Menulis cerpen bisa dilakukan siapa saja. Menulis cerpen pun bisa memberikan dampak yang positif lho. Bagi yang hatinya sedang gundah-gulana tapi ragu jika ingin curhat kepada orang lain, kalian bisa terang-terangan tulis semua di sini. Hal tersebut diibaratkan membebaskan hati dari masalah ke dalam bentuk sastra.

Kebanyakan orang yang baru mulai menulis mengalami kesulitan. Kayak mana sih mulainya? biar terkesan bercerita harus diapain sih? terus bikin akhirnya biar seru itu bagaimana? Untuk hal-hal tersebut sebenarnya gampang. Cerpen itu terbentuk dari unsur-unsur yang membentuknya. Unsur dalam cerpen terbagi 2, intrinsik dan ekstrinsik . Paham 2 hal ini kalian pasti dengan mudah bisa menulis cerpen. Yuk simak penjelasannya.

 

Unsur Intrinsik Cerpen 

Unsur intrinsik dalam cerpen merupakan unsur-unsur yang membentuk cerpen dari dalam. Unsur intrinsik cerpen terdiri dari:

  1. Tema dan Amanat

Meskipun perannya berbeda tapi kedua bagian ini saling ketergantungan. Banyak amanat dari cerpen berlandaskan dari temanya.

-Tema

Tema merupakan gagasan, ide pokok, pikiran utama yang menjadi dasar sebuah cerpen itu dibentuk. Pengarang menulis cerpen itu untuk mengemukakan gagasannya kepada para pembaca. Tema sendiri terbagi menjadi 2, tema besar dan tema kecil. Tema besar biasanya bersifat umum dan biasa berkaitan dengan sosial, budaya, agama, politik, pendidikan, dan lainnya. Sedangkan tema kecil itu lebih bersifat sederhana bisanya bersinggungan denga personal, hal-hal yang berkaitan dengan individu. Sebuah cerpen bisa terbuat dari satu tema saja, namun juga bisa terbentuk dari beberapa tema kecil yang mengacu pada tema besar.

-Amanat

Amanat merupakan pesan yang disampaikan penulis melalