Menjadi juara dalam setiap perlombaan adalah tujuan utama para peserta yang mengikutinya. Adanya predikat tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Antara kepuasan dan apresiasi terhadap pencapaian diri, gelar juara dapat dimungkinkan sebagai alat peningkat prestasi.

Senada dengan hal tersebut, tak menutup kemungkinan juga bagi yang gemar menulis. Perlombaan yang berkaitan dengan penulisan sangat banyak sekali. Salah satu yang popular adalah esai. Esai sendiri merupakan jenis karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Berprestasi lewat menulis adalah satu jalan yang patut dicoba.

Tulisan yang diikutsertakan dan memenangi lomba bukan berarti berhenti sampai disitu saja. Lebih dari itu, bisa berguna bagi orang-orang yang membacanya. Karena tulisan adalah buah pemikiran yang bersumber dari intelektualitas. Sekarang ini, menulis bukan lagi hal yang bisa dianggap sepele.

Kembali ke esai. Esai sebetulnya sebuah tulisan yang mudah. Mengapa? Karena semua kembali kepada pendapat si penulis. Penulis diberikan kebebasan untuk berargumen di dalamnya. Hanya saja, banyak para penulis yang dari segi penulisannya sudah bagus tetapi tidak pernah bisa juara. Kenapa ya? Sebagus apapun tulisan yang telah dibuat akan jadi percuma saja jika melalaikan hal yang dianggap sepele namun sangatlah penting

Untuk berkesempatan menjadi juara lomba esai syaratnya sangatlah mudah. Cara ini dapat membantu mewujudkannya. Cekidot.

 

Pahami Tema dan Subtema Lomba Esai

Paham apa tema yang ditentukan penyelenggara lomba sangatlah penting. Sebuah tulisan yang tidak sesuai dengan tema sudah pasti gugur dari pertama. Itu merupakan kesalahan fatal dari mengikuti sebuah lomba esai. Jangan harap jadi juara.

Fokus Pada Satu Esai

Mengingat banyaknya perlombaan esai jadi ingin ikutan semua. Hal tersebut dapat mengganggu maksimalnya penciptaan sebuah esai. Baru saja membuat satu esai untuk satu perlombaan, belum lagi selesai sudah dipusingkan dengan esai lain untuk lomba yang lain. Jadinya, tidak ada kefokusan dalam membuat esai yang benar-benar baik dan siap untuk ditandingkan. Kalau tidak siap bagaimana mau juara coba?

Tidak Plagiat

Tulisan menyangkut soal karya, tidak terkecuali dengan esai. Tindakan pengambilan karya orang lain sangat tidak diperbolahkan apalagi sampai diakui sebagai milik dan diperlombakan. Beda halnya jika membuat tulisan ringan seperti artikel yang bisa mengitup tulisan lain. Perlombaan menuntut keorisinalan karya. Melakukan plagiat berarti tidak percaya terhadap kemampuan diri. Apa orang yang tidak percaya diri pantas untuk menang? Rasanya tidak.

Baca Panduan

Ini mungkin sepele, tapi kalau dilalaikan sangat fatal. Setiap perlombaan pasti disediakan panduan. Panduan ini dimaksudkan untuk meniadakan kesalahan-kesalahan yang bisa terjadi. Tidak ada salahnya jika dibaca berulang kali supaya benar-benar paham. Ada ketentuan kecil saja yang terlewat bisa mengurangi penilaian bahkan bisa dieliminasi. Sebagai contoh: Ketentuan Font Cambria 12 pt Spasi 1,5. Jika Tulisan esai ditulis dengan Font Arial 10 pt Spasi 2 belum saja dibaca isinya pasti sudah langsung dicoret. Alhasil, gagal untuk bisa juara, padahal mungkin saja isi tulisannya bagus.

Tahu Deadline

Ini yang banyak terjadi. Biasanya peserta banyak yang telah mendaftar dari jauh-jauh hari, akan tetapi pas hari H-nya malah tidak mengirimkan karya. Itu tadi, menyepelekan panduan yang sudah dengan jelas tertera semua persyaratan mengikuti lomba. Lupa tenggat waktu merupakan sebuah kekeliruan. Karya yang pengirimannya telat sudah pasti tidak masuk hitungan. Artinya, ya tidak bakal mungkin bisa juara. Jangankan juara jadi finalis saja mustahil.

Koreksi Lagi Tulisan Sendiri

Setelah selesai membuat esai jangan buru-buru mengirimkannya, baca lagi keselurannya. Hal ini untuk mencari kesalahan yang mungkin ada, lebih banyak kesalahan pada penulisan kata (typo) dan juga sususan kalaimatnya. Dengan membacanya, tulisan yang masih ada beberapa kesalahan bisa segera diperbaiki sehingga sesuai dengan apa yang diharapkan.

Berdoa

Manusia boleh berusaha tapi Tuhanah yang berkehendak. Percuma saja apapun usaha yang dilakukan kalau tidak dibarengi dengan doa. Jika dirasa sudah melakukan yang terbaik, langkah terakhir yang harus dilakukan adalah doa. Pasrahkan semua kepadaNya. Niscaya Ia akan memberikan yang terbaik.

 

Itu tadi beberapa hal yang setidaknya dapat membatu kalian supaya bisa jadi juara lomba esai. Tetap semangat.

 

Penulis: Andro Satrio SG