Apa yang pertama kali kalian pikirkan ketika mendengar kata esai? Sebuah tulisan yang panjang, butuh penalaran, dan biasanya topiknya sebuah masalah? Ya, memang demikian. Esai merupakan karangan (biasa sebuah prosa) yang ditulis berdasarkan sudut pandang si penulisanya dan mengangkat isu atau masalah yang sedang hangat. Tentunya harus bersifat logis dan bernalar, sehingga pembaca bisa memahami apa maksud dari isi tulisan tersebut. Esai sendiri termasuk ke dalam jenis tulisan nonfiksi.

Masalah yang diangkat dalam sebuah tulisan esai lebih banyak mengarah kepada isu-isu sosial, kenegaraan, dan nasionalisme. Lebih lanjut, tulisan model ini biasa mengacu kepada pengalaman dan penelitian. Jadi tidak salah jika esai menjadi salah satu syarat menempuh jenjang pascasarjana. Tulisan esai lebih bersifat formal, berdasarkan hasil riset, dan kesesuaian antara tulisan dan faktanya harus benar-benar nyata.

Secara garis besar esai mempunyai kerangka tulisan meliputi pendahuluan, tubuh esai, dan kesimpulan. Terlihat biasa saja memang, tapi untuk membuat esai tidaklah mudah. Harus ada yang namanya sinkronisasi topik, kesesuaian isi dengan tema, keakuratan gagasan dan argumen, bagaimana menetukan tesis, dan kekuatan lebih dari esai yang kalian buat dengan esai lainnya yang sudah ada. Semua itu harus padu supaya dikatakan esai kalian menjadi sebuah tulisan yang layak.

Nah, untuk kalian nih yang berniat menulis esai, entah itu untuk keperluan pembelajaran atau yang akan mengikuti lomba sebaiknnya pahami dulu langkah-langkah pembuatan esai. Di Bawah ini ada beberapa langkah dalam pembuatan esai, mari simak bersama.

 

  1. Memilih Topik

Bila topik telah ditentukan, kalian mungkin tidak lagi memiliki kebebasan untuk memilih. Namun demikian, bukan berarti kalian siap untuk menuju langkah berikutnya. Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan kalian tulis. Apakah berupa tinjauan umum atau analisis topik secara khusus? Jika hanya merupakan tinjauan umum, kalian dapat langsung menuju ke langkah berikutnya. Bila kalian ingin melakukan analisis khusus, topik kalian harus benar-benar spesifik. Jika topik masih terlalu umum, kalian dapat mempersempit topik. Sebagai contoh, topik tentang “Indonesia” adalah satu topik yang masih sangat umum. Jika tujuan kalian menulis adalah menyampaikan gambaran umum (overview) tentang Indonesia, topik ini sudah tepat. Namun, bila kalian ingin membuat analisis singkat, kalian dapat mempersempit topik ini menjadi “Kekayaan Budaya Indonesia” atau “Situasi Politik di Indonesia”. Setelah yakin akan apa yang akan ditulis, kalian bisa melanjutkan ke langkah berikutnya. Bila topik belum ditentukan, tugas kalian jauh lebih berat. Di sisi lain, sebenarnya kalian memiliki kebebasan memilih topik yang kalian sukai sehingga bisa membuat esai kalian jauh lebih kuat dan berkarakter.

  1. Menentukan Tujuan

Tentukan terlebih dahulu tujuan esai yang akan kalian tulis. Apakah esai kalian bertujuan untuk meyakinkan orang agar memercayai apa yang kalian sampaikan, menjelaskan bagaimana melakukan hal-hal tertentu, menjelaskan kepada pembaca tentang suatu peristiwa, seseorang, ide, tempat atau sesuatu? Apa pun topik yang kalian pilih harus sesuai dengan tujuannya.

  1. Menyampaikan Gagasan

Jika kalian telah menetapkan tujuan esai, tuliskan beberapa gagasan yang menarik minat kalian. Semakin banyak gagasan yang kalian tulis, akan semakin baik. Jika kalian memiliki masalah dalam menemukan dan merumuskan gagasan, coba lihat di sekeliling kalian. Adakah hal-hal yang menarik di sekitar kalian? Pikirkan hidup kalian, dan tanyakan diri sendiri apa yang akan kalian lakukan bila mengalami suatu peristiwa atau kejadian yang berkaitan dengan topik yang kalian tulis? Mungkin ada beberapa yang menarik untuk dijadikan gagasan. Jangan mengevaluasi gagasan-gagasan tersebut sebelum kalian merasa tuntas menyampaikannya. Tuliskan saja segala sesuatu yang terlintas di kepala. Langkah ini sebagai wadah untuk “brainstorm“.

  1. Mengevaluasi Gagasan Potensial

Jika telah ada beberapa gagasan yang pantas, pertimbangkan masing-masing gagasan tersebut. Jika tujuannya adalah menjelaskan topik, kalian harus mengerti benar tentang topik yang dimaksud. Jika tujuannya meyakinkan, topik tersebut harus benar-benar menggairahkan. Yang paling penting, berapa banyak gagasan yang kalian miliki untuk topik yang ditulis. Sebelum meneruskan ke langkah berikutnya, lihat sekali lagi bentuk naskah yang kalian tulis. Sama halnya dengan kasus saat kalian menentukan topik, kalian perlu memikirkan bentuk naskah yang kalian tulis.

