Mendengar kata beasiswa pasti asumsi setiap orang tak jauh berbeda yaitu mendapat pendidikan gratis tanpa mengeluarkan biaya pribadi sepeser pun sekaligus mendapat bonus jalan-jalan ke luar kota bahkan ke luar negeri. Membayangkan diri kamu yang bisa mendapat beasiswa pasti sangat menakjubkan hingga imajinasimu tak terkendali sebab beberapa program yang menggiurkan didalamnya dan orang akan berpendapat bahwa yang mendapat beasiswa itu ‘enak’ dalam artian hidup mereka lebih bahagia dibanding yang tidak mendapat beasiswa.

Namun, ketahuilah bahwa orang yang hidup dan melanjutkan sekolah dengan biaya sendiri pun tidak kalah luar biasa dengan orang yang mendapat beasiswa pendidikan. Ketika sebagian orang yang lolos seleksi dan berhasil mendapat beasiswa di salah satu sekolah atau universitas ternama dan dikelilingi oleh orang-orang cerdas berpotensial, dan sebagian lagi gagal dalam proses seleksi berkas dan wawancara sehingga mereka tak termotivasi lagi oleh yang namanya beasiswa, lalu mereka memutuskan untuk bekerja dan membuka usaha sendiri dengan tidak melanjutkan pendidikan.

Mungkin masih banyak yang belum tahu sulitnya mengikuti program beasiswa khususnya dari pemerintah seperti salah satunya beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) yang banyak di jadikan target sasaran oleh para pelajar Indonesia. So, let us show you something yang bisa membuat kamu lebih membuka pikiran sebelum mengikuti beasiswa LPDP.

 

Essay Challenge

Kewajiban menulis esai untuk memenuhi persyaratan ikut program beasiswa LPDP cukup menguras energi dan otak dimana kamu akan di berikan topik yang cukup mainstream seperti Kontribusi Bagi Indonesia, Sukses Terbesar Dalam Hidup dan Rencana Studi, yang mana membutuhkan tenggang waktu yang cukup lama karena dalam mengerjakan esai untuk LPDP tersebut tidak seperti menulis karangan esai seperti di sekolah atau di kampus yang hanya bisa di selesaikan dengan hitungan hari, karena esai yang kamu buat harus benar-benar qualified, persuasive, and believable. Maka dari itu, usahakan untuk mengalokasikan waktu seefektif mungkin.

 

Documents Requirements  

Dokumen-dokumen yang harus kamu penuhi sangat beragam, di mulai dari sertifikat berprestasi, sertifikat seminar maupun pelatihan, dan sertifikat akademis lainnya, jadi, jika kamu benar-benar berniat untuk mengikuti beasiswa LPDP, sebisa mungkin kamu harus sering mengikuti kompetisi dan ajang-ajang yang mendidik lainnya untuk mendapat banyak sertifikasi yang tentu nya proses nya pun tidak semudah yang kita lihat dan bayangkan. Karena jika kamu berhasil, kegiatan-kegiatan yang pernah kamu ikuti akan sangat bermodal untuk di cantumkan di CV kamu juga akan membuat CVmu jauh lebih bernilai. Setelah semua berkasmu siap di kirim, jangan lupa untuk selalu mengecek kalender agar kamu bisa mengirim berkas dari jauh-jauh hari karena sekarang sistem sudah online, maka bisa memicu terjadinya beberapa system error yang membuat kamu gagal mengirim berkasmu karena waktu yang terlalu mepet.

 

Substansial Selection

Ketika kamu sudah lolos tahap seleksi berkas, kamu akan melalui tahap selanjutnya yaitu On the Spot Essay Writing, Leaderless Group Discussion (LGD) dan Wawancara. Tahap ini merupakan tahap yang paling krusial karena kamu akan diminta untuk menulis esai secara impromptu tentang isu-isu terkini yang sedang terjadi di Indonesia, dan waktu yang diberikan cukup singkat yaitu hanya 30 menit. Esai yang kamu tulis harus berisi latar belakang masalah, penyebab terjadinya masalah, sudut pandang penulis, dan solusi atau rekomendasi yang dapat diberikan terhadap isu tersebut, jadi kamu dianjurkan harus selalu update tentang berita harian terkini.

Tes berikutnya adalah tes Leaderless Group Discussion (LGD) dimana akan dibagi beberapa kelompok diskusi dan mengutarakan argumen masing-masing seperti dalam debat. Durasi berlangsungnya proses LGD yaitu selama 50 menit. Dalam tahap ini, yang akan dinilai adalah cara/sikap berbicara, isi dan kualitas argumen masing-masing peserta.

Selanjutnya ada tes wawancara, kamu harus benar-benar mempersiapkan jawabanmu dan melakukan simulasi serta research sebelumnya mengenai question list apa saja yang akan ditanyakan. Biasanya pertanyaan yang di tanyakan adalah seputar kegiatan akademis dan sosial yang pernah kamu ikuti. Wawancara dilakukan dalam bahasa Inggris dan juga sedikit bahasa Indonesia pada 10 menit terakhir dari total 30 menit waktu wawancara. Kesimpulannya, kamu harus benar-benar memiliki persiapan yang matang sebelum memutuskan untuk mendaftar program beasiswa LPDP atau bahkan beasiswa yang lainnya.

Untuk bisa mendapat beasiswa tentunya kamu akan merasakan pahitnya terlebih dahulu dibanding manis seperti yang dikatakan istilah ‘berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian’, karena pada kenyataannya banyak siswa yang berhasil pun mendapat beasiswa ke luar negeri contohnya, namun pengaruh lingkungan yang mereka dapatkan malah membuat mereka hilang arah dan menyebabkan frustasi. Ketika kamu gagal mengikuti seleksi karena CV kamu tidak sesuai, dan kamu mencoba hingga kesekian kalinya, namun masih saja gagal hingga kamu menyimpulkan bahwa kamu benci beasiswa dan memulai usaha sendiri dan mencoba melupakan momen dimana kamu telah berusaha keras mengikuti seleksi beasiswa yang begitu ketat.

Hidup dengan mengandalkan beasiswa bukan berarti bisa menjamin kebahagiaan yang selama ini kamu bayangkan. Sedangkan banyak orang yang tersugesti dan termotivasi ingin mendapat beasiswa. Kata beasiswa hanyalah kata untuk menyemangati orang-orang yang putus sekolah, namun semakin hari istilah beasiswa semakin diistimewakan.

Keberuntungan yang kebetulan mungkin benar faktanya termasuk keberuntungan lolos seleksi beasiswa, entah itu beasiswa prestasi, beasiswa pendidikan lanjut, ataupun beasiswa bantuan secara penuh. Intinya adalah setiap orang berkesempatan untuk mendapat beasiswa namun setiap orang juga tidak bisa menggantung penuh hidupnya dengan beasiswa.

So, tetap semangat meski tanpa mengandalkan beasiswa! Never give up and try hard! Because the miracle is always in your arm.

 

Author: Tita Sr.