Judul Lagu Populer Ini Menggunakan Idiom Bahasa Inggris. Sudah Tahu Artinya?

Judul Lagu Populer Ini Menggunakan Idiom Bahasa Inggris

Idiom adalah ungkapan bahasa berupa gabungan kata, yang maknanya sudah menyatu dan tidak dapat ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya. Secara mudahnya, idiom adalah ungkapan yang maknanya tidak bisa diartikan secara literal.

Judul Lagu Populer Ini Menggunakan Idiom Bahasa Inggris

Kalau kamu belum tahu, penggunaan idiom ini sering ditemukan pada lagu-lagu berbahasa Inggris yang cukup populer, lho.

Mau tahu apa saja contohnya? Yuk kita lihat.

  1. Lady Gaga – Poker Face
    Poker face adalah salah satu single terlaris Lady Gaga di tahun 2009 yang lalu. Tapi kamu tahu nggak apa arti dari idiom ‘poker face’ di lagu ini?

    Poker face dapat diartikan sebagai ekspresi wajah seseorang yang tidak menunjukkan apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan oleh orang tersebut. Istilah ini berasal dari pemain kartu poker yang tidak menunjukkan ekspresi wajahnya agar orang-orang tidak bisa menebak apa yang mereka pikirkan atau rasakan.
  2. Bruno Mars – Count on Me
    Lagu Bruno Mars ini menceritakan tentang persahabatan dan apa yang seharusnya dilakukan oleh sahabat sejati. Berkaitan erat dengan makna lagunya, idiom count on sendiri berarti mengandalkan atau bergantung pada seseorang atau sesuatu.
  3. Adele – Under the Bridge
    Under the Bridge adala salah satu lagu Adele di albumnya yang diberi nama 25.

    Under the Bridge secara idiomatik dapat diartikan sebagai masalah yang dimiliki oleh seseorang di masa lalu, namun tidak dikhawatirkan lagi karena sudah lama terjadi dan tidak dapat diubah lagi. Meskipun singkat, tapi makna dari idiomnya cukup panjang, ya!
  4. Ed Sheeran – Thinking Out Loud
    Selanjutnya ada lagu dari Ed Sheeran yang berjudul Thinking Out Loud. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang mengungkapkan perasaannya kepada orang yang ia sayangi. Nah sesuai banget dengan judulnya, idiom thinking out loud berarti menyatakan secara langsung apa yang sedang dipikirkan.
  5. Michael Jackson – Beat It
    Salah satu judul lagu dari King of Pop juga ada yang mengandung idiom lho. Lagu Beat It yang rilis di tahun 1982 ternyata juga merupakan sebuah idiom. Secara idiomatik, Beat It memiliki arti ‘go away’ atau sebuah suruhan untuk pergi/dilarang datang.

Itulah beberapa judul lagu populer yang menggunakan idiom bahasa Inggris. Mulai sekarang jangan cuma dengarkan lagunya, tapi pahami juga arti dan makna lagunya supaya wawasanmu makin luas ya!

Kesalahan Dalam Belajar Yang Harus Kamu Hindari

Kesalahan Dalam Belajar Yang Harus Kamu Hindari

Belajar pada dasarnya bukan hanya kewajiban anak sekolah. Orang dewasa yang sudah bekerja pun perlu untuk terus belajar. Karena tanpa belajar, kita tidak akan mengetahui apa yang seharusnya kita ketahui.

Kesalahan Dalam Belajar Yang Harus Kamu Hindari

Namun sayangnya, belajar seringkali dianggap sebagai suatu kegiatan yang membosankan. Hal tersebut menyebabkan munculnya kesalahan-kesalahan yang membuat kita gagal menyerap informasi dalam proses belajar. Akhirnya bukannya ilmu, tapi hanya capek saja yang didapatkan selama proses belajar tersebut. Supaya proses belajar lancar dan kamu mendapatkan hasil yang sesuai, kamu harus menghindari 6 kesalahan berikut ini.

  1. Berorientasi Pada Nilai
    Mendapatkan nilai bagus pasti menjadi tujuan bagi kamu yang masih bersekolah. Tapi jika itu yang menjadi tujuan utamamu, maka hasil yang akan kamu dapatkan selama belajar mejadi tidak maksimal. Mungkin setelah belajar dan ikut ujian, kamu akan mendapatkan nilai yang bagus. Tapi setelah itu kamu akan cepat melupakan apa yang sudah kamu pelajari.
    Seharusnya, yang menjadi tujuanmu dalam belajar adalah untuk mengembangkan diri.  Karena dengan tujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang kamu miliki,hasil belajarmu bisa bermanfaat untuk dirimu sendiri dan orang lain.
  2. Berlebihan Dalam Belajar
    Mempunyai semangat belajar yang sangat menggebu-gebu tentu bagus. Tapi jangan sampai semangat tersebut membuat kamu jadi berlebihan dalam belajar. Belajar terlalu lama bisa membuat otak dan tubuhmu kelelahan. Saat lelah, otak juga menjadi kesulitan untuk menerima dan menyimpan informasi. Karena itu jangan berlebihan dalam belajar ya!
  3. Tidak Dilakukan Dengan Rutin
    Tahukah kamu, bahwa yang terpenting dalam belajar sebenarnya bukanlah lama waktunya, melainkan seberapa sering kamu belajar. Belajar 15 menit setiap hari akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan belajar selama empat jam tapi hanya seminggu sekali.
  4. Malas Latihan
    Malas untuk latihan/praktik juga menjadi salah satu kesalahan umum dalam belajar. Setelah kamu memahami apa yang sudah kamu pelajari, sebaiknya dipraktikkan lagi agar kamu semakin paham.
    Misalnya saat kamu belajar bahasa asing, cobalah untuk latihan berdialog menggunakan bahasa asing yang kamu pelajari.

Itulah kesalahan-kesalahan yang seringkali dilakukan saat belajar. Supaya hasil belajarmu lebih maksimal, yuk hindari kesalahan-kesalahan tersebut dan belajar lebih giat lagi untuk terus mengembangkan diri.

Pengumuman Lomba Puisi Nasional


Pengen tau siapa saja juri Lomba Puisi Nasional
Event Hunter Indonesia 2019? Yuk lihat profil beliau

Profil Juri :
1. Fadizafajar

  • Menyenangi puisi dan merangkai kata-kata sejak masih duduk di Madrasah
  • Aktif di komunitas literasi masjid dan mengisi rubrik puisi di website mjscolombo.com
  • Buku kumpulan puisinya yang pertama berjudul “Henti Yang Tumbuh” (2019)
  • Sedang menyiapkan naskah kumpulan puisi sebagai buku keduanya
  • Sangat menyukai melukis dan segala hal tentang elegi dan spiritual
  • Lulus Sarjana Sosial Islam (S.Sos.I.) dari Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto
  • Lulus Magister Pendidikan (M.Pd.) dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)
  • Guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Diponegoro Purwokerto
  • Dosen Bahasa Indonesia di IAIN Purwokerto
  • Dosen Agama Islam di STIMIK-AMIKOM Purwokerto

2. Achmad Sultoni

  • Dosen muda dan penulis
  • Karyanya dibukukan dalam buku
  • – Historiografi (2013)
  • – Litera Sastra II Antologi Puisi Lima Negara (2014)
  • – Indonesia dalam Titik 13 (2013)
  • – Wulan Ndadari (2019)
  • Buku puisi tunggal bertajuk “Dongeng Pohon Pisang” (2019)
  • Bergiat di Komunitas Penyair Institute Purwokerto

3. Nunung Deni Puspitasari

  • Menulis sejak tahun 2004
  • Mengikuti pelatihan menulis oleh Yayasan Umar Kayam (2008)
  • Penulis terbaik dengan karyanya “Pulung”
  • Menerbitkan novel anak Tiga Cinta – Balai Bahasa (2018)
  • Masih aktif menulis dan berteater

4. Rosaliana Intan Pitaloka

  • Juri Lomba Puisi UNS (2017 & 2018)
  • Pewara Festival Literasi Indonesia (2018)
  • Pewara Siaran Televisi “Paramabahasa” TVKU (2018)
  • Pewara Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat SMTA Jateng (2019)
  • Juri Lomba Cipta Puisi Nasional II “Rindu” (2019)
  • Juri Lomba Menulis Puisi se-Asia Tenggara (2019)

5. Guntur Ramadhan

  • Pendiri Organisasi Indonesia Berbagi Buku
  • Penulis Artikel Terbaik Majalah Negeri Seribu Kubah (2016)
  • Penghargaan Pertama dalam Pajang Karya Seni Rupa (2016)
  • Mendapatkan penghargaan dari Bupati atas Pelaksanaan Pagelaran Budaya sebagai koordinator (2017/2018)

6. Alfin Rizal

    • Pemenang Lomba Esai Seni Rupa Nasional (2016)
    • Peserta Temu Penyair Asia-Tenggara
    • Menerbitkan buku Mata Kata, Lisan Tulisan, dan Antologi Puisi Asmaragama
    • Puisi-puisinya dimuat di Koran Tempo dan Minggu Pagi

Setelah melalui seleksi karya oleh 6 Juri maka pada hari Sabtu, 7 Desember 2019 dengan persaingan yang amat ketat juri berhasil menentukan Finalis 6 Besar, 30 Besar dan 100 Besar

