos ada di mana. Sesimpel itu saja, dari premis itulah pengembangan cerita baru dilakukan. Sangat disayangkan sekali jika sudah membuat cerita berpuluh-puluh halaman tetapi ketika di tanya “Premis cerita lo apa”, malah kebingungan jadinya. Kasus lain, sudah menulis cerita berpuluh-puluh halaman setelah itu bingung kelanjutan cerita mau dibawa kemana, sehingga tulisan itu tidak pernah selesai malah menulis dengan tema yang baru.

Untuk membuat sebuah premis dibutuhkan sebuah rumus. Rumusnya gini, KARAKTER+TUJUAN+HALANGAN. Seperti contoh premis tadi, Seorang hantu nenek tua ingin mengirim surat sebagai pesan terakhir kepada cucunya, namun ia tidak tau kantos Pos ada di mana. Karakternya yaitu si hantu nenek tua. Tujuannya ingin mengirim surat sebagai pesan terakhir kepada cucunya. Halangannya apa? Si hantu nenek tua itu tidak tau kantor Pos ada di mana. Nanti bisa berkembang sangat luas, karakter itu seperti apa, bagaimana cara dia mengatasi halangan itu, nanti bakal ada konflik, blablabla, dan banyak lagi.

Lantas apa gunanya premis? Supaya kalian tahu cerita yang kalian buat itu bagus atau tidak. Kalau kalian yang ingin mengorbitkan tulisan kalian entah itu di jual atau dilombakan, penilaian karya kalian itu layak tidaknya dari sebuah premis lho. Gak perlu cerita panjang lebar, ceritakan saja “saya punya cerita, premisnya gini dan gini dan gini,” selesai. Kalo premisnya saja sudah menarik pasti tuh tulisan langsung diambil dan diorbitkan, percaya deh.

 

Baca Juga:

Suka Menulis? Yuk Coba Menulis Cerpen

Kenali Ragam Cerpen Sebelum Memutuskan Membuatnya

Jangan Sampai Kelupaan. Unsur-unsur Pembentuk Ini Harus Ada Dalam Sebuah Cerpen

Mengesankan! Ini Dia Asal Muasal Cerpen Hingga Mendewa di Indonesia

Jangan Salah, Membaca Cerpen Ternyata Bermanfaat Lho. Ini Dia Manfaatnya!

Lengkap! 15+ Pengertian Cerpen Menurut Ahli

Simak Tips Berikut Ini. Inilah Teknik Membuat Cerpen Yang Benar

 

Buat Alur/Plot Cerita

Jangan apa-apa, misalnya punya ide terus langsung ditulisan, jangan. Buat dulu alur ceritanya seperti apa. Sebagai saran nih, bagi alur ke dalam 3 bagian/babak.

 

  • Bagian/babak 1: Sangat Ingin
  • Bagian/babak 2: Usaha
  • Bagian/babak 3: Bisa atau Tidak

 

Menyambung contoh premis tadi, misal si hantu nenek tua sangat ingin apa, baru tulis tuh berapa halaman. Terus usaha si hantu nenek tua itu kayak apa, tulis lagi ke dalam beberapa halaman. Terakhir, bisa atau tidak nenek itu menuntaskan keinginannya dengan usahanya, tulis mejadi beberapa halaman. Dengan begitu tulisan kalian jadi rapih, mulai dari apa, berhenti dimana, dan habisnya di mana semuanya jelas gitu, bertujuan.

 

Karakter

Pada dasarnya sah-sah saja si pembuat cerita membuat karakter yang akan di bawa ke dalam ceritanya. Hanya saja di dalam membuat karakter itu kalian harus selipkan satu identitas, karakter yang kalian buat itu harus mempunyai kelemahan. Kalian harus cari kelemahan apapun itu kemudian masukkan ke dalam setiap karakter yang kalian buat. Pada akhirnya nanti kelemahan itu dapat dikendalikan oleh sang karakter tersebut seiring berjalannya cerita. Misal, cowok yang gagap berbicara dengan seorang cewek. Seiring berjalannya waktu si cowok berusaha bagaimana supaya tidak gagap lagi dan akhirnya bisa, tentu dengan usaha dan pastinya ada konflik di sana.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah buat karakter dengan nama biasa. Hal yang membuat cerita kalian berbeda dengan yang lainnya bukan dari nama melainkan daya tarik tulisan kalian sehingga orang rela untuk membaca. Jadi, kalian tidak perlu nama-nama karakter yang aneh-aneh, pakai saja yang ada di sekeliling kalian. Cotoh:teman, keluarga, lingkungan, dan lainya. Hal ini meskipun sepele dapat dimungkinkan sekali orang percaya terhadap tulisan kalian karena sudah jelas kenyataannya nama-nama tersebut ada dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kalimat Pertama Paling Menentukan

Mengapa sangat menentukan? Karena kalimat pertama digunakan untuk membuka cerita. Kalau terkesan lurus-lurus saja, baru membaca kalimat awal mungkin orang sudah tidak tertarik untuk membaca isi keseluruhan ceritanya.

Cara membuat kalimat pembuka yang mengesankan bagaimana? Caranya buat kalimat pertama yang diambil dari tengah cerita, kemudian pakai action, dan terakhir akhiri menjadi seperti membuat penasaran. Jangan gunakan seperti Matahari pagi ini…, Aku terbangun dari tidurku…, itu sudah sangat membosankan.

 

Biasakan Menulis Jelek

Jangan pernah takut untuk menulis jelek, kalau kalian sudah takut duluan malah akan membuat kalian menjadi depresi. “Tulisan Sampah” itu penting, itu sebagai landasan awal tulisan kalian, bisa kalian buat menjadi draf 1. Draf awal itu yang natinya diproses menjadi draf-draf berikutnya sehingga mencapai draf final. Lebih baik menulis satu halaman jelek daripada tidak sama sekali. Draf kalian dikatakan bagus bila dalam proses mengerjakan drafnya yang dihapus hanya titik dan komanya saja, itu.

Untuk mengukur kadar kebagusan tulisan kalian cetak ke dalam bentuk fisik draf yang sudah kalian buat. Setelah itu suruhlan orang lain membaca dan minta komentar yang jujur mengenai tulisan kalian, bagus atau tidak. Semakin awam orang yang membaca tulisan kalian justru semakin bagus, inilah yang akan mewakili pembaca tulisan kalian nanti.

 

Jangan Kasih Tau, Tapi Kasih Lihat

Jangan terang-terangan dalam suatu cerita menerangkan sesuatu. Sebagai contoh, Andi adalah seorang playboy, jangan langsung to the point seperti itu. Buat seperti ini, Setiap hari ia selalu menggandeng wanita yang berbeda, di sebalah kanan dua dan di sebelah kiri tiga, Andi namanya.

 

Tulislah Apa yang Kalian Suka

Berbicara Idealisme atau mengikuti arus pasar, semua kembali ke penulisnya. Lebih baik buatlah dulu tulisan yang benar-benar kalian suka. Kalaupun tidak laku atau tidak menang dalam suatu perlombaan karena faktor juru tidak suka, paling tidak ada satu orang yang suka, yaitu diri kalian. Setidaknya apa yang sudah dikerjakan tidak benar-benar sia-sia.

 

Gimana gaes, mulai sekarang jangan pernah ragu untuk menulis. Coba terus dan semoga berhasil. Semangat.

(Artikel ini dibuat mengambil intisari dari materi penulisan Raditya Dika)

 

Penulis: Andro Satrio SG

Jangan Sampai Kelupaan. Unsur-Unsur Pembentuk Ini harus Ada Dalam Sebuah Cerpen

Menulis cerpen bisa dilakukan siapa saja. Menulis cerpen pun bisa memberikan dampak yang positif lho. Bagi yang hatinya sedang gundah-gulana tapi ragu jika ingin curhat kepada orang lain, kalian bisa terang-terangan tulis semua di sini. Hal tersebut diibaratkan membebaskan hati dari masalah ke dalam bentuk sastra.

