Tidak ada acuan baku yang menjadi standar apa itu cerpen dan bagaimana itu cerpen, sehinga tidak ada pengertian mendasar mengenai cerpen. Pengertian-pengertian cerpen sekarang ini dihimpun dari beberapa pendapat para ahli. Dari pendapat-pendapat merekalah muncul suatu gari besar mengenai pengertian cerpen.

Cerita pendek (Cerpen)/short story –dalam bahasa Inggris– merupakan suatu jenis karya sastra bentuk prosa naratif fiktif. Simpelnya begini, cerpen merupakan karya cerita berdasarkan khayalan/tidak nyata. Karena dikatakan khayalan, maka jenis tulisan ini masuk dalam kategori fiksi. Cerita pendek cenderung menyasar langsung tujuannya dan isinya pun padat, tidak bertele-tele dan kompleks dibanding jenis karya cerita fiksi lainnya.

Inilah pengertian cerpen menurut para ahli.

 

  • Menurut KBBI

Cerpen berasal dari dua kata yakni cerita yang mengandung arti tuturan mengenai bagaimana sesuatu hal terjadi dan relatif pendek berarti kisah yang diceritakan pendek atau tidak lebih dari 10.000 kata yang memberikan sebuah kesan dominan serta memusatkan hanya pada satu tokoh saja dalam cerita pendek tersebut.

 

  • Menurut Susanto dalam Tarigan (1984:176)

Cerita pendek adalah cerita yang panjangnya sekitar 5000 kata atau kira-kira 17 halaman kuarto spasi rangkap yang terpusat dan lengkap pada dirinya sendiri.

 

  • Menurut Lubis dalam Tarigan (1985:177) 
  1. Cerita Pendek harus mengandung interprestasi pengarang tentang konsepsinya mengenai kehidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
  2. Dalam sebuah cerita pendek sebuah insiden yang terutama menguasai jalan cerita.
  3. Cerita pendek harus mempunyai seorang yang menjadi pelaku atau tokoh utama.
  4. Cerita pendek harus satu efek atau kesan yang menarik.

 

  • Menurut Morris dalam Tarigan (1985:177)

Ciri-ciri cerita pendek adalah sebagai berikut.

  1. Ciri-ciri utama cerita pendek adalah singkat, padu, dan intensif (brevity, unity, and intensity).
  2. Unsur-unsur cerita pendek adalah adegan, toko, dan gerak (scena, character, and action).
  3. Bahasa cerita pendek harus tajam, sugestif, dan menarik perhatian (incicive, suggestive, and alert).

 

Baca Juga:

Simak Tips Berikut Ini. Inilah Teknik Membuat Cerpen Yang Benar

Kiat Menulis Cerita Ala-Ala (Terbukti Ampuh, Dijamin!)

Suka Menulis? Yuk Coba Menulis Cerpen

Kenali Ragam Cerpen Sebelum Memutuskan Membuatnya

Jangan Sampai Kelupaan. Unsur-unsur Pembentuk Ini Harus Ada Dalam Sebuah Cerpen

Mengesankan! Ini Dia Asal Muasal Cerpen Hingga Mendewa di Indonesia

Jangan Salah, Membaca Cerpen Ternyata Bermanfaat Lho. Ini Dia Manfaatnya!

 

  • Dalam Purba (2010: 48), H.B Jassin dalam bukunya Tifa Penyair dan Daerahnya

Mengemukakan bahwa cerita pendek ialah cerita yang pendek (1977: 69). Jassin lebih jauh mengungkapkan bahwa tentang cerita pendek ini orang boleh bertengkar, tetapi cerita yang seratus halaman panjangnya sudah tentu tidak disebut cerita pendek dan memang tidak ada cerita pendek yang demikian panjang. Cerita yang panjangnya sepuluh atau dua puluh halaman masih bisa disebut cerita pendek tetapi ada juga cerita pendek yang panjangnya hanya satu halaman. Pengertian yang sama dikemukakan oleh Sumardjo dan Saini di dalam buku mereka Apresiasi Kesusastraan. Mereka berpengertian bahwa cerita pendek (atau disingkat cerpen) adalah cerita yang pendek. Tetapi dengan hanya melihat fisiknya yang pendek orang belum dapat menetapkan sebuah cerita yang pendek adalah sebuah cerpen (1986: 36).

