Gak usah panjang lebar. Bagi yang mau menulis esai tentukan dulu esai kalian itu masuk ranah yang mana. Sebab, esai ada jenis-jenisnya. Yuk simak.

 

Esai Deskriptif

Esai deskriptif biasanya bertujuan menciptakan kesan tentang seseorang, tempat, atau benda. Bentuk esai ini mencakup rincian nyata untuk membawa pembaca pada visualisasi dari sebuah subyek. Rincian pendukung disajikan dalam urutan tertentu (kiri ke kanan, atas ke bawah, dekat ke jauh, arah jarum jam, dll). Pola pergerakan ini mencerminkan urutan rincian yang dirasakan melalui penginderaan.

 

Esai Ekspositori

Esai ini menjelaskan subyek ke pembaca. Biasanya dilengkapi dengan penjelasan tentang proses, membandingkan dua hal, identifikasi hubungan sebab-akibat, menjelaskan dengan contoh, membagi dan mengklasifikasikan, atau mendefinisikan. Urutan penjelasannya sangat bervariasi, tergantung dari tipe esai ekspositori yang dibuat. Esai proses akan menyajikan urutan yang bersifat kronologis (berdasarkan waktu); esai yang membandingkan akan menjelaskan dengan contoh-contoh; esai perbandingan atau klasifikasi akan menggunakan urutan kepentingan (terpenting sampai yang tak penting, atau sebaliknya); esai sebab-akibat mungkin mengidentifikasi suatu sebab dan meramalkan akibat, atau sebaliknya, mulai dengan akibat dan mencari sebabnya.

 

Esai Naratif

Menggambarkan suatu ide dengan cara bertutur. Kejadian yang diceritakan biasanya disajikan sesuai urutan waktu. Esai jenis ini mendeskripsikan pikiran/pendapat dengan cara bertutur dan disajikan secara kronologis.

 

Esai Persuasif

Esai Persuasif bersuaha mengubah perilaku pembaca atau memotivasi pembaca untuk ikut serta dalam suatu aksi/tindakan. Esai ini dapat menyatakan suatu emosi atau tampak emosional. Rincian pendukung biasanya disajikan berdasarkan urutan kepentingannya.

 

Esai Tajuk

Esai jenis ini sangat familiar dijumpai di dalam media cetak seperti surat kabar atau majalah. Kita mengenalnya pula dengan sebutan tajuk rencana.

Esai tajuk memiliki satu fungsi khusus, yakni menggambarkan pandangan dan sikap media tersebut terhadap suatu topik atau isu yang sedang berkembang dalam masyarakat. Melalui esai tajuk, media tersebut membentuk opini pembaca. Biasanya sebuah tajuk rencana di surat kabar tidak perlu disertai dengan nama penulis.

 

Esai Cukilan Watak

Jenis esai yang satu ini memperbolehkan seorang penulis menjabarkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada pembaca.

Melalui esai cukilan watak tersebut pembaca dapat mengetahui sikap penulis terhadap pribadi yang dibicarakan. Esai cukilan watak bukanlah biografi, melainkan hanya memilih bagian-bagian tertentu dari watak pribadi individu yang menjadi topik bahasan.

 

Esai Kritik

Esai kritik merupakan esai di mana penulis memfokuskan diri pada pembahasan mengenai seni, seperti lukisan, tarian, teater, dan kesusatraan.

Esai kritik juga bisa berisi tentang seni tradisional, pekerjaan seorang seniman, atau tentang karya seni kontemporer. Untuk esai kritik yang memuat bahasan mengenai karya sastra umumnya disebut pula sebagai kritik sastra.

 

Esai Reflektif

Esai jenis ini ditulis secara formal dengan gaya bahasa yang cenderung lebih serius. Penulis mengungkapkan secara mendalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati dalam mengungkapkan topik penting yang berkaitan dengan hakikat manusia, seperti kehidupan, kematian, politik, pendidikan, dan sebagainya. Esai ini umumnya ditujukan kepada para cendekiawan.

 

Penulis: Andro Satrio SG