Kebanyakan orang yang baru mulai menulis mengalami kesulitan. Kayak mana sih mulainya? biar terkesan bercerita harus diapain sih? terus bikin akhirnya biar seru itu bagaimana? Untuk hal-hal tersebut sebenarnya gampang. Cerpen itu terbentuk dari unsur-unsur yang membentuknya. Unsur dalam cerpen terbagi 2, intrinsik dan ekstrinsik . Paham 2 hal ini kalian pasti dengan mudah bisa menulis cerpen. Yuk simak penjelasannya.

 

Unsur Intrinsik Cerpen 

Unsur intrinsik dalam cerpen merupakan unsur-unsur yang membentuk cerpen dari dalam. Unsur intrinsik cerpen terdiri dari:

  1. Tema dan Amanat

Meskipun perannya berbeda tapi kedua bagian ini saling ketergantungan. Banyak amanat dari cerpen berlandaskan dari temanya.

-Tema

Tema merupakan gagasan, ide pokok, pikiran utama yang menjadi dasar sebuah cerpen itu dibentuk. Pengarang menulis cerpen itu untuk mengemukakan gagasannya kepada para pembaca. Tema sendiri terbagi menjadi 2, tema besar dan tema kecil. Tema besar biasanya bersifat umum dan biasa berkaitan dengan sosial, budaya, agama, politik, pendidikan, dan lainnya. Sedangkan tema kecil itu lebih bersifat sederhana bisanya bersinggungan denga personal, hal-hal yang berkaitan dengan individu. Sebuah cerpen bisa terbuat dari satu tema saja, namun juga bisa terbentuk dari beberapa tema kecil yang mengacu pada tema besar.

-Amanat

Amanat merupakan pesan yang disampaikan penulis melalui cerita. Bisa secara langsung (eksplisit) ataupun secara tersirat (implisit).

 

  1. Alur

Alur adalah jalannya sebuah cerita, biasa juga disebut plot. Alur yang ingin di buat bisa mulai dari mana saja, tidak harus berurutan. Pada alur dikenal 3 jenis alur, antara lain alur maju, alur mundur, dan alur maju mundur. Alur maju (progresif) alur yang menempatkan jalan cerita tersusun secara kronologis di awal, biasa dimulai perkenalan dan klimaksnya ada di akhir. Alur mundur (flashback) merupakan kebalikannya dari alur maju, peristiwa-peristiwa disajikan di awal cerita. Sedangkan alur maju mundur yaitu alur cerita yang urutan kronologisnya berada di awal kemudian diselingi peristiwa-peristiwa sebelumnya, kemudian kembali lagi ke peristiwa awal dan begitu seterusnya sampai akhir cerita.

 

Baca Juga:

Suka Menulis? Yuk Coba Menulis Cerpen

Kenali Ragam Cerpen Sebelum Memutuskan Membuatnya

Mengesankan! Ini Dia Asal Muasal Cerpen Hingga Mendewa di Indonesia

Jangan Salah, Membaca Cerpen Ternyata Bermanfaat Lho. Ini Dia Manfaatnya!

Lengkap! 15+ Pengertian Cerpen Menurut Ahli

Simak Tips Berikut Ini. Inilah Teknik Membuat Cerpen Yang Benar

Kiat Menulis Cerita Ala-Ala (Terbukti Ampuh, Dijamin!)

 

  1. Tokoh

Tokoh dalam cerpen berarti pelaku yang memainkan perannya dalam sebuah cerita. Bisa sebagai manusia, hewan, dan sebagainya. Tokoh-tokoh dalam cerita saling berhubungan sehingga menghasilkan sebuah peristiwa. Berdasarkan watak tokoh dalam cerita, tokoh dibagi dalam tiga kategori, antagonis, protagonis, dan tritagonis. Antagonis merupkan peran tokoh dalam cerita yang memiliki watak jahat. Protagonis kebalikannya, berwatak baik. Lalu untuk tritagonis tokoh pembantu berdasarkan antagonis maupun protagonis.

