Pengumuman 30 Finalis Lomba Puisi Nasional #2 EHI 2018

https://drive.google.com/file/d/1eRfDGdDu5kB75dG0LIT_48eaKSs2XlZy/view?usp=drivesdk Info Detail: 1. Finalis 30 dan 100 Besar akan dihubungi oleh Tim Event Hunter Indonesia paling lambat Hari Selasa, 18 Desember 2018 untuk validasi alamat dan pembayaran ongkos kirim oleh finalis. 2. Peserta yang memesan Paket B (Rp 200.000) akan dihubungi oleh Tim Event Hunter Indonesia paling lambat Hari Rabu, 19 Desember 2018 untuk validasi …

Baca SelengkapnyaPengumuman 30 Finalis Lomba Puisi Nasional #2 EHI 2018

Pengumuman Lomba Cerpen Nasional Event Hunter Indonesia 2018

Haloo sobat event hunter.. Berikut ini adalah nama-nama pemenang LCN EHI 2018:

Juara 1
Aisyah Nihayah Nikmah
Judul: Sittichai Lebih Cinta Indonesia daripada Aku

Juara 2
Umi Humaeroh
Judul: Land of Hope and Glory

Juara 3
Ketut Agus Sarjana Putra
Judul: Gerimis

Juara harapan 1
Widya Fatmasari
Judul: Sayap Penari Ronggeng

Juara harapan 2
Bima Dewanto
Judul: Darah Garuda Sebuah Berita Perjalanan

Juara harapan 3
Andari Giswara
judul: Dopo Enggano

Kami ucapkan selamat atas karyamu yang luar biasa! 
Bagi teman-teman yang masih belum menang di kesempatan ini jangan berkecil hati ya. 
Teruslah mencoba dan jangan pernah menyerah sampai berhasil 🙂 Hasil Karya Pemenang Dapat di Download di Link
www.bit.ly/KARYAPEMENANGLCN

 

Mau Beasiswa Ke Swedia? Bisa! Tips Ini Bisa Membantu

Kuliah, kuliah, dan kuliah sebuah mimpi yang susah-susah gampang diwujudkan. Melanjutkan pendidikan tinggi sudah tentu setiap orang mau. Apalagi hal itu bisa terwujud di luar negeri. Sudah tentu dambaan semua orang. Beasiswa menjadi hal yang penting agar dapat melanjutkan kuliah di luar negeri.

Melanjutkan kuliah di luar negeri sepertinya enak ya. Di kawasan Eropa atau Amerika gitu, prestise sekali agaknya. Kalau ada niat cobalah dilaksanakan. Mau ke negara mana, Swiss, Belgia, Italia, atau Swedia?

Kalau ada yang berniat lanjut studi di Swedia pas sekali. Swedia merupakan sebuah negara yang indah dan juga nyaman. Selain itu lingkungan pendidikannya yang mendukung sekali semangat belajar.

Tahukah kalian bahwa di Swedia itu kuliah gratis. Tidak ada biaya-biaya yang diminta untuk bisa belajar di sana tanpa memandang kalian dari negara manapun. Hanya saja setiap mahasiswa yang diterima diwajibkan menjadi anggota organisasi mahasiswa setempat dengan biaya berkisar SEK 300-500 per semester. Kalau kalian tidak terdaftar, nilai tidak akan bisa dimasukkan ke dalam database kampus.

Nah, bagi kalian yang sudah punya niat lanjut ke Swedia ada beberapa referensi yang mungkin bisa kalian coba. Selain program bawaan pemerintah, kalian patut coba juga beberapa opsi ini, siapa tahu bisa benar bawa kalian ke Swedia. Kalau ikut LPDP waduh saingannya banyak sekali, kenapa tidak langsung mencari beasiswa langsung dari universitasnya. Selain saingannya yang lebih sedikit, pasti juga persyaratannya lebih mudah.

 

Dii bawah ini ada 3 referensi beasiswa di Swedia yang ayak kalian coaba, simak baik-bak ya.

 

Coba Beasiswa Dari Swedish Institute

Swedish Institute adalah sebuah agensi pemerintahan di Swedia yang bertugas untuk menyebarkan informasi mengenai Swedia ke Negara lain. Salah satu programnya adalah memberikan beasiswa dengan nama Swedish Institute Study Scholarships (SISS) yang dapat di apply oleh masyarakat Indonesia. Terdapat berbagai jenis beasiswa lain, namun hanya SISS yang bisa kita apply.

Beasiswa Swedia dari SISS ini akan mengcover

  • Seluruh biaya kuliah
  • Biaya hidup perbulan sebesar 9000 SEK/month
  • Travel cost 15000 SEK
  • Biaya pembuatan visa
  • Asuransi selama berada di Swedia
  • Kesempatan bergabung dengan SI network for future global leaders

Seleksi beasiswa ini dilakukan dalam 2 tahap, pertama melakukan pendaftaran universitas di universityadmissions.se Kemudian tahap berikutnya adalah melakukan pendaftaran beasiswa Swedish Institute di website-nya resminya (Ingat bahwa WNI hanya bisa mengapply tipe beasiswa ini)

Adapun persyaratannya (untuk tahun ini) adalah sebagi berikut:

  • motivation letter with swedish institute format
  • CV with europass format
  • 2 letter of reference with Swedish Institute format
  • Proof of work and leadership (3000 hours work experience) with swedish institute format
  • Copy of passport

Untuk diingat salah satu syarat mendaftar beasiswa ini adalah kalian harus memiliki pengalaman kerja full time ataupun part time selama 3000 jam atau setara dengan 1,5 tahun pengalaman kerja (Namun saya kemarin juga memasukkan pengalaman menjadi asisten lab di kampus dan bekerja selama di kampus), Kemudian Jurusan yang di-apply harus masuk kedalam list prioritas dari Swedish Institute (Daftar Jurusan yang bisa di-apply). Karena biasanya kita bisa mendaftar lebih dari 1 jurusan maka saat meng-apply beasiswa ini, kita wajib men-submit jumlah dokumen sebanyak jumlah jurusan yang kita apply. Contoh bila kita mendaftarkan 4 jurusan di universityadmission maka jumlah dokumen yang di-submit adalah sebanyak 4 buah untuk masing-masing jurusan.

Bagaimana peluang untuk mendapatkan beasiswa? Untuk tahun ini jumlah beasiswa yang dibagikan sebanyak 60 beasiswa untuk kategori 2, dimana kategori 2 terdiri dari beberapa negara seperti Brazil, Indoensia, Mesir, Vietnam, kolombia, Ghana dan Iran.

 

Beasiswa Dari Innoenergy Bisa Membawamu Berkuliah di Universitas TOP Eropa

Untuk kalian yang berniat melanjutkan master dengan fokus kearah renewable energy dan sustainable development maka Innoenergy menjadi pilihan yang tepat untuk diambil. Terdapat 7 program yang ditawarkan oleh Innoenergy seperti smart city, renewable energy, nuclear, smart electrical network dan masih banyak lagi.

Cek website beasiswanya di sini: http://www.innoenergy.com/education/master-school/

Program ini akan membawamu ke 2 universitas yang berbeda di Eropa, seperti KTH Royal Institute of Technology di Swedia, KU Leuven di Belgia, Eindhoven University of Technology di Belanda dan masih banyak lagi. Pada program ini kamu akan menghabiskan setiap tahunnya di kampus yang berbeda.

Akan terdapat 3 bentuk penerimaan saat pengumuman natinya yang pertama

  • Diterima secara full, yaitu mendapatkan biaya hidup perbulan sebesar 7000 SEK dan biaya kuliah digratiskan
  • Diterima partial yaitu biaya kuliah digratiskan
  • Diterima di program namun harus membayar uang kuliah

Terdapat beberapa syarat untuk mendaftar program ini yaitu

  • Bachelor’s degree certificate
  • Transcript akademik
  • Proof of English proficiency
  • CV
  • copy of passport
  • motivation letter untuk program tertentu
  • Pertanyaan mengenai motivasi dan pengalaman dalam bidang inovasi dan kewirausaahan (Pertanyaan ini akan diberikan saat mengapply secara online di website innoenergy)
  • Dokumen tambahan seperti internship, pengalaman kerja dan prestasi

 

Perhatikan Beasiswa dari Kampus

Informasi mengenai beasiswa ini memang patut dicari sendiri sebab informasinya tersebar dimana-mana. Beasiswa ini adalah mengenai KTH Scholarship dan KTH Master Challenges

Untuk peraih beasiswa KTH Scholarship, maka anda akan mendapatkan fee waiver selama tahun pertama dan kedua berkuliah di KTH. Syarat untuk meng-apply beasiswa ini adalah:

  • GPA
  • University ranking of applicant’s bachelor degree
  • Selection process and recommendation of the director of the applied master’s programme
  • Applicant’s motivation, relevant work experience and extra-curricular activities

Untuk beasiswa KTH Master Challenges, hanya diperuntukan untuk pelajar dari India dan juga Indonesia. Untuk program yang ditawarkan kepada pelajar Indonesia sendiri terdapat jurusan Machine Learning dan Vehicle Engineering. Seleksi beasiswa ini berupa kompetisi dimana pelamar akan diberikan quiz dan juga case study untuk diselesaikan. Hanya saja untuk tahun ini deadline dari beasiswa ini sudah selesai.

Namun biasanya beasiswa jenis ini selalu diadakan seperti tahun lalu diadakan oleh Chalmers University dengan jurusan Telecommunication Engineering, dan 2 tahun sebelumnya diadakan kembali oleh KTH dengan jurusan yang diberikan beasiswa adalah Vehicle Engineering dan Aerospace Engineering.

 

(Sumber materi: http://techraveller.com/4-jenis-beasiswa-kuliah-di-swedia/)

 

Penulis: Andro Satrio SG

Esai Terbangun dari Struktur. Apa Saja?

Bisa kalian temui sekarang ini banyak sekali ajang penulisan esai. Terlebih bagi kalangan mahasiswa. Tapi tahukah kalian esai, apakah itu? Menurut KBBI Esai merupakan karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Atau dengan kata lain, karangan bebas penulis yang membahas suatu masalah atas dasar pemikirannya sendiri. Maka dari itu esai merupakan jenis tulisan yang bersifat subjektif atau argumentatif.

Tapi jangan salah, bukan karena sifat esai yang subjektif dan argumentatif  itu sama halnya seperti komentar biasa. Memang membuat esai ibarat mengomentari, sama halnya seperti contoh komentar di sosial media. Hanya saja komentar di sosial media itu tidak terstruktur. Esai harus dibangun dari struktur pembentuknya. Lalu apa saja stuktur pembentuknya?

 

Struktur Esai

Pada dasarnya karya tulis khususnya nonfiksi mempunyai stuktur yang sama. Harus ada pendahuluan, isi/tubuh tulisan, dan akhirannya kesimpulan/Penutup. 3 bagian ini sudah baku dan wajib ada dihampir setiap jenis karya tulis nonfiksi, tak terkecuali dengan esai. Sebuah esai terbagi minimum dalam 5 paragraf atau paling sedikit 500 kata.

Selain itu, esai harus ditulis dengan gaya bahasa baku. Hal tersebut bertujuan supaya pembaca dengan mudah memahami tulisan tersebut. Bukan seperti karya sastra yang butuh penalaran lebih dalam. Bukan hanya menuntut kebakukan bahasa, esai juga harus memiliki struktur yang padu sehingga dapat membentuk paragraf yang baik. Semuanya itu supaya gagasan benar-benar tersampaikan.

 

Pendahuluan

Di pendahuluan ini penulis mengemukakan latar belakang informasi mengenai apa masalah yang menjadi pokok bahasan. Selain itu, di pendahuluan ini penulis juga memberikan pengantar sebagai gambaran tentang subjek apa yang dibahas dan yang dinilainya. Pendahuluan berisi paparan-paparan alasan yang akurat mengenai masalah yang perlu mendapat solusi dan pemecahannya. Tak kalah pentingnya mudah dibaca dan dicerna.. Pendahluan ada di awal paragraf dan mencakup 1 paragraf –mungkin saja lebih-.

 

Tubuh/Isi Tulisan

Pada bagian ini penulis menyajikan seluruh informasi terkait subjek pembahasan. Tubuh tulisan berisi inti dari seluruh pokok pembahasan serta pendukung dan argumen-argumen penulis. Argumen dan pendukung tentu harus sejalan dan sehubungan dengan bahasan di awal paragraf. Dengan kata lain, tubuh tulisan ini merupakan pengembangan pembahasan dari paragraf awal. Pembahasan dibuat semacam sub bagian yang masih mengacu kepada topik utama. Isi tulisan terdiri dari 3 paragraf atau lebih.

 

Kesimpulan/Penutup

Kesimpulan/penutup berisi simpulan dari seluruh pokok pembahasan. Menulisan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang penulis nilai. Mempandukan beberapa referensi/pandangan/argumen sehingga menjadi satu kesatuan yang selaras. Istilah ilmiahnya membuat sintesis dari apa yang dibahas supaya meyakinkan pembaca. Tidak harus sampai pada penyelesaian masalah secara tuntas. Karena kembali ke awal tadi esai bahasannya terhadap masalah yang sepintas. Kesimpulan/penutup mencakup 1 paragraf –mungkin saja lebih- dan ada di paragraf terakhir tulisan.

 

Demikian tadi sedikit pembahasan mengenai struktur esai. Semoga bermanfaat.

 

Penulis: Andro Satrio

Lakukan Ini Supaya Jadi Juara Lomba Esai

Menjadi juara dalam setiap perlombaan adalah tujuan utama para peserta yang mengikutinya. Adanya predikat tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Antara kepuasan dan apresiasi terhadap pencapaian diri, gelar juara dapat dimungkinkan sebagai alat peningkat prestasi.

Senada dengan hal tersebut, tak menutup kemungkinan juga bagi yang gemar menulis. Perlombaan yang berkaitan dengan penulisan sangat banyak sekali. Salah satu yang popular adalah esai. Esai sendiri merupakan jenis karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Berprestasi lewat menulis adalah satu jalan yang patut dicoba.

Tulisan yang diikutsertakan dan memenangi lomba bukan berarti berhenti sampai disitu saja. Lebih dari itu, bisa berguna bagi orang-orang yang membacanya. Karena tulisan adalah buah pemikiran yang bersumber dari intelektualitas. Sekarang ini, menulis bukan lagi hal yang bisa dianggap sepele.

Kembali ke esai. Esai sebetulnya sebuah tulisan yang mudah. Mengapa? Karena semua kembali kepada pendapat si penulis. Penulis diberikan kebebasan untuk berargumen di dalamnya. Hanya saja, banyak para penulis yang dari segi penulisannya sudah bagus tetapi tidak pernah bisa juara. Kenapa ya? Sebagus apapun tulisan yang telah dibuat akan jadi percuma saja jika melalaikan hal yang dianggap sepele namun sangatlah penting

Untuk berkesempatan menjadi juara lomba esai syaratnya sangatlah mudah. Cara ini dapat membantu mewujudkannya. Cekidot.

 

Pahami Tema dan Subtema Lomba Esai

Paham apa tema yang ditentukan penyelenggara lomba sangatlah penting. Sebuah tulisan yang tidak sesuai dengan tema sudah pasti gugur dari pertama. Itu merupakan kesalahan fatal dari mengikuti sebuah lomba esai. Jangan harap jadi juara.

Fokus Pada Satu Esai

Mengingat banyaknya perlombaan esai jadi ingin ikutan semua. Hal tersebut dapat mengganggu maksimalnya penciptaan sebuah esai. Baru saja membuat satu esai untuk satu perlombaan, belum lagi selesai sudah dipusingkan dengan esai lain untuk lomba yang lain. Jadinya, tidak ada kefokusan dalam membuat esai yang benar-benar baik dan siap untuk ditandingkan. Kalau tidak siap bagaimana mau juara coba?

Tidak Plagiat

Tulisan menyangkut soal karya, tidak terkecuali dengan esai. Tindakan pengambilan karya orang lain sangat tidak diperbolahkan apalagi sampai diakui sebagai milik dan diperlombakan. Beda halnya jika membuat tulisan ringan seperti artikel yang bisa mengitup tulisan lain. Perlombaan menuntut keorisinalan karya. Melakukan plagiat berarti tidak percaya terhadap kemampuan diri. Apa orang yang tidak percaya diri pantas untuk menang? Rasanya tidak.

Baca Panduan

Ini mungkin sepele, tapi kalau dilalaikan sangat fatal. Setiap perlombaan pasti disediakan panduan. Panduan ini dimaksudkan untuk meniadakan kesalahan-kesalahan yang bisa terjadi. Tidak ada salahnya jika dibaca berulang kali supaya benar-benar paham. Ada ketentuan kecil saja yang terlewat bisa mengurangi penilaian bahkan bisa dieliminasi. Sebagai contoh: Ketentuan Font Cambria 12 pt Spasi 1,5. Jika Tulisan esai ditulis dengan Font Arial 10 pt Spasi 2 belum saja dibaca isinya pasti sudah langsung dicoret. Alhasil, gagal untuk bisa juara, padahal mungkin saja isi tulisannya bagus.

Tahu Deadline

Ini yang banyak terjadi. Biasanya peserta banyak yang telah mendaftar dari jauh-jauh hari, akan tetapi pas hari H-nya malah tidak mengirimkan karya. Itu tadi, menyepelekan panduan yang sudah dengan jelas tertera semua persyaratan mengikuti lomba. Lupa tenggat waktu merupakan sebuah kekeliruan. Karya yang pengirimannya telat sudah pasti tidak masuk hitungan. Artinya, ya tidak bakal mungkin bisa juara. Jangankan juara jadi finalis saja mustahil.

Koreksi Lagi Tulisan Sendiri

Setelah selesai membuat esai jangan buru-buru mengirimkannya, baca lagi keselurannya. Hal ini untuk mencari kesalahan yang mungkin ada, lebih banyak kesalahan pada penulisan kata (typo) dan juga sususan kalaimatnya. Dengan membacanya, tulisan yang masih ada beberapa kesalahan bisa segera diperbaiki sehingga sesuai dengan apa yang diharapkan.

Berdoa

Manusia boleh berusaha tapi Tuhanah yang berkehendak. Percuma saja apapun usaha yang dilakukan kalau tidak dibarengi dengan doa. Jika dirasa sudah melakukan yang terbaik, langkah terakhir yang harus dilakukan adalah doa. Pasrahkan semua kepadaNya. Niscaya Ia akan memberikan yang terbaik.

 

Itu tadi beberapa hal yang setidaknya dapat membatu kalian supaya bisa jadi juara lomba esai. Tetap semangat.

 

Penulis: Andro Satrio SG

 

Jenis Esai. Harus Tahu nih!

Gak usah panjang lebar. Bagi yang mau menulis esai tentukan dulu esai kalian itu masuk ranah yang mana. Sebab, esai ada jenis-jenisnya. Yuk simak.

 

Esai Deskriptif

Esai deskriptif biasanya bertujuan menciptakan kesan tentang seseorang, tempat, atau benda. Bentuk esai ini mencakup rincian nyata untuk membawa pembaca pada visualisasi dari sebuah subyek. Rincian pendukung disajikan dalam urutan tertentu (kiri ke kanan, atas ke bawah, dekat ke jauh, arah jarum jam, dll). Pola pergerakan ini mencerminkan urutan rincian yang dirasakan melalui penginderaan.

 

Esai Ekspositori

Esai ini menjelaskan subyek ke pembaca. Biasanya dilengkapi dengan penjelasan tentang proses, membandingkan dua hal, identifikasi hubungan sebab-akibat, menjelaskan dengan contoh, membagi dan mengklasifikasikan, atau mendefinisikan. Urutan penjelasannya sangat bervariasi, tergantung dari tipe esai ekspositori yang dibuat. Esai proses akan menyajikan urutan yang bersifat kronologis (berdasarkan waktu); esai yang membandingkan akan menjelaskan dengan contoh-contoh; esai perbandingan atau klasifikasi akan menggunakan urutan kepentingan (terpenting sampai yang tak penting, atau sebaliknya); esai sebab-akibat mungkin mengidentifikasi suatu sebab dan meramalkan akibat, atau sebaliknya, mulai dengan akibat dan mencari sebabnya.

 

Esai Naratif

Menggambarkan suatu ide dengan cara bertutur. Kejadian yang diceritakan biasanya disajikan sesuai urutan waktu. Esai jenis ini mendeskripsikan pikiran/pendapat dengan cara bertutur dan disajikan secara kronologis.

 

Esai Persuasif

Esai Persuasif bersuaha mengubah perilaku pembaca atau memotivasi pembaca untuk ikut serta dalam suatu aksi/tindakan. Esai ini dapat menyatakan suatu emosi atau tampak emosional. Rincian pendukung biasanya disajikan berdasarkan urutan kepentingannya.

 

Esai Tajuk

Esai jenis ini sangat familiar dijumpai di dalam media cetak seperti surat kabar atau majalah. Kita mengenalnya pula dengan sebutan tajuk rencana.

Esai tajuk memiliki satu fungsi khusus, yakni menggambarkan pandangan dan sikap media tersebut terhadap suatu topik atau isu yang sedang berkembang dalam masyarakat. Melalui esai tajuk, media tersebut membentuk opini pembaca. Biasanya sebuah tajuk rencana di surat kabar tidak perlu disertai dengan nama penulis.

 

Esai Cukilan Watak

Jenis esai yang satu ini memperbolehkan seorang penulis menjabarkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada pembaca.

