Menuntut ilmu memerlukan proses yang panjang dan berjenjang. Ilmu sendiri sedianya menjadi keutamaan dalam setiap agama. Dengan berilmu, manusia dapat menentukan langkah dan sikap dalam hidupnya. Ilmu sendiri bisa didapatkan dari manapun dan melalui cara apapun, tidak terbatas di sekolah saja. Salah satu media menuntut ilmu yang familiar yaitu seminar.

Seminar merupakan bentuk pengajaran bersifat akdemis, bisa melalui universitas ataupun institusi profesional dan komersial.Kata seminar sendiri berasal dari kata Latin seminarum, yang berarti “tanah tempat menanam benih”. Seminar lebih mengkhususkan diri pada satu topik bahasan yang diangkatdi mana para pesertanya dapat berpartisipasi secara aktif. Seminar biasa dilakukan dengan dialog atau presentasi hasil penelitian oleh seorang pemakalah dan dipandu oleh seorang moderator dalam kelangsungan acaranya. Di universitas sendiri seminar biasa dijadikan kelas-kelas khusus yang diadakan bagi mahasiswa tingkat atas. Seminar di universitas dimaksudkan untuk mendekatkan antara mahasiswa dengan gagasan dan topik bahasan, berguna untuk penulisan tugas akhirnya. Selain itu, banyak seminar juga berisi debat, pertanyaan, dan jajak pendapat.

Seminar mempunyai ciri yaitu adanya makalah. Pengisi materi sebelum memulai biasa menyajikan makalah kepada peserta untuk disimak dan dibaca sembari pemateri menerangkan isi makalahnya. Makalah yang disajikan tersebut lebih bersifat ilmiah, isu-isu yang menarik untuk diperbincangkan. Terlebih, makalah itu harus bersifat aktual atau dalam artian lain betul-betul terjadi.

Setelah makalah disaji, selanjutnya makalah tersebut diberi sanggahan pertama oleh orang yang tentunya ahli. Orang tersebut berperan sebagai audience khusus yang diberi prioritas untuk merespon makalah tersebut.Setelah itu barulah peserta umum diberikan kesempatan untuk sama-sama memberikan respon. Interaksi dua arah terjadi di sini dan karena itu seminar biasa dilangsungkan dalam bentuk seperti forum.

Selain adanya makalah, tentunya seminar memerlukan pihak-pihak yang terlibat di dalmnya. Pertama Pemakalah/Referator (penyaji materi), pemakalah merupakan orang yang menyampaikan makalah dalam sebuah seminar. Pemakalah sendiri yang bertugas dalam hal pembuatan makalahnya, serta diharuskan berperan aktif memberi jawaban-jawaban yang nantinya dilontarkan para peserta. Semua harus bernalar, kesesuaian antara data dan fakta, dan juga berorientasikan logika. Kedua yaitu harus adanya moderator. Seorang moderator bertugas mengawasi jalannya acara, meluruskan pembahasan bilamana telah melenceng dari topik bahasan, sertamenjaga keberlangsungan seminar tetap kondusif. Atau dengan kata lain, ia berperan sebagai pemimpin acara.

Selain itu ada pula yang namanya penyanggah utama. Penyanggah utama merupakan seorang ahli yang diberi tanggungjawab untuk meresponi isi makalah pertama kali. Biasanya ia bertugas sebagai alat penjelas dan penyempurna isi makalah. Lainnya, ada yang namanya notula. Notula fungsinya sama seperti sekretaris. Ia bertugas sebagai pencatat jalannya isi acara dari awal hingga akhir, juga membuat laporan yang memuat rangkuman hasil seminar. Terakhir, adanya peserta (audience) -disebut juga penyanggah umum- Mereka-mereka ini berperan sebagai pendengar dan pemberi saran. Mereka diberikan kebebasan untuk mendengar, bertanya ataupun menanggapi isi makalah.

Bagaimana, sudah mengetahui lebih dalam mengenai apa seminar itu? Sesuai dengan judul nih, penting gak sih seminar itu,yuk mari lanjut pembahasannya.

 

Pentingkah seminar itu?

Banyak pertanyaan timbul, pro kontra pun terjadi. Apalagi sebagai mahasiswa pasti disibukkan dengan sederet kegiatan seminar yang katanya berpengaruh pada nilai ataupun syarat kelulusan. Seminar itu pada dasarnya penting entah itu dibarengi atau tidak dengan embel-embel nilai dan syarat kelulusan. Seminar bisa kalian gunakan dalam hal pengembangan diri. Seminar sendiri kaya akan edukasi, bisa kalian manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bukan hanya sekedar penambah pengetahuan saja, banyak hal yang kalian bisa ambil dari sebuah seminar. Seminar sendiri bisa kalian jadikan untuk:

  1. meningkatkan kemampuan dalam hal menganalisis suatu permasalahan
  2. menambah wawasan tentang masalah atau isu-isu yang bersifat ilmiah
  3. wadah latihan dalam mengemukakan pendapat
  4. meningkatkan kemampuan dalam berdialog di depan banyak orang atau melatih cara berrkomunikasi dengan orang lain

 

Apa Manfaatnya?

Seminar-seminar yang diselenggarakan sangat bermanfaat dan banyak nilai positifnya. Khususnya sangat berguna di dunia kerja apalagi dalam pengembangan karier, jadi jangan salah kaprah lagi lho. Untuk mahasiswa nih mulai sekarang jangan malas-malas ya lagi jika disuruh mengikuti seminar, orang itu untuk kalian-kalian juga kok. Siapa tahu dengan melalui seminar setelah lulus kuliah kalian bisa langsung keterima kerja, bukan tidak mungkin kan!

Berikut manfaat-manfaat seminar yang harus kamu tahu, cekidot.

  1. Jadikan sebagai tempat cari ilmu

Gali sebanyak mungkin ilmu-ilmu yang ada dalam seminar tersebut. Bukan hanya dari pemakalah saja, tapi dari pertanyaan atau tanggapan yang diberikan oleh peserta lain bisa kamu serap dan jadi tambahan pengetahuan.

  1. Gudangnya cari teman

Seminar pasti dikuti orang-orang yang jumlahnya tidak sedikit, tentu juga dengan latar belakang yang berbeda. Jalin komunikasi dengan baik, siapa tahu rezekimu ad di sana, bisa ketemu bos dan jadi karyawan dia misalnya.

  1. Menambah pengalaman

Dengan ikut seminar, kalian juga bisa mendapat banyak pengalaman yang berharga. Ingat kata pepatah, pengalaman adalah guru yang terbaik.

  1. Sarana yang pas untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi

kemampuan berkomunikasi yang baik dan juga rasa percaya diri yang tinggi harusnya dimiliki setiap individu. Jika dirasa kalian belum mempunyai dua hal ini, mungkin saja melalui seminar bisa teratasi. Banyak-banyaklah bertanya dan mengutarakan pendapat. Tanpa kalian sadari, hal tersebut bisa melatih cara berkomunikasi kalian. Selain itu dengan berbicara di depan banyak orang sangat bisa membantu kalian meningkatkan kepercayaan diri.

 

Penulis: Andro Satrio SG