Dunia perkuliahan tentu jauh berbeda jika dibandingkan saat SMA atau tingkatan lain yang sederajat. Berprestasi di tingkat SMA jauh lebih mudah dibanding saat di bangku kuliah. Saat SMA para murid akan lebih mudah mengurus segala sesuatu karena masih dalam kewajiban seorang guru. Sedang, saat menjadi mahasiswa dituntut untuk mandiri. Seorang mahasiswa harus mampu fokus dan punya tanggungjawab. Bagaimana mau berprestasi kalau fokus saja tidak bisa dan tanggungjawab tidak ada? Perkuliahan sudah pasti tingkat kesulitannya lebih tinggi. Saingan juga jauh lebih berat jika dibanding saat SMA.

Nah, karena itu berikut ini ada tips fokus supaya jadi mahasiswa yang berprestasi!

 

  • Terlalu Fokus Organisasi

Ikut sebuah organisasi kampus memang baik. Dengan hal itu bisa melatih kemampuan berorganisasi, menumbuhkan karakter, dan melatih kepemimpinan. Alih-alih mengembangkan diri jadinya hal utama yang wajib malah ditinggalkan. Banyak mahasiswa yang lebih mementingkan organisasi daripada belajar dan mengerjakan tugas-tugas kuliah. Sampai-sampai banyak mahasiswa yang datang cuma sekadar mengisi absensi lalu langsung pergi untuk mengikuti kegiatan organisasi dan begitu terus setiap hari. Prioritas utama sebagai mahasiswa adalah berkuliah, belajar di dalam kelas, mengerjakan tugas kuliah. Sedang, organisasi adalah aktivitas lain yang dilakukan di sela-sela waktu kuliah. Penting memang sebuah organisasi, tetapi kalau kelewat banyak bagaimana nilai kalian? Kalau tidak lulus-lulus bagaimana?

  • Mahasiswa Jalan-Jalan

Mahasiswa tipe ini lumayan banyak. Apalagi kalau yang hobi, bisa lebih banyak travelling-nya daripada masuk kuliahnya. Memang perkuliahan itu waktunya lebih fleksibel ketimbang SMA dan diberi kebebasan juga. Kalau di SMA sering tidak masuk pasti langsung di peringati guru dan masuk ruang BP terus orang tua dipanggil. Kalau kuliah dosen lebih bebas bahkan cenderung tidak peduli. Lulus tepat waktu itu sebuah prestasi lho. Lah kalau kebanyakan bolos gimana bisa berprestasi? Pasti pelajaran banyak yang tidak dimengerti karena masuk kuliah saja cuma seminggu sekali.

  • Pacaran VS Kuliah

Jangan macam-macam saat kuliah. Fokus saja sampai lulus, sehabis itu baru bebas mau melakukan apa saja. Jangan habiskan waktu pada hal-hal yang kurang perlu. Salah satunya pacaran. Sah-sah saja punya pacar, tapi alangkah baiknya setelah selesai kuliah saja. Bisa-bisa kalau punya pacar saat kuliah malah lebih fokus ke pacarnya daripada ke kuliahnya. Belum lagi kalau putus, jadi galau-galauan dan malas untuk kuliah. Habis itu, kalau pacarnya satu kampus atau malahan satu kelas waduh berabe jadinya. Fokus kejar prestasi pasti jadi terganggu, Oleh karena itu, nanti saja cari pacarnya ya, kalau sudah lulus kuliah dan sudah dapat kerja. Kan enak bisa jajanin pacarnya pakai uang sendiri bukan dari orang tua lagi.

  • Tidak Fokus Sama Sekali

Kalau ini gawat sih. Mahasiswa model ini sudah dimungkinkan tidak akan pernah berprestasi. Bagaimana tidak, fokus sama sekali tidak ada pada apapun mengenai perkuliahannya. Belajar saja jarang, mengerjakan tugas saja tidak pernah. Kerjaannya dikelas cuma tidur kalau dosen sedang menjelaskan, yang penting ngampus saja daripada bête di rumah. Jangan harap berprestasi deh kalau kelakukannya masih begini, lulus saja mungkin sebuah anugerah. Jangan sampai seperti ini ya.

  • Bekerja Sembari Kuliah

Motif untuk bekerja sambil kuliah beragam. Ada yang cuma sekadar cari pengalaman, tambah uang saku, sampai ingin meringankan beban orang tua. Kalau antara kuliah dan bekerja bisa dibagi fokusnya dengan baik sangatlah bagus. Masalahnya bagi yang tidak bisa membagi fokus. Kuliah berantakan, kerjaan jadinya juga keteteran, masalahnya jadi dobel kan? Bagi yang kurang pandai bagi fokus lebih baik jangan bekerja dulu. Fokus saja pada satu hal, yaitu selesaikan kuliah dulu.

 

Penulis: Andro Satrio SG