Melalui esai cukilan watak tersebut pembaca dapat mengetahui sikap penulis terhadap pribadi yang dibicarakan. Esai cukilan watak bukanlah biografi, melainkan hanya memilih bagian-bagian tertentu dari watak pribadi individu yang menjadi topik bahasan.

 

Esai Kritik

Esai kritik merupakan esai di mana penulis memfokuskan diri pada pembahasan mengenai seni, seperti lukisan, tarian, teater, dan kesusatraan.

Esai kritik juga bisa berisi tentang seni tradisional, pekerjaan seorang seniman, atau tentang karya seni kontemporer. Untuk esai kritik yang memuat bahasan mengenai karya sastra umumnya disebut pula sebagai kritik sastra.

 

Esai Reflektif

Esai jenis ini ditulis secara formal dengan gaya bahasa yang cenderung lebih serius. Penulis mengungkapkan secara mendalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati dalam mengungkapkan topik penting yang berkaitan dengan hakikat manusia, seperti kehidupan, kematian, politik, pendidikan, dan sebagainya. Esai ini umumnya ditujukan kepada para cendekiawan.

 

Penulis: Andro Satrio SG

 

Cara Mudah Membuat Esai Untuk Lomba

Sekarang ini banyak sekali diselenggarakan lomba mengenai penulisan, Salah satunya penulisan esai. Lombanya pun di selenggarakan oleh berbagai pihak. Mulai dari lembaga pendidikan tinggi, hingga patform penyelenggara event skala nasional. Lomba esai lebih sering diadakan karena dalam hal penyusuannya lebih praktis. Karena kepraktisannya itulah diharapkan dapat menjaring banyak peserta.

Membuat esai sebenarnya sering dijumpai yaitu dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Hanya saja dalam pelajaan Bahasa Indonesia yang diajarkan hanya teorinya saja bukan bersifat praktik. Bisa menulis esai bukan karena paham teorinya saja, yang terpenting seberapa sering membuatnya. Hal itu dapat mengasah kemampuan dalam menulis  esai.

Lantas, bagi yang belum mahir bagaimana? Membuat esai tidaklah mudah dan perlu waktu lama. Apalagi untuk lomba yang biasanya deadline-nya sinkat.

Tenang, bagi yang belum mahir-mahir amat jangan khawatir. Bagi kalian yang masih minim pengalaman dalam mebuat esai artikel ini bisa membantu. Bagaimana cara cepat membuat esai untuk lomba?  Silahkan disimak.

 

Tahu dahulu apa itu esai

Sebelum masuk lebih dalam ke pembuatan esai harus paham dulu mengenai esai. Esai sendiri adalah jenis karangan prosa yang membahas secara sepintas suatu ide/gagasan penulis secara argumentatif.  Melalui itu, pola pikir pembaca terbentuk sesuai dengan ide/gagasan yang penulis buat. Atau, dengan adanya gagasan tersebut menjadi simpulan pembaca untuk bisa menyelesaikan permasalahan sejenis secara baik dan benar.

 

Selanjutnya

Esai sejatinya bentuk komunikasi gagasan penulis kepada pembaca, karena itu tidak perlu rumit dan panjang. Esai bisa dibuat dalam 1 halaman dengan minimal 5 paragraf atau sampai dengan 2-3 halaman dengan lebih 1500 kata. Pada esai tidak perlu dimuat lembar pengersahan, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, atau lampiran seperti halnya tulisan karya ilmiah.

Esai juga tidak perlu dibuat ke dalam bab terpisah seperti, Bab I Pendahuluan, Bab II Tinjauan Pustaka, Bab III Metode Penulisan, dan lain sebaginya. Esai tidak mewajibkan dibuat seperti itu. Sebab, esai merupakan tulisan dalam satu rangkaian alur pengungkapan gagasan yang terstruktur. Bagian yang harus ada di sebuah esai adalah mulai dengan judul, kemudian nama penyusun, dan identitas penyusun. Setelah itu, langsung sambung di bawahnya berupa pendahuluan yang di dalamnya menggambarkan permasalahan (Ingat! Tidak perlu dibuat ke dalam bab terpisah).

Setelah selesai pendahuluan lanjut buat paragraf baru di bawahnya. Dari sini mulai isi dituliskan. Jika ada sub judul tulis dahulu di atasnya sebagai judul pembahasan per paragrafnya, begitu seterusnya.

Setelah selesai menuliskan isi, tulisan esai akan di tutup dengan pargraf  baru untuk penutup. Penutup berisi tulisan berupa penegasan gagasan penulis yang disampaikan. Bagian penutup ini juga menjadi kesimpulan akhir atasi isi atas keseluruhan pembahasan dalam esai.

 

Berikut struktur penulisan esai

 

Judul (yang singkat tapi harus sesuai isi)

Disusun Oleh: (tuliskan nama pengarang/penulis)

Identitas: (Tulis identitas singkat, misal Mahasiswa Universitas Indonesia…)

 

  1. Pendahuluan

(Sebagai pembuka isi esai sekaligus pemaparan awal alasan-alasan mengeneai gagasan tersebut dibuat)

  1. Pembahasan (jika banyak sub judul pembahasan, tulis setiap sub judul di atas setiap awal paragrafnya). Contoh:

…(Sub judul pembahasan 1)

(Utarakan pembahasan berupa argumen penulis, buat menjadi beberapa alinea sesuai kebutuhan)

 

…(Sub judul pembahasan 2)

(Utarakan pembahasan berupa argumen penulis, buat menjadi beberapa alinea sesuai kebutuhan)

 

Begitu seterusnya hingga sub judul penutup.