Selain itu, ada tokoh-tokoh berdasarkan fungsinya, ada yang namanya tokoh utama (sentral), tokoh pembantu, dan figuran. Tokoh utama yaitu tokoh yang menjadi pusat cerita sehingga ia sangat memegang peran yang penting dalam sebuah cerita. Tokoh pembantu yaitu tokoh yang mendukung jalannya cerita. Kehadirannya sangat perlu untuk membantu tokoh utama. Terakhir figuran, figuran hanya pelengkap saja dalam sebuah cerita. Keberadaannya bisa dikatakan tidak terlalu penting dalam sebuah cerita.

  1. Penokohan

Penokohan merupakan cara pandang pengarang untuk memberikan gambaran setiap karekter tokoh dalam sebuah cerita. Baik protagonis, antagonis, maupun tritagonis dibentuk dalam penokohan. Ada 2 cara membuat penokohan dalam cerita:

  1. Secara Langsung

Penulis secara tegas-tegasan menuliskan watak tokoh dalam cerita. Penulis memberikan komentar terkait gambaran tokoh tersebut secara tersurat.

  1. Secara Tidak Langsung

Si pembuat cerita menggambarkan watak tokoh dalam cerita biasanya dalam sebuah percakapan cerita.

 

  1. Latar

Latar atau setiing dibuat guna memberikan informasi mengenai waktu, tempat, dan suasana dalam cerita.

 

  1. Point of View (Sudut Pandang)

Sudut pandang merupakan cara penulis menerjemahkan keinginannya terhadap tokoh-tokoh yang ada dalam cerita dengan bercerita. Sudut pandang dibagi ke dalam 3 bagian:

  1. Sudut pandang orang pertama

Penulis masuk ke dalam sebuah cerita, biasa menggunakan kata ganti aku atau saya.

  1. Sudut pandang orang ketiga

Penulis berada di luar cerita. Orang ketiga di sini serba tahu, teptapi bisa juga hanya sebagai pengamat. Biasa mengunakan kata ganti ia, dia, dan nama orang.

  1. Sudut pandang campuran

Penulis mengunakan kata ganti orang pertama dan ketiga dalam cerita dan membaurkannya. Penulis juga bisa masuk dalam ceritanya ataupun hanya sebagai narator.

 

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik merupakan unsur yang membangun cerita dari luar cerita namun tidak secara langsung mempengaruhi cerita tersebut. Adapun beberapa unsur ekstrinsik dalam certia, diantaranya:

  1. Latar belakang pembuatan

Latar belakang pembuatan merupakan cerita awal yang ditujukan memberikan pemahaman kepada pembaca maksudnya mengapa sebuah cerita tersebut dibuat. Atau memberi pengetahuan kepada pembaca apa yang ingin penulis sampaikan dalam cerita tersebut.

  1. Latar belakang pengarang/penulis

Latar belakang pengarang merupakan unsur ekstrinsik yang juga berpengaruh dalam pembuatan cerita. Bisa berupa biografi, aliran sastra, dan kondisi psikologis pengarang/penulis dalam menentukan tema, bahasa, dan cara pandangnya dalam membuat sebuah cerita.

  1. Situasi

Situasi yang dimaksud yang berkaitan dengan masyarakat. Pemahaman ideologi, politik, sosial, budaya, ekonomi, dan lainnya. Situasi ini bersifat latar dalam sebuah cerita dan biasa berada dalam dialog tokoh ataupun narasi sebuah penulis.

Sudah Paham belum? Yuk pelajari biar jago nulis cerpennya. Selamat mencoba.

 

Penulis: Andro Satrio SG