Evita Martha Dewi atau yang akrab di sapa Martha−merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis angkatan 2015 di Universitas Indonesia telah di nobatkan sebagai mahasiswa berprestasi nasional tahun 2018. Sungguh kebanggaan luar biasa khususnya untuk Indonesia sendiri dengan berbagai prestasi gemilang yang di raih oleh para pelajar muda tanah air. Berbagai perjalanan dan petualangan yang di tempuh oleh Martha sangat layak di apresiasi bahkan menjadi motivasi sekaligus inspirasi bagi para pelajar Indonesia untuk merengkuh mimpi menjadi mahasiswa berprestasi tahun-tahun berikutnya.

Awal mula Martha bisa menjadi Mapres nasional 2018 adalah karena usaha kerasnya dalam mengikuti berbagai kompetisi khususnya di bidang Ekonomi. Martha sendiri mengungkap bahwa ia kerap mengikuti lomba-lomba yang berskala internasional seperti lomba esai dan karya ilmiah ekonomi, lomba business case, bahkan pernah mengikuti lomba Risk Intellegence Challenge di Deloitte dan meraih juara 1 nasional sekaligus mendapat gelar MVP (Most Valuable Player), serta mewakili Indonesia untuk berkompetisi di Bangkok hingga mendapat Best Individual. Selain itu ia sempat meraih juara pertama dalam ajang The 15th Economix International Paper Competition pada tahun 2017.

Kompetisi yang pertama kali Martha ikuti adalah Asia Pasific MUN Conference yang merupakan lomba MUN terbesar di Asia yang mencakup perjalanan konferensi akademik dimana beberapa partisipan berasal dari berbagai negara di belahan dunia, Martha sendiri di delegasikan sebagai perwakilan dari Universitas Indonesia dan berhasil meraih juara 3.

Tidak hanya sampai pada kompetisi tersebut, setelah itu Martha lanjut untuk mengikuti ajang Harvard National Model United Nations (HNMUN) yang merupakan ajang tertua, meski tidak mendapat award, namun ia mengaku merasa bangga menjadi perwakilan kampusnya sendiri yang bisa mendapat kesempatan menjadi orang yang mempropose di draft revolution sebagai presenter dan mendapat banyak pengalaman berharga.

Untuk menjadi seorang mahasiswa berprestasi tingkat nasional tentu banyak pengorbanan yang harus di lakukan serta kekecewaan yang pastinya akan di alami. Martha sendiri mengaku sering mengalami kegagalan dan tidak menang dalam perlombaan bahkan ia kalah dalam sebuah kompetisi business case yang benar-benar di minatinya, namun kekalahannya justru tak menghambatnya untuk terus maju dan kembali meraih tujuan dan mimpinya.

Martha terus berusaha keras dan melakukan evaluasi diri di kompetisi-kompetisi berikutnya dan dengan serius untuk mengikuti Pilmapres 2018. Ia tidak hanya aktif dan sibuk dalam dunia akademik yang berbau kompetisi saja, namun ia juga aktif dalam organisasi sekaligus menjadi presiden di Students Catalyst Jabodetabek Region dimana organisasi tersebut bisa menjadi wadah untuk bisa saling berbagi dengan siapapun termasuk berbagi dengan mahasiswa-mahasiswa lain.

Dalam menjalani dan membagi waktunya untuk berbagai aktivitasnya yang padat di antaranya kuliah, organisasi, dan mengejar prestasi, Martha selalu menanamkan kekonsistenannya dimana ia sangat berkomitmen terhadap hal-hal yang ingin ia lakukan dan capai, contohnya untuk menjadi Mapres nasional, ia merancang berbagai strategi seperti identifikasi diri, evaluasi diri, alokasi waktu yang baik, menyusun schedule, dan konsistensi, ia juga mengaku bahwa ia melakukan latihan terus-menerus ketika ia berambisi mengikuti Mapres 2018.

Ia pun berpesan kepada para pelajar tanah air yang ingin mengejar cita-citanya untuk menjadi mapres tahun berikutnya untuk “be persistent”, dalam artian jangan sekalipun menyerah dan tetap ingat dan berusaha untuk mencapai tujuan, karena usaha dan kerja keras takkan mengkhianati hasil.