 

  1. Penutup (bagian akhir esai)

Dapat berupa kesimpulan dari seluruh isi pembahasan; saran; ungkapan berupa harapan; peringatan yang mungkin perlu diwaspadai; atau hal lain yang bersifat menutup sebuah gagasan.

 

Penggunaan bahasa

Sudah tentu bahasa yang digunakan wajib Bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah kebahasaan. Bahasa yang sesuai dengan kaidah dimaksudkan supaya tidak ada penafsiran ganda. Kalaupun ada kalimat yang tidak baku seperti bahasa sehari-hari, daerah, dan bahasa asing kata per katanya harus di tulis miring. Lebih baiknya lagi tambahkan keterangan pada bahasa yang tidak baku tersebut, misal mengunakan tanda kurung.

 

Daftar Pustaka?

Sebagai bentuk tulisan yang termasuk ke dalam karya tulis ilmiah popular, daftar pustaka sangatlah perlu. Tetapi, tidak kaku juga seperti daftar pustaka makalah, skripsi, atau karya ilmiah murni lainnya.

Dalam esai daftar pustaka biasa ditulis dengan isitilah Bahan Bacaan. Sebagai contoh : Bahan Bacaan…. (diisi nama pengarang. tahun terbit. judul buku. kota terbitan buku: nama penertbit…. Jika bahan bacaan berupa Koran/majalah, unduh dari internet, dan lainnya wajib diisi seperti daftar pustaka biasa). Kalimat-kalimat yang dikutip/dipakai acuan dalam tulisan esai cukup diisi identitas pendek di akhir kalimat kutipan (nama, tahun:halaman yang dikutip).

Bahan bacaan penting untuk menandai kutipan-kutipan penyataan yang digunakan dalam sebuah esai.

 

Ini Dia Cara Cepat Mudah Membuat untuk Lomba

Pertama, pahami tema lomba. Setelah itu kumpulkan gagasan yang berkaitan dengan tema. Bisa hal yang pernah dialami penulis ataupun gagasan baru hasil pencarian. Kemudian carilah fakta-fakta sebagai penguat gagasan.

Jika gagasan beserta fakta-fakta pendukungnya sudah siap, jangan dulu mulai menulis. Buatlah terlebih dahulu kerangka tulisannya. Buat secara urut sesuai dengan urgensi pokok pembahasannya. Setelah itu, matangkan gagasan yang sudah ada tersebut. Kaji dan pertimbangkan dahulu, jika dirasa kurang pas bisa diperbaiki, dihapus, atau mengubahnya.  Hal ini bertujuan untuk membuat konsep tulisan yang benar-benar baik, selain itu runut dan logis.

Langkah terakhir, yaitu mulai menuliskan gagasan-gagasan ke dalam sebuah tulisan. Tulisannya tentu harus sesuai dengan EYD dan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Setelah selesai, baca dan amati tulisan secara menyeluruh. Apakah kaliamatnya sudah pas dan adakah kesalahan dalam penulisannya? Jika iya segera perbaiki. Sampai tahap ini tulisan sudah dikatakan tulisan yang sudah siap dilombakan.

 

Penulis: Andro Satrio SG

Mahasiswa (yang) Berprestasi Fokus Pada Hal-Hal In

Dunia perkuliahan tentu jauh berbeda jika dibandingkan saat SMA atau tingkatan lain yang sederajat. Berprestasi di tingkat SMA jauh lebih mudah dibanding saat di bangku kuliah. Saat SMA para murid akan lebih mudah mengurus segala sesuatu karena masih dalam kewajiban seorang guru. Sedang, saat menjadi mahasiswa dituntut untuk mandiri. Seorang mahasiswa harus mampu fokus dan punya tanggungjawab. Bagaimana mau berprestasi kalau fokus saja tidak bisa dan tanggungjawab tidak ada? Perkuliahan sudah pasti tingkat kesulitannya lebih tinggi. Saingan juga jauh lebih berat jika dibanding saat SMA.

Nah, karena itu berikut ini ada tips fokus supaya jadi mahasiswa yang berprestasi!

 

  • Terlalu Fokus Organisasi

Ikut sebuah organisasi kampus memang baik. Dengan hal itu bisa melatih kemampuan berorganisasi, menumbuhkan karakter, dan melatih kepemimpinan. Alih-alih mengembangkan diri jadinya hal utama yang wajib malah ditinggalkan. Banyak mahasiswa yang lebih mementingkan organisasi daripada belajar dan mengerjakan tugas-tugas kuliah. Sampai-sampai banyak mahasiswa yang datang cuma sekadar mengisi absensi lalu langsung pergi untuk mengikuti kegiatan organisasi dan begitu terus setiap hari. Prioritas utama sebagai mahasiswa adalah berkuliah, belajar di dalam kelas, mengerjakan tugas kuliah. Sedang, organisasi adalah aktivitas lain yang dilakukan di sela-sela waktu kuliah. Penting memang sebuah organisasi, tetapi kalau kelewat banyak bagaimana nilai kalian? Kalau tidak lulus-lulus bagaimana?

  • Mahasiswa Jalan-Jalan

Mahasiswa tipe ini lumayan banyak. Apalagi kalau yang hobi, bisa lebih banyak travelling-nya daripada masuk kuliahnya. Memang perkuliahan itu waktunya lebih fleksibel ketimbang SMA dan diberi kebebasan juga. Kalau di SMA sering tidak masuk pasti langsung di peringati guru dan masuk ruang BP terus orang tua dipanggil. Kalau kuliah dosen lebih bebas bahkan cenderung tidak peduli. Lulus tepat waktu itu sebuah prestasi lho. Lah kalau kebanyakan bolos gimana bisa berprestasi? Pasti pelajaran banyak yang tidak dimengerti karena masuk kuliah saja cuma seminggu sekali.

  • Pacaran VS Kuliah

Jangan macam-macam saat kuliah. Fokus saja sampai lulus, sehabis itu baru bebas mau melakukan apa saja. Jangan habiskan waktu pada hal-hal yang kurang perlu. Salah satunya pacaran. Sah-sah saja punya pacar, tapi alangkah baiknya setelah selesai kuliah saja. Bisa-bisa kalau punya pacar saat kuliah malah lebih fokus ke pacarnya daripada ke kuliahnya. Belum lagi kalau putus, jadi galau-galauan dan malas untuk kuliah. Habis itu, kalau pacarnya satu kampus atau malahan satu kelas waduh berabe jadinya. Fokus kejar prestasi pasti jadi terganggu, Oleh karena itu, nanti saja cari pacarnya ya, kalau sudah lulus kuliah dan sudah dapat kerja. Kan enak bisa jajanin pacarnya pakai uang sendiri bukan dari orang tua lagi.

  • Tidak Fokus Sama Sekali

Kalau ini gawat sih. Mahasiswa model ini sudah dimungkinkan tidak akan pernah berprestasi. Bagaimana tidak, fokus sama sekali tidak ada pada apapun mengenai perkuliahannya. Belajar saja jarang, mengerjakan tugas saja tidak pernah. Kerjaannya dikelas cuma tidur kalau dosen sedang menjelaskan, yang penting ngampus saja daripada bête di rumah. Jangan harap berprestasi deh kalau kelakukannya masih begini, lulus saja mungkin sebuah anugerah. Jangan sampai seperti ini ya.

  • Bekerja Sembari Kuliah

Motif untuk bekerja sambil kuliah beragam. Ada yang cuma sekadar cari pengalaman, tambah uang saku, sampai ingin meringankan beban orang tua. Kalau antara kuliah dan bekerja bisa dibagi fokusnya dengan baik sangatlah bagus. Masalahnya bagi yang tidak bisa membagi fokus. Kuliah berantakan, kerjaan jadinya juga keteteran, masalahnya jadi dobel kan? Bagi yang kurang pandai bagi fokus lebih baik jangan bekerja dulu. Fokus saja pada satu hal, yaitu selesaikan kuliah dulu.

 

Penulis: Andro Satrio SG

Ghost Writer: Kurang diperhitungkan tapi Bayarannya Selangit

Ghost writer? Itu semacam apa? Setan yang mahir menulis? Atau apa? Bukan, ini bukan setan atau sebangsanya yang menjelma sebagai penulis. Ghost writer adalah para penulis profesional yang benar-benar paham bagaimana menulis dan menjadikan menulis itu bukan lagi sebagai pekerjaan, melainkan bisnis.

Mengutip sumber wikipedia, ini penjelasan mengenai ghost writer.

(A ghostwriter is hired to write literary or journalistic works, speeches, or other texts that are officially credited to another person as the author. Celebrities, executives, participants in timely news stories, and political leaders often hire ghostwriters to draft or edit autobiographies, memoirs, magazine articles, or other written material. In music, ghostwriters are often used to write songs, lyrics, and instrumental pieces. Screenplay authors can also use ghostwriters to either edit or rewrite their scripts to improve them.)

Dapat disimpulkan, ghost writer merupakan bidang kerja profesional yang berkaitan dengan menulis. Entah itu menulis buku, artikel, blog, materi tulisan dalam sosial media., dan lainnya. Artinya, para ghost writer merupakan orang yang sudah malang melintang dan ahli di bidang penulisan. Bahkan, spesialisasi bidang dalam dunia ghost writer itu ada.

Mengenai ghost writer

Kalau berkaitan dengan kepenulisan kenapa tidak disebut sebagai penulis atau writer saja, kenapa harus ada embel-embel ghost-nya? Secara teknis ghost writer bekerja sesuai pesanan. Ia dibayar untuk menuliskan sesuatu dengan langsung menyerahkan hak cipta tulisannya kepada pemesan (termasuk hak ekonomi dan moral penulisan). Dengan kata lain, para ghost writer rela namanya tidak dicantumkan saat tulisannya diterbitkan. Pada lain hal, ghost writer disuratkan dalam tulisan dengan ungkapan “with….”, “as told to…”, kontributor, dan biasa dilampirkan di dalam halaman terimakasih.

Menulis naskah merupakan pekerjaan yang lebih banyak dikerjakan oleh ghost writer. Ghost writer dibayar dengan tarif tertentu untuk menuliskan naskah. Selain menuliskan naskah ghost writer kadang hanya diberi draf naskah mentah dari pemesan –dalam hal ini penulis– kemudian ditugaskan untuk menyunting dan membuat naskah itu menjadi sempurna. Kerja profesional bidang ini, para ghost writer diharuskan berkeja seperti seorang jurnalis dan tukang riset. Sebagian naskah memang memerlukan kegiatan wawancara dan riset yang lebih mendalam.

Menjadi seorang ghost writer bisa dilakukan sendiri (bahasa kerennya one man show) ataupun berhimpun di dalam lembaga yang bekerja mengalihdayakan (jasa penerbitan). Jika bekerja seorang diri, semua hal yang berkaitan harus disiapkan sendiri. Mulai dari dari alat elektronik penunjang semisal laptop/pc, kamera, alat perekam suara, internet, hingga buku-buku acuan sebagai referensi. Kalau bekerja di dalam sebuah lembaga tentu semua sudah disiapkan oleh lembaga tersebut. Semua kembali kepada kepuasan pribadi dan tak dipungkiri dalam hal penghasilan.

Menjadi seorang ghost writer tentu sudah wajib memiliki kompetensi sebagai bekal dalam bekerja. Adapun beberapa diantaranya:

  1. kemampuan berbahasa yang baik, termasuk mengusasai tata bahasa dan ejaan;
  2. keterampilan menulis di atas rata-rata;
  3. menguasai jurnalistik;
  4. kemampuan berkomunikasi;
  5. terampil dan mampu mengedit (naskah);
  6. wawasan yang luas mengenai dunia penulisan dan penerbitan;
  7. mampu menggunakan teknologi.

Di Indonesia sendiri, banyak yang mengunakan jasa ghost writer ini. Sebut saja yang paling familier, Yusril Ihza Mahendra. Tidak tangung-tanggung beliau menjadi ghost writer untuk menulis naskah pidato para presiden mulai dari Presiden Soeharto, Presiden Habibie, Presiden Megawati, dan yang paling anyar Presiden SBY.

Apakah ghost writer menjajnjikan? Ghost writer sudah menjadi komoditi bisnis yang menjanjikan. Pekerjaan menjadi ghost writer sekarang sudah sangat meluas. Bukan lagi hanya menulis buku ataupun artikel-artikel saja. Dengan berkembangnya sosial media ibarat kawah candradimuka. Sosial media yang ada sekarang ini sangat membutuhkan konten kreatif berupa tulisan. Selain itu, banyak orang yang ingin mencurahkan buah pemikirannya menjadi bentuk tulisan tetapi tidak mampu. Untuk merealisasikannya di-hire-lah seorang ghost writer. Ini menjadi celah untuk meraup pundi-pundi. Siapa sangka kemampuan menulis bisa menghasilkan.

Masalah tarif

Mengenai tarif, seorang ghost writer atau sebagai sebuah lembaga dapat menentukan sendiri berapa biaya balas jasanya. Tentu, harus sesuai dengan kualifikasi kemampuan dan tingkat kesulitan pekerjaannya. Tarif bisa ditentukan per kata, per halaman, kombinasi, dan proyek per buku.

  • Tarif per kata biasa untuk tulisan-tulisan pendek seperti artikel, resensi, rangkuman, dan sebagainnya. Menurut sumber, tarif per kata di Indonesia berkisar di Rp. 500. Asumsikan saja, mengerjakan 1 halaman degan 400 kata sudah Rp. 200.000 di dapat. Ada juga yang menetapkan harga di bawa itu. Untuk kegiatan editing dibayar Rp. 25 per kata dengan asumsi Rp. 10.000 per kata.
  • Tarif per halaman biasa untuk buku-buku tebal dan memerluka riset. Di Indonesia tarifnya bervariasi, mulai yang paling rendah Rp. 25.000 per halaman. Jika diasumsikan mengerjakan 10 halaman, Rp. 250.000 sudah dalam genggaman.
  • Kalau tarif kombinasi, seorang ghost writer akan mendapatkan advance fee dengan jumlah tertentu ditambah royalti antara 2%-3% dari keseluruhan royalti penjualan buku.
  • Tarif total/proyek per buku yaitu tarif yang ditetapkan untuk membuat buku dari awal hingga jadi. Biasanya tarifnya menggunakan flat fee. Flat fee yang dipakai penerbit di Indonesia ada diangka 3-5 juta untuk buku dengan ketebalan 80-120 halaman. Bahkan, Depdiknas melalui program BSE-nya menghargai buku dengan flat fee untuk penguasaan selama 10-15 tahun diharga 40-100 juta. Jumlah ini boleh dikatakan termasuk layak dan bisa digantungkan utuk keberlangsungan hidup.

Lanjutan mengenai ghost writer

Hal utama yang harus dijaga seorang ghost writer adalah masalah kerahasiaan. Ghost writer harus merahasiakan perihal konten buku ataupun rahasia lain yang diminta oleh seorang klien. Gost writer tidak boleh seenaknya mengumbar pekerjaannya kepada publik.

Selain itu, menjadi seorang ghost writer harus memahami betul aturan dan kode etik sebagai penulis. Ini penting, karena akan ada kesepakatan kerja atau perjanjian tertulis antara si pemberi kerja dan si penerima kerja. Pemahaman mengenai aturan dan kode etik dimungkinkan untuk menghindari kekeliruan dalam ranah kerjanya. Setelah ada penawaran, untuk selanjutnya ghost writer mengajukan proposal mengenai waktu pengerjaan, hal-hal yang akan dikerjakan, dan taksasi penawaran dengan basis yang sesuai.

Terakhir, ghost writer juga harus mempertimbangkan dan siap menanggung konsekuensi pekerjaannya. Jangan asal ambil pekerjaan begitu saja, jika tidak menguasai bidang tersebut ada kalanya dipertimbangkan terlebih dahulu. Profesionalisme sangatlah penting, sebab kredibilitas pekerjaan adalah taruhannya.

 

Penulis: Andro Satrio SG