 

  • Menurut Sumardjo (1983: 69)

Cerita pendek adalah cerita yang membatasi diri dalam membahas salah satu unsur fiksi dalam aspeknya yang terkecil. Kependekan sebuah cerita pendek bukan karena bentuknya yang jauh lebih pendek dari novel, tetapi karena aspek masalahnya yang sangat dibatasi

 

  • Menurut Priyatni (2010: 126)

Cerita pendek adalah salah satu bentuk karya fiksi. Cerita pendek sesuai dengan namanya, memperlihatkan sifat yang serba pendek, baik peristiwa yang diungkapkan, isi cerita, jumlah pelaku, dan jumlah kata yang digunakan. Perbandingan ini jika dikaitkan dengan bentuk prosa yang lain, misalnya novel.

Sesuai dengan namanya, cerita pendek dapat diartikan sebagai cerita berbentuk prosa yang pendek (Suyanto, 2012:46).

 

  • Menurut Allan Poe dalam Nurgiyantoro dalam Regina Bernadette

Cerita pendek diartikan sebagai bacaan singkat yang dapat dibaca sekali duduk dalam waktu setengah sampai dua jam, genrenya memiliki efek tunggal, karakter, plot dan setting yang terbatas, tidak beragam dan tidak kompleks “pengarang cerpen tidak melukiskan seluk beluk kehidupan tokohnya secara menyeluruh, melainkan hanya menampilkan bagian-bagian penting kehidupan tokoh yang berfungsi untuk mendukung cerita tersebut yang juga bertujuan untuk menghemat penulisan cerita karena terbatasnya ruang yang ada.

 

  • Jacob Sumardjo dan Saini K.M (1995: 30) dalam Suyanto (2012: 46)

Menilai ukuran pendek ini lebih didasarkan pada keterbatasan pengembangan unsur-unsurnya. Cerpen harus memiliki efek tunggal dan tidak kompleks.

 

  • Menurut A. Bakar Hamid

Menurutnya bahwa cerpen atau disebut juga dengan cerita pendek seharusnya dilihat dari jumlah, kuantitas kata yang digunakan antara 500 hingga 20.000 kata adanya plot, adanya satu karakter dan adanya kesan.

 

  • Menurut Turayev dalam Regina Bernadette

Cerita pendek bentuk karya sastra naratif yang menampilkan cerminan sebuah episode dalam kehidupan seorang tokoh.

 

  • Menurut Aoh. K.H

Cerpen yang merupakan salah satu cerita pendek yang ditulis oleh fiksi atau fantasi disebut dengan naratif prosa pendek.

 

  • Stanton (2012:76)

Cerpen harus berbentuk padat, di dalamnya pengarang menciptakan karakter-karakter, semesta mereka, dan tindakan-tindakannya sekaligus secara bersamaan.

 

  • The Liang dan A. Widyamartaya

Cerpen adalah cerita khayal berbentuk prosa yang pendek, biasanya di bawah 10.000 kata, tujuannya menghasilkan kesan kuat dan mengandung unsur-unsur drama: oleh karena itu alurnya pun disebut konflik dramatik (dalam Korrie, 1995:10).

 

  • Kosasih (2004:431)

Cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk prosa. Dalam cerita pendek dikisahkan sepenggal kehidupan tokoh, yang penuh dengan pertikaian, peristiwa yang mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan pembaca.

(Dikutip dari berbagai sumber)

 

Penulis: Andro Satrio SG