Berikut, Finalis 6 Besar Lomba Puisi Nasional 2019 :

No Judul Puisi Pengarang Instagram
1 Egokrasi Feryan Christ Jonathan @feryanchrist_j
2 Dibalik Suara Yang Di Nistakan ISMA IRMAWATI @ismai.rmawati
3 Ku-Bu (I) Bu-Ku Amaliatus Solikhah @amaliatuss_
4 Nyanyian Burung Belantara Mauliya Nandra Arif Fani @mauliyanandra
5 Kini Kurindu Indonesia Erika Selvianti @_erk.slv
6 Senandung Pagi Aditya Niti Afsa @adityanaf

KARYA Finalis 6 Besar DAPAT DIDOWNLOAD DI http://bit.ly/6BESARLPNINA

Selamat bagi finalis 6 Besar, selanjutnya finalis 6 besar akan memasuki ke tahap pembacaan atau tahap terakhir dalam perlombaan untuk menentukan pemenangjadikan ini titik balik untuk lebih termotivasi dalam berkarya. Bagi yang belum berhasil menjadi finalis, jangan berkecil hati. Nikmatilah proses dan tetap semangat.

Ketentuan Pembacaan Puisi

  • Peserta yang karyanya terpilih 6 besar akan membacakan puisinya di depan juri.
  • 6 finalis datang ke lokasi yang ditentukan oleh panitia ( akan dihubungi via WhatsApp)
  • Dalam pembacaan puisi, finalis mempelajari format penilaian Baca Puisi ( ada dibawah)
  • Bagi finalis yang berhalangan  hadir maka ia harus mengirim video dengan batas waktu yang ditentukan panitia. Video yang dikirim harus HD, tidak boleh diedit dan tidak diperbolehkan menambahkan efek apapun dalam video pembacaan, video yang dikirimkan harus jelas dan jernih
  • Finalis yang tidak bisa hadir harus memiliki alasan yang jelas
  • Finalis tidak bisa diwakilkan orang lain

Berikut, Finalis 30 Besar Lomba Puisi Nasional 2019:

No Judul Puisi Nama Pengarang Instagram
7 Walau Gugur Shafitry Dirgandhiny shafitdirga
8 Pohon, Kemarau Dan Api Rifa Alfianti Rifaalfianti
9 Di Toko Itu Aku Bertemu Indonesia Farhan Zulalulfikrie @farhanzulalulfikrie
10 Desis Merilis Miris Faizah Munjata Salma @faizfaizah26
11 Kepada Tuan Aina Shofi Salsabila Nur Amalia @ainashofi
12 Nubuat Manusia Bertopeng Pipit Fatikha  @pipit_ftkha
13 Runtai Angka Si Penyorak Anis Khoirunnisa Syahrussalamah @syahrussalamah
14 Mencuri Doa Dalam Ziarah Rindu Mardhiyan Novita MZ @mardhiyannovitamz
15 Garuda Pancasila Ruli Seftiana Aziza @ruli_sa
16 Kalimantanku Dwiky Meidian Bahri  @dwikymeidian
17 Kanibal Negeri Acep Arya Sukma  @Cep.a872
18 Pandangan Ku Nurfawwaz nufz8
19 Surga Dunia Yang Kian Luruh Stefhanie Ardianty @stefhanieardianty
20 Pandangan Muhammad Taufiq Rizqi Abdullah @taufiq_rizqi111
21 Gelap Dan Terang Lintang Mahardhika Artawijaya @lmahardhika
22 Hirik Pikuk Riza Azmi @barislaut_
23 Delusi Luthfina Lailatul Mahmudah  @luthfina_lailatul
24 Negeri Yang Retak Denny Micky Hidayat  @denny_micky_hidayat
25 Tanah-Tanah Putih Yang Kemerahan Muhammad Raka Ramadhan @muhammadrakaramadhan
26 Mata Cinta Agape Kitty Andriany @mufida_salsabila8
27 Kabar Televisi Di Minggu Pagi Fitria Emawati  @emaririi
28 Anak-Anak Tahun Merah Muhammad Naufal Jundi Islami @joeislami
29 Bumi Sang Ibu Muhammad Zuhdi  @m.zhdii
30 Remahan Cuitan Pada Setoples Nkri Zukhrufah Fikri Pratiwi  @zukhrufah_fp

KARYA 30 BESAR DAPAT DIDOWNLOAD DI http://bit.ly/30BESARLPNINA

Berikut, Finalis 100 Besar Lomba Puisi Nasional 2019:

No Judul Puisi Nama Pengarang Instagram
31 Makna Tertulis Whisnu Kristianto whisnu_kristian (Whisnu Kistianto)
32 Mari Kita Tertawa Bersama Mei Fitriani Mei Fitriani
33 Negeri Demonstrasi Haidar Ariq Amanullah @haidar.llh
34 Pencerca Indonesia Tabita Angel Honey  @tabita_sidar
35 Runtunan Lara Ibu Pertiwi Afifah Fauziah  @afifahfazh09
36 Curahan Anak Negeri Yanuar Yusuf @YANUARIBN
37 Aku Mau Sulastri Khoiru Dinda @sulastrikhoirudinda_
38 Insulinde Bahtiar Halim  @bahtiarhlm
39 Benang Hitam Abdulloh Ulil Albab @ulil_elbab
40 Suara-Suara Dari Negeri Margaretha Ravika  @_margareth.aa
41 Elegi Ayah Salma Yakobus Alvianus Kono
42 Air Mata Dalam Negeri Prayoga Hermanto @yogaahr
43 Pupus Negeri Ku Brian Alexandro @Ceker_Tyrex
44 Kala Kursi Berspirit Tradisi Andi Aryani @andiaryanioktaviaa
45 Indonesiaku Kini Antiek Firdausi Putri  @Firdausi_putri14
46 Jangan Kau Merapuh Wahai Negeriku Anisa Reza Tamala Jaru  @anisarainatha
47 Indonesiana Vol.2 Andrey Eka Putra @aeputmaverick2
48 Racauan Bebas Diah Rahmania Arofah @arovaah
49 Ruang Operasi Abiyyufarrasfaisal @abiyyufrras
50 Balada Penderes Novia Rika Perwitasari mandiripuitika
51 Bara Hutan Oliviawahyuningrum. @jareneolett
52 Kabar Rumah Kita Ananda Musdalifah @nandamsd
53 Sepertiga Malam Untuk Sang Merah Putih Negeriku Mochammad Farichmaulidi farichmaulidi
54 Kesaksian Kemarau Tahun Kolo Geni Dian Kristi @diankristi_
55 Berdaulat Untuk Siapa Nurfawwaz  @nufz8
56 Bendera Setangah Tiang Mukhamad Ikhlas Darmawan  @mukhamadikhlas
57 Garuda Tuaku Asep Sukirman @asep_soekirman
58 Bentala Kurusetra Nur Fatimah @nurfaff_
59 Inilah Tempat Kami Muhamad Widi Kusdinar  @mimwaukaf
60 Menjumpaimu Esok Hari Di Laut Kendari Lia Fissamawati Nur Rohmah @liafissa
61 Potong-Potong Tubuhku Berliana Salsabila Aprilia Putri  @berlianasalsap
62 Kesaksian Satu Dekade Terakhir Di Indonesia Bagus  @bagushpoem
63 Asmaraloka Di Ambang Ngerinya Negeriku Zakiyatulwachdaniahtaulina  @zwtaulina
64 Tarian Ini Novianti Dwi Rahayu @novia.n.d
65 Kabar Merah Putih Di Puncak Rinjani Pipit Fatikha  @pipit_ftkha
66 Nasionalisme Itu Ulul Azmi Diputra  @urabzz
67 Senandung Maut Bumi Pertiwi Ni Luh Putu Hinda Novayanti @hindanova16
68 Esok Hari Ada Apa Sherlynn Yuwono @Sherlynnyu_ (@Shrrrrrrrlyn)
69 Kebebasan Aprillya Dwi Anggraini  @april_da25
70 Kembalikan Hak Kmi Luthfi Immaniar Prastiwi @luthfi_amar
71 Hari-Hari Di Indonesia Siti Hodijah  @sthodijah_16
72 Negeri Ibuku Sarita Rahel Diang Kameluh @real_baron_braun
73 Lara Dalam Karya Whisnu Kristianto  @whisnu_kristian (Whisnu Kistianto)
74 Jakata Tidak Pernah Menunggu Rifa Alfianti  @Rifaalfianti
75 Kepingan Asa Dari Sudut Kota Elvian Haning Prameisti  @vie_haning
76 Harapan Musim Semi Amin Shodik  @Aminshodik
77 Hasrat Adelia Permata Sari  @Adeliaprmts / adeliapsx
78 Hutan Itu Hijau Bukan Abu-Abu Nuke Puspita Sari @nuke_puspita_sari
79 Kembalilah Indonesia Fitria Nibras fitrianibras
80 Serpihan Indonesiaku Fadillah Ahmad Nur adil_marvel
81 Nusantara Dalam Anomali Roisiyatin @roisiyatin
82 Pertiwi Dan Anak-Anaknya Yang Kehilangan Rere Kirana Danarjati @danarjati_kirana
83 Pembawa Kidung Lucia Arita Ayu Dyah Pradnya Paramita  @clarita.ayu
84 Elsa Pitaloka Dan Asap Imam Rahmatullah @rahmatullahimam
85 Resah Bumi Pertiwi Ersa Pasca Dwi Nurlayla @ersapasca
86 Tetangga Novia Rika Perwitasari  @mandiripuitika
87 Secangkir Kopi Dan Doa Senja Elis Nur Vita Sari @elsnvs23
88 Lolongan Awak Dara Risa Sri Wahyuni  @jejakkata.ku
89 Menatap Tanah Air Siti Ramlah  @sitiramlah1998
90 Nusa Kelabu Nur Azighah Virgantari  @virgantari305
91 Petaka Wanita Novia Rika Perwitasari  @mandiripuitika
92 September Dyah Wuri Prihatiningtyas @tyaas_w
93 Rambut Bapak Mohammad Firman Tajul Arifin @firman6681
94 Sebuah Cerita Yang Belum Usai Nurlena @nurlenachs
95 Sakit Ibu Di Ujung Petang Bayu Pratiwi  @its.bayupratiwi
96 Risalah Hati Anak Negeri Yudhi Prayogo  @yudhiprayogo95
97 Jiwa Pembenteng Puput Mei Tri Wahyuni @cespuput20
98 Kabar Ibu Rumaisha Afifatul Qonita  @rumaysel
99 Rumput Melayu Ghony Ghofur Cholilulloh @Cholilaz
100 Rindu Nirmala Ratih Christiana @ratihchristiana

KARYA 100 BESAR DAPAT DIDOWNLOAD DI http://bit.ly/100BESARLPNINA

Selamat bagi 100 Finalis, jadikan ini titik balik untuk lebih termotivasi dalam berkarya.
Bagi yang belum berhasil menjadi finalis, jangan berkecil hati. Nikmatilah proses dan tetap semangat.

Demikian informasi dari kami…

“Tak ada rahasia untuk menggapai sukses. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras, dan mau belajar dari kegagalan.”
— General Colin Powell —

Winner Story Agung Suharyana Pemenang Lomba Esai 2016

JANGAN REMEHKAN KERJA KERAS

Agung Suharyana baru saja menyelesaikan program S1 nya di Institut Pertanian Bogor, seorang sarjana ekonomi yang sudah aktif di dunia kepenulisan sejak beberapa tahun lalu. Agung telah berkali-kali memenangkan lomba menulis dari mulai tingkat universitas sampai internasional, salah satunya menjadi juara pertama pada Lomba Esai Nasional yang diadakan oleh Event Hunter Indonesia pada tahun 2016 . Selain aktif menulis, ia juga sering diundang menjadi pemateri dan narasumber di beberapa acara talkshow dan workshop seperti acara Talk show “Good News Today” di Metro TV, Workshop Penulisan Esai di Event Hunter Indonesia, dan workshop lainnya.

Saat ini Agung  tengah sibuk dengan proyek penelitiannya dengan dosen di lembaga riset IPB, ia sudah mulai hiatus dari dunia perlombaan dan lebih ingin mengamalkan ilmu-ilmu yang ia dapatkan dari perjuangannya selama ini kepada adik kelasnya, serta mengamalkan ilmu menulis di peneliti.

Asal muasal Agung suka menulis yaitu ketika beranjak ke tingkat dua di Universitas, karena saat itu ia berhasil meraih juara pertama di PKM GT. Sebenarnya saat pertama kali masuk IPB ia sama sekali tidak punya bakat menulis, hobinya adalah seni dan musik, namun karena adanya paksaan dari Pembina asrama bidik misi untuk menulis akhirnya mau tidak mau Agung menurut perintah sampai dirinya termotivasi untuk memanfaatkan lomba sebagai mata pencaharian tambahan untuk mengais rezeki.

Keuntungan dari lomba menulis atau biasa disebut dengan hadiah yang berupa uang tersebut ia gunakan untuk membiayai kuliahnya, bahkan berkat beasiswa,  hadiah lomba menulis, dan mengisi forum pelatihan menulis Agung tak pernah meminta uang sepeserpun pada orang tuanya untuk membiayai sekolahnya, hanya modal otak dan laptop saja dirinya bisa menghasilkan uang jutaan. Ia tidak memungkiri motivasi dirinya ikut lomba adalah karena hadiah, ia berfikir dengan memenangkan lomba bisa menambah pemasukan.

Namun jangan salah dibalik prestasinya yang cemerlang terdapat pengalaman yang begitu pahit yang dialami oleh Agung terutama dalam proses penulisan esai. Saat dirinya pertama kali terjun di dunia kepenulisan di tahun pertamanya, ia sering bolak-balik mengunjungi Pembina yang bisa dibilang sangar itu, ia melakukan revisi berkali-kali, setiap ia menghadap kepada sang Pembina, ia hanya mendapat cacian yang betul-betul merendahkan dirinya. Semua tulisan yang telah dibuatnya langsung dicoret dengan sadis, Agung sendiri tidak tahu mana yang benar dan salah dalam tulisannya tersebut. Kemudian, ia rapikan dengan sendirinya, mau tidak mau ia harus menulis ulang dari awal, belum lagi ia mengikuti lomba menulis itu karena dipaksa oleh sang Pembina. Tidak terbayangkan pahitnya tekanan yang ia dapatkan.

Hambatan lain yang ia rasakan dalam menulis yaitu sulitnya menghasilkan karya tulisan yang bagus, enak dibaca, dan update, yang tidak bisa dikerjakan dalam waktu singkat, itulah alasannya ia melakukan beberapa kali revisi. Meskipun mental yang ada dalam dirinya sudah siap untuk ikut lomba, namun karyanya belum matang, lebih baik ia mundur.

Agung juga sempat mengalami hambatan ketika ikut lomba esai di Event Hunter Indonesia. Yang pertama terkait manajemen waktu. Karena Agung sibuk dengan kuliah dan organisasi himpunan, otomatis waktu yang dimilikinya berbenturan, terjadi dilemma saat harus memillih prioritas utama, ditambah ia baru mengetahui lomba tersebut H-7. Meski dengan waktu yang sangat singkat itu akhirnya ia bisa lolos menjadi juara pertama.

Kedua, karena keterbatasan waktu, ia pun terpaksa meminjam uang pada temannya untuk biaya pendaftaran karena khawatir telat mendaftar. Ketiga, mengenai pemberkasan. Ia harus benar-benar teliti apa saja yang harus dilampirkan karena jika satu berkas saja ketinggalan akan mengancam nasibnya.

Di sisi lain, saat Agung menginjak semester 7, ia mulai merasa berada di titik jenuh, ia merasa semua prestasi yang didapat belum cukup untuk membahagiakan orang tuanya, ia merasa belum bisa membantu orang tuanya dengan layak, sebab ia hanya berfikir dirinya terlalu egois, terlalu focus dengan akademik dan prestasi yang menghambat dirinya untuk melakukan hal yang mungkin harus ia capai di usianya yang terbilang masih sangat muda itu. Di samping itu, karena kepribadiannya yang terlalu introvert mengakibatkan dirinya sulit untuk mengekspresikan diri. Ditambah terlalu sempitnya lingkungan yang ia bangun membuat dirinya terkesan terlalu egois.

Namun, perlahan-lahan Agung mulai bangkit dan menemukan kekurangan yang selama ini ia rasakan. Akhirnya ia mau memperbaiki diri dan mengatasi masalah yang menggentayangi nya selama ini. Ia mulai banyak bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, mulai belajar memahami perilaku rekan-rekan nya, mulai berani tampil di depan kelas.

Ketika dirinya dinobatkan menjadi juara pertama Lomba Esai Nasional di Event Hunter Indonesia, Agung mengaku banyak menerima dukungan di social media, followers instagramnya pun bertambah, tapi selalu saja ada orang-orang usil dengan tangan jahilnya yang mengirim pesan pada Agung bahkan pesan yang tidak sewajarnya ditanyakan, hal tersebut sempat membuatnya kesal. Namun, dengan baik hatinya Agung tetap membalas pesan-pesan tersebut dengan lapang dada dan penuh kesabaran. Sungguh mulia hatinya.

Mengenai target terbesar yang ingin ia capai dalam hidupnya yaitu bisa menjadi orang yang bermanfaat dan bisa membiayai hidup keluarganya, karena bagaimanapun keluarga merupakan sosok yang paling berharga di dunia.

Winner Story Aisyah Nihayah Juara 1 Lomba Cerpen Nasional


Hobi : Sebuah Kekuatan Super

Aisyah merupakan seorang mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi di UIN Sunan Ampel Surabaya. Kesibukannya sehari-hari yaitu kuliah dan membantu usaha aqiqah siap saji milik ibunya. Pertama kali ia mulai suka menulis yaitu ketika sekolah menengah, ia masuk pesantren, seorang perantau apalagi perempuan pasti akan sering mengalami homesick, rindu suasana rumah dan keluarga. Sama halnya dengan yang dialami Aisyah saat itu, tinggal di pesantren membuatnya rindu sanak saudara juga kedua orang tua, tidak ada seorang pun yang bisa ia ajak bicara serta berbagi kisah canda tawa, suka maupun duka.

Akhirnya ia mulai menggoreskan tinta hitam di buku diary nya, mencurahkan seluruh isi hati dan pikirannya, mengutarakan berbagai masalah yang tidak bisa ia ceritakan pada orang lain, sehingga lama-kelamaan ia mulai sering menulis tentang kesehariannya secara rutin. Dari situlah dirinya mulai hobi menulis hingga saat ini. Meski hobi menulis, Aisyah mengaku sampai saat ini belum menerbitkan buku tapi ia aktif menulis di wattpad yang mana karya-karyanya tersebut cenderung bergenre romantis.

Pada bulan September tahun 2018, Event Hunter Indonesia mengadakan Lomba Cerpen Nasional dengan tema “Indonesiaku’ yang diikuti oleh ribuan pendaftar yang akhirnya menghasilkan 6 karya teratas yang dipimpin oleh Aisyah Nihayah Ni’mah sebagai juara pertama dengan cerpen yang berjudul “Sittichai Lebih Cinta Indonesia daripada Aku.”

Sebelumnya, Aisyah lebih sering mengikuti lomba pidato Bahasa Inggris namun, karena ia juga suka menulis dan kebetulan cerita yang dibuat Aisyah menarik, ia akhirnya mendapat dukungan dari teman-temannya untuk mengikuti Lomba Menulis Cerpen yang salah satunya diadakan oleh Event Hunter Indonesia.

Ia juga mengaku ini merupakan kedua kalinya ia mengikuti lomba menulis cerpen dan pertama kalinya pula meraih juara pertama setelah kegagalan yang dialaminya di kompetisi menulis sebelumnya saat kelas dua SMA. Dukungan yang tiada henti datang dari teman-teman baik Aisyah yang mendorong dirinya untuk ikut lomba cerpen, kemampuannya sudah amat dipercaya dalam bidang kepenulisan. Meski begitu, ia sama sekali tidak memiliki target untuk masuk nominasi 6 besar atau motivasi yang kuat untuk mengikuti lomba cerpen sedikitpun, ia hanya ingin menyalurkan bakatnya dan memberikan yang terbaik untuk orang-orang di sekitarnya. Karena sesungguhnya keajaiban akan datang pada waktunya.

Menjadi seorang pemenang tentu tidaklah mudah, setiap orang mendapat banyak rintangan dan benturan yang berbeda-beda, di setiap langkah dan waktu yang mereka lalui akan menjadi suatu pelajaran hidup yang bermakna termasuk untuk Aisyah. Hambatan yang dialami Aisyah selama proses mengikuti lomba cerpen yang pertama yaitu tentang ketentuan lomba, karena Aisyah baru pertama kali mengikuti lomba di Event Hunter Indonesia, ia cukup keteteran dengan peraturan lomba yang dilakukan secara online mulai dari pendaftaran sampai pengiriman naskah. Aisyah merasa panik karena ia telat konfirmasi pembayaran yang harusnya dilakukan 1 x 24 jam, sebab jika telat konfirmasi maka peserta akan dianggap gugur secara otomatis. Jadi, jangan lupa perhatikan persyaratan lomba terlebih dahulu ya guys.

Kedua, dalam pembuatan naskah, hambatan yang dialami yaitu mengenai latar tempat. Karena latar yang diambil dari kisah nyata yaitu Nusakambangan, maka Aisyah harus melakukan riset ekstra tentang tempat tersebut karena ia memang belum tahu seluk beluk Nusakambangan. Kenapa harus riset? Supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Selain itu hambatan dalam penokohan, sosok narapidana yang ia ambil juga dari kisah nyata berikut nama aslinya juga. Kenapa kedua hal tersebut dianggap sulit? Karena harus sesuai dengan fakta agar tidak terjadi kontroversi antara pembaca dan penulis.

Untuk ide cerita sendiri, Aisyah tidak merasa menemukan kesulitan yang krusial karena ide cerita sudah ada sebelum lomba cerpen diadakan, bahkan penyelesaian naskah pun hanya satu hari tidak lebih, artinya ia sudah memiliki naskah namun belum sempat dipublikasikan. Bisa dibilang persiapan sudah sangat matang.

Aisyah sendiri tidak percaya dirinya bisa menjadi juara pertama lomba cerpen, ia mengaku kebingungan ketika banyak yang memberi ucapan selamat kepadanya di sosial media. Namun, disamping itu, Aisyah justru mengalami resiko terberat seumur hidupnya yaitu menghadapi para netizen yang selalu penasaran tentang dirinya, mulai dari naskahnya sampai soal trip ke luar negeri pun menjadi pertanyaan netizen. Setiap hari Aisyah selalu mendapat pesan dari orang tidak dikenal semenjak ia dinobatkan menjadi juara pertama lomba cerpen nasional, ia mendapat banyak cibiran yang tidak senonoh bahkan dari teman-temannya sendiri yang menganggap Aisyah tidak pantas mendapatkan penghargaan yang berupa trip ke luar negeri hanya karena lomba cerpen, mereka menganggap telalu mudah bagi Aisyah mendapat anugerah seperti itu.

Selain itu, tekanan hidup yang menghantam Aisyah dulu ketika zaman sekolah membuat dirinya merasa tertekan karena orang-orang disekitarnya selalu menuntut ia untuk menjadi yang terbaik alias perfect, hal tersebut mengakibatkan dirinya sering konflik dengan guru di sekolah, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Untungnya, Aisyah tipikal orang yang selalu berinstrospeksi diri, ia tidak ingin memperpanjang masalah tersebut dan memutuskan untuk memaafkan semua tindakan yang dilakukan orang-orang sekitar kepadanya. Apapun yang terjadi ia berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama di masa depan. Termasuk dalam mengambil tindakan untuk mengatasi permasalahan netizen Aisyah lebih memilih tidak ambil pusing, ia sama sekali tidak menggubris celotehan netizen yang mengganggu dirinya. Aisyah tetap berpikir optimis, yang terpenting ia terus melakukan resolusi untuk kedepannya dan melakukan yang terbaik.

Pepatah bilang pengalaman adalah guru yang terbaik, kita bisa ambil banyak pelajaran dari apa yang telah kita alami, karena semua yang terjadi pasti ada hikmahnya toh. Berdasarkan pengalaman Aisyah 3 hal berikut yang paling penting untuk diperhatikan ketika mengikuti perlombaan:

Memperhatikan tema. Menurut Aisyah, akan lebih mudah membuat cerita jika temanya sudah ditentukan oleh pihak panitia, kita hanya tinggal menyesuaikan tema tersebut dengan cerita yang sedang atau akan kita buat. Selain itu, jika temanya bebas, ambillah tema yang menarik, semakin beda semakin menarik, ambillah tema yang jarang digunakan seperti kriminalitas atau tentangp sikologi, yang penting mengandung amanat dan pesan moral untuk pembaca.

Perhatikan ketentuan lomba. Biasanya banyak peserta yang terlalu mengabaikan persyaratan lomba. Padahal, hal yang pertama dan utama yaitu memenuhi persyaratan terlebih dahulu, jangan sampai kita gagal hanya karena tidak mengikuti persyaratan lomba dengan benar, meskipun karya yang kita buat sudah bagus namun persyaratan belum terpenuhi jangan berhara puntuk bisa masuk 6 besar ya, hehe.

Tips dari Aisyah untuk event hunter ketika kalian sudah mendaftar sebuah perlombaan sebaiknya langsung dikerjakan, karena untuk lomba menulis sendiri membutuhkan mood yang bagus dan waktu yang cukup maka jangan mencoba berleha-leha kalaui ngin menjadi yang terbaik.

Dahulukan prioritas. Biasanya pada awal menulis yang kita tulis pertama kali adalah judul, namun karena saking dilemanya¾banyak ide yang muncul, kita malah kesusahan menentukan judul yang tepat untuk cerita yang akan dibuat, tentunya hal tersebut malah akan membuang-buang waktu, sebaiknya jika kesulitan menentukan judul yang tepat kita bisa memulainya dengan menulis ceritanya terlebih dahulu baru menentukan judul yang menarik. Carilah hal yang menarik dari cerita kita untuk dijadikan judul, misalnya menggunakan namatokoh, nama tempat atau nama-nama unik lainnya yang terdapat di konten cerita kita untuk membuat judul kita berbeda dari judul orang lain. Apapun yang terjadi, kita harus bisa memilih prioritas utama ketika waktu benar-benar terbatas.

Sasaran terpenting dalam sebuah kompetisi bukanlah hadiah, melainkan melatih diri untuk bersaing secara kreatif, menggali wawasan, dan melakukan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan yang kita miliki. Jangan pernah takut dan malu untuk menyalurkan bakat kita.

“Jika kita tidak pernah mencoba bagaimana kita mengetahui letak kesalahan kita? Cobat erus, evaluasi terus, hadiah itu masalah terakhir.”(Aisyah Nihayah Ni’mah)

JANGAN REMEHKAN KERJA KERAS

Agung Suharyana baru saja menyelesaikan program S1 nya di Institut Pertanian Bogor, seorang sarjana ekonomi yang sudah aktif di dunia kepenulisan sejak beberapa tahun lalu. Agung telah berkali-kali memenangkan lomba menulis dari mulai tingkat universitas sampai internasional, salah satunya menjadi juara pertama pada Lomba Esai Nasional yang diadakan oleh Event Hunter Indonesia pada tahun 2016 . Selain aktif menulis, ia juga sering diundang menjadi pemateri dan narasumber di beberapa acara talkshow dan workshop seperti acara Talk show “Good News Today” di Metro TV, Workshop Penulisan Esai di Event Hunter Indonesia, dan workshop lainnya.

Continue reading