  1. Membuat Outline (Kerangka Esai)

Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan gagasan-gagasan tentang topik dalam sebuah format yang terorganisir. Siapkan selembar kertas dan mulailah dengan menulis topik di bagian atas. Tuliskan angka romawi I, II, III di sebelah kiri kertas dengan jarak yang cukup lebar di antaranya. Tuliskan garis besar gagasan tentang topik yang kalian maksud. Jika kalian mencoba meyakinkan, berikan argumentasi terbaik. Jika kalian menjelaskan satu proses, tuliskan langkah-langkahnya sehingga dapat dipahami pembaca. Jika kalian mencoba menginformasikan sesuatu, jelaskan kategori utama dari informasi tersebut. Pada masing-masing romawi, tuliskan A, B, dan C menurun di sisi kiri kertas tersebut. Tuliskan fakta atau informasi yang mendukung gagasan utama.

  1. Menulis Tesis

Tesis adalah pernyataaan yang dirumuskan dalam kalimat pernyataan yang memuat gagasan utama esai. Pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin-poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya. Kalian telah menentukan topik esai, sekarang kalian harus melihat kembali outline yang telah kalian buat dan memutuskan poin penting apa yang akan kalian sampaikan. Pernyataan tesis terdiri dari dua bagian: (1) menyatakan topik. Contoh: Budaya Indonesia atau Korupsi di Indonesia. (2) menyatakan gagasan utama dari esai kalian. Contoh: memiliki kekayaan yang luar biasa, memerlukan waktu yang panjang untuk memberantasnya, dst.

  1. Menulis Tubuh Esai

Bagian ini merupakan bagian paling menyenangkan dari penulisan sebuah esai. Kalian dapat menjelaskan, menggambarkan, dan memberikan argumentasi dengan lengkap untuk topik yang telah kalian tentukan. Setiap gagasan penting yang kalian tulis pada outline akan menjadi satu paragraf dari tubuh esai kalian. Masing-masing paragraf memiliki struktur yang serupa. Mulailah dengan menulis ide utama kalian dalam bentuk kalimat. Misalkan, idenya adalah “Pemberantasan korupsi di Indonesia”, kalian dapat menulis “Pemberantasan korupsi di Indonesia memerlukan kesabaran besar dan waktu yang lama”. Kemudian, tulis dan uraikan gagasan yang mendukung ide tersebut, tetapi sisakan empat sampai lima baris. Pada setiap gagasan, tuliskan perluasan dari gagasan tersebut. Elaborasi ini dapat berupa deskripsi, penjelasan, atau pembahasan. Bila perlu, kalian dapat menggunakan kalimat kesimpulan pada masing-masing paragraf. Setelah menuliskan tubuh tesis, kalian hanya tinggal menuliskan dua paragraf: pendahuluan dan kesimpulan.

  1. Menulis Paragraf Pendahuluan

Mulailah dengan menarik perhatian pembaca. Awali paragraf pendahuluan dengan suatu informasi nyata dan tepercaya. Informasi ini tidak perlu benar-benar baru, tetapi bisa menjadi ilustrasi atas gagasan yang kalian sampaikan. Kalian juga bisa mulai dengan anekdot, yaitu suatu cerita yang menggambarkan persoalan yang kalian maksud. Berhati-hatilah dalam membuat anekdot. Meski anekdot ini efektif untuk membangun ketertarikan pembaca, kalian harus menggunakannya dengan tepat dan hati-hati. Cara lain adalah menggunakan dialog dalam dua atau tiga kalimat antara beberapa pembicara untuk menyampaikan topik kalian. Tambahkan satu atau dua kalimat yang dapat mengarahkan pembaca pada pernyataan tesis kalian. Tutup paragraf dengan pernyataan tesis. (Untuk lebih jelasnya, baca paragraf pendahuluan esai.)

  1. Menulis Kesimpulan

Kesimpulan merupakan rangkuman dari poin-poin yang telah kalian kemukakan dan memberikan perspektif akhir kepada pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat kalimat (tetapi jangan menulis ulang sama persis seperti dalam tubuh esai) yang menggambarkan pendapat dan perasaan kalian tentang topik yang dibahas. Kalian dapat menggunakan anekdot untuk menutup esai.

  1. Memberikan Sentuhan Akhir

Teliti urutan paragraf mana yang paling kuat. Letakkan paragraf terkuat pada urutan pertama, dan paragraf terlemah di tengah. Namun, urutan tersebut harus masuk akal. Jika esai kalian menjelaskan suatu proses, kalian harus bertahan pada urutan yang kalian buat. Teliti format penulisan seperti margin, spasi, nama, tanggal, dan sebagainya. Kalian dapat merevisi esai dengan memperkuat poin yang lemah. Baca kembali esai kalian. Apakah masuk akal? Tinggalkan dulu esai kalian dalam beberapa jam, kemudian baca kembali. Apakah masih masuk akal? Apakah kalimat satu dengan yang lain mengalir dengan halus dan lancar? Bila tidak, tambahkan beberapa kata dan frase untuk menghubungkannya. Atau, tambahkan satu kalimat yang berkaitan dengan kalimat sebelumnya. Teliti kembali penulisan dan tata bahasa kalian.

 

Bagaimana, kalian paham sekarang? Cobalah realisasikan. Sekian

 

Penulis: Andro Satrio SG