Katanya tidak semua orang bisa berkuliah di perguruan tinggi, ada beberapa fakor yang mendasarinya. Biasanya yang sering dijumpai yaitu masalah biaya. Ya, biaya merupakan momok yang cukup menakutkan bagi para orang-orang tua. Mereka bingung bagaimana menentukan sikap. Disatu sisi mereka ingin anaknya sekolah hingga tinggi supaya bisa menggapai cita-citanya. Di sisi lain mereka juga harus realistis, bagaimana menyekolahkan anak hingga tinggi, sedang biaya pun tidak ada. “Bisa menyekolahkan anak hingga jenjang menengah atas saja sudah susahnya luar bisa. Ada memang program sekolah gratis di sekolah negeri mulai SD sampai tingkat SMA/SMK, tapi sekolahnya saja yang gratis. Lantas, biaya bukunya, bajunya, ongkosnya bagaimana, lah orang buat makan aja udah susah, gimana buat kuliah,” begitu anggapan sebagian orang.

Tidak bisa dipungkiri memang, biaya pendidikan itu pada dasarnya mahal, terlebih biaya pendidikan tinggi. Mengutip jawaban pak Presiden ketika ditanya Revi Nuryunita, siswi SMP (14 tahun) yang bertanya mengenai mahalnya biaya kuliah dalam program #JokowiMenjawab.

“Revi, saya senang sekali ya, anak-anak muda yang mempunyai semangat tinggi untuk mau bersekolah nanti sampai kuliah ke perguruan tinggi. Ini yang diharapkan oleh pemerintah. Tetapi kita juga harus tahu bahwa masih banyak keluarga-keluarga yang belum bisa akses ke pendidikan jenjang SD, SMP, SMA, SMK. Ini yang diselesaikan terlebih dahulu. Jadi kita memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP), yang memberikan dorongan kepada anak-anak kita untuk bisa bersekolah di SD, SMP, SMA, SMK, yang dibiayai oleh Pemerintah. Dan yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi juga ada beasiswa, Ini banyak sekali peluangnya (beasiswa), lewat Bidikmisi, kemudian yang kedua lewat lembaga yang namanya LPDP di bawah Kementerian Keuangan. Coba nanti cari informasi mengenai dua kesempatan ini. Bisa digunakan, baik untuk di universitas dalam negeri maupun kuliah luar negeri. Semunya diberikan peluang. Tetapi dengan catatan, memang anak-anak harus pintar, mempunyai semangat, mampu bersaing dengan teman-temannya untuk mendapat peluang-peluang yang ada.”

Seperti kata pak Presiden diatas, pemerintah sejatinya tidak diam begitu saja. Pemerintah memfasilitasi anak-anak Indonesia yang mau lanjut kuliah tapi terbentur biaya melalui program beasiswa. Peluang untuk bisa kuliah sebetulnya banyak, hanya saja harus pintar, mau berjuang dan tentu semangat untuk mendapatkannya, kira-kira begitu intinya.

Mengacu pada Wikipedia, beasiswa merupakan pemberian berupa bantuan keuangan yang diberikan kepada perorangan yang bertujuan untuk digunakan demi keberlangsungan pendidikan yang ditempuh. Sedang, menurut KBBI beasiswa adalah tunjangan yang diberikan kepada pelajar atau mahasiswa sebagai bantuan biaya belajar.

Bisa disimpulkan, beasiswa itu sasarannya untuk pendidikan dan diberikan ke perorangan. Untuk itu, tidak ada kata sulit lagi buat kalian yang ingin lanjut kuliah. Jika orang tua kalian tidak bisa lagi menyanggupi untuk pendidikan kalian selanjutnya, kalian yang harus berperan sekarang. Sangat banyak beasiswa sekarang ini, baik dalam maupun luar negeri, kampus negeri maupun swasta.  Semua tergantung kalian mau ambil peluang itu atau tidak, mau usaha atau tidak. Ya, memang untuk dapat beasiswa itu tidak mudah, tapi semua tidak ada yang tidak mungkin, percayalah.

Bagi kalian yang punya prestasi baik akademik maupun non-akademik kalian bisa pakai itu. Banyak pemberi beasiswa mencari orang-orang seperti kalian. Malahan nih, biasanya kalian-kalian inilah yang diprioritaskan terlebih dahulu. Jangan cuma disimpan saja prestasi yang kalian miliki, gunakan untuk kejar impian kalian.

Selain itu, ada program beasiswa pemerintah yang memang menyasar orang-orang tidak mampu. Tentunya harus dibuktikan dengan prestasi dan juga syarat-syarat lainnya yang harus dipenuhi. Negara benar-benar memberikan fasilitas kepada kalian. Jangan buang kesempatan itu.

Ada yang kalian harus ketahui juga dari beasiswa. Beasiswa itu banyak sekali modelnya. Ada yang cuma memberikan bebas uang pangkalnya saja misalnya, sampai-sampai beasiswa penuh hingga lulus. Jadi, jangan salah-salah pilih ya, sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kalian.

Oh iya, beasiswa itu mensyaratkan penilaian, ya nilai terkait diri kalian. Tentu dengan bobot yang beragam, sesuai dengan kebutuhan masing-masing si pemberi beasiswanya. Penilaiannya juga beragam, ada yang melakukan penilaian melalui berkas-berkas kalian saja, ada yang melakukan penilaian berdasarkan skor tertinggi kalian mengerjakan soal-soal tertulis, ada juga yang mensyaratkan wawancara sebagai metode penilainnya. Intinya, harus siap.

Ya, tentunya harus siap dalam segala hal. Apakah untuk siap itu mudah? Tentu tidak. Kalian harus menguasai seluk-beluk beasiswa yang kalian idamkan. Bagaimana caranya? Yaitu dengan berlatih. Dengan berlatih menguasai apa-apa saja yang harus kalian lakukan untuk mendapatkan beasiswa tersebut, nantinya kalian pasti akan bisa menguasainya. Terus latih hingga benar-benar matang dan siap.

Tip saja, tancapkan dalam benak kalian bahwa proses itu tidak akan pernah mengkhianati hasil. Mengejar beasiswa itu butuh usaha. Mungkin sulit di awal dalam meraihnya. Tapi yakinlah, manis akan kalian raih diakhirnya nanti. Berperanlah sebagai seorang motivator untuk diri sendiri. Pupuk semangat yang membara ke dalam diri. Jangan jadikan setiap cobaan sebagai sebuah hambatan. Buat setiap cobaan itu menjadi cambukan untuk kalian maju. Satu lagi, niatkan benar-benar dalam diri bahwa apa yang akan kalian lakukan ini untuk sesuatu hal yang mulia. Misal, meringankan beban orang tua, membuat orang tua bangga, dan sebagai alat pengubah taraf hidup kalian supaya lebih baik ke depannya. Semangat kawan, mimpi kalian sudah ada di depan.

Penulis: Andro satrio SG