Pernah membaca atau mendengar orang-orang yang mencuat namanya setelah mengikuti sebuah ajang perlombaan atau lainnya yang sejenis? Dari sana mereka bisa tenar, bahkan di elu-elukan namanya dengan begitu riuhnya. Atau mungkin di sekitar kalian ada yang demikian? Apa perasaan kalian? Kagum, termotivasi, atau malahan iri? Pernahkah kalian berpikir ingin seperti mereka? Ingin terkenal juga, ingin mencuat juga, atau mungkin ada yang berpikir bahwa dari sana awal karir kalian mungkin bisa terbuka. Namun, harapan tidak pernah sesuai takdir.

Sudah ikut banyak perlombaan namun selalu gagal? Sadar diri bos!

Mengikuti event perlombaan memang butuh suatu usaha yang ekstra. Kalau persiapan kalian hanya biasa-biasa saja jangan harap untuk memang. Buang jauh-jauh harapan itu dari benak kalian supaya jangan menyesal diakhirnya nanti. Mengapa? Karena ajang perlombaan itu bersifat luas, bukan hanya kalian yang ada di dalamnya. Ratusan bahkan ribuan peserta mengikuti perlombaan yang sama dengan yang kalian ikuti. semua mengejar satu tujuan yang sama, yaitu menang. Jangan pernah berpikir diri kalian yang paling baik dan punya peluang besar untuk menang.

Lomba memang untuk mengadu ketangkasan mengenai sesuatu hal yang dianggap paling dikuasai. Tetapi ingat, bukan ajang untuk pamer, sekali lagi, bukan untuk pamer. Lomba menjadi wadah untuk unjuk karya dan kemampuan. Lebih dari itu untuk mengukur kapabilitas dan menjadi ajang tryout untuk terus berlatih, belajar, dan membuat lebih baik lagi ke depan.

Lantas, apa kaitannya dengan sadar diri yang dikemukakan di atas? Begini, sadar diri di sini itu maksudnya menyadari diri sendiri. Bagaimana mungkin kalian melakukan sesuatu yang mengharuskan diri kalian berbuat sesuatu tetapi kalian tidak tahu apa yang diri kalian harus perbuat. Sama halnya seperti “Tong kosong nyaring bunyinya.”

Sadar diri timbul dari diri sendiri. Untuk itu kalian perlu tahu bagaimana menyadari diri sendiri. Berikut beberapa cara yang mungkin bisa menstimulasi dan bisa kalian terapkan di diri kalian masing-masing.

 

Sadar diri, temukan passion. Kalian harus tahu passion kalian di mana. Mari kita ambil contoh, misal si A menyukai dan memang menguasai bidang fotografi. Akan tetapi, ia malah mengikuti lomba masak yang mungkin awam bagi dia. Bisa menang? Bukan tidak mungkin memang. Hanya saja peluangnya sangat kecil, mungkin hanya nol koma sekian, ya karena bukan bidangnya di situ. Kalian bisa simpulkan sendiri.

Sadar diri, banyak bergaul dan bergabung. Setelah kalian tahu passion kalian dimana, lakukan hal selanjutnya dengan banyak bergaul untuk mengembangkan passion kalian. Ikutlah dengan komunitas-komunitas. Jamak sekarang ini kita temui komunitas-komunitas yang menjadi wadah positif untuk mengembangkan diri, terlebih lagi mereka-mereka sangat welcome dengan orang-orang yang mau belajar. Secara tidak langsung nantinya passion kalian akan terasah dengan sendirinya. Kalau mau keluar kocek lebih, kalian bisa mengikuti seminar-seminar yang berkaitan dengan passion kalian.

Sadar diri, asah dan latih passion. Bekal yang mungkin lebih dari cukup telah kalian dapat dari komunitas-komunitas, seminar atau perkumpulan lainnya. Mulailah kalian asah dan latih. Terapkan konsep semacam trial, error, and troubleshooting terhadap passion kalian. Coba berulang-ulang kali, temukan kekurangan-kekurangan yang masih ada, dan cari bagaimana cara memperbaiki kekurangan-kekurangan itu.

Sadar diri, perkuat mental. Ini penting untuk kalian dalam mengikuti perlombaan. Mengapa? Karena percuma saja jika persiapaan yang sudah matang tetapi tidak dibarengi dengan mental yang kuat. Sia-sia saja jadinya apa yang sudah kalian lakukan dan persiapkan. Mental seperti seorang petarung harus kalian miliki. Kalian harus siap kalah dan siap menang, berjiwa besar, dan berlapang dada.

Sadar diri,  harus percaya diri. Tanpa percaya diri mustahil anda bisa maksimal. Mental kuat jika tidak dibarengi dengan percaya diri ya sama saja, sia-sia. Kalian nantinya akan diadu dengan banyak peserta. Jika kalian tidak punya percaya diri yang lebih, sudah pasti akan tergerus diawal-awal. Perlombaan itu menuntut pesertanya percaya akan dirinya sendiri. Jadi, jangan ragu, mantapkan hati dan percayalah pada diri sendiri.

Sadar diri, mulailah beraksi. Ini waktunya, semua perjuangan kalian ditentukan di sini. Jangan pernah berpikir ke belakang dan janganlah pernah ragu pada tahapan ini. Lakukan dengan dengan baik dan tuntaskan. Percayalah pada sebuah kata-kata “Kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasil.”

Sadar diri, berikan diri motivasi. Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. Jika kalian gagal jangan pernah putus asa, teruslah mencoba. Berikan diri kalian semangat untuk terus maju dan berusaha. Jadikan semua kegagalan itu sebagai lecutan motivasi untuk terus maju. Kerja keras yang kalian lakukan pasti akan membuahkan hasil. Percayalah, apa yang kalian harapkan sudah ada di depan mata. Terus berkarya dan janganlah berputus asa.

Sadar diri, doa itu penting. Ini sebetulnya pangkal kita melakukan sesuatu, apapun itu. Jadikan doa di atas segalanya. Kita boleh berusaha, sekuat apapun itu, lakukanlah. Hanya, janganlah mengandalkan kekuatan kita sendiri. Percaya pula pada kuasa Tuhan bahwa semua itu pasti bisa terjadi. Setelah apa yang kalian lakukan, serahkanlah kepada-Nya. Hasil yang terbaik pasti akan datang kepada orang yang benar-benar berusaha dan berdoa.

 

Itu tadi beberapa hal yang bisa kalian terapkan di diri kalian untuk menumbuhkan sadar diri. Percayalah di balik kesuksesan pasti ada ribuan kegagalan. Jadi, jangan pernah takut untuk gagal. Teruslah berkarya dan berusaha.

 

Penulis: Andro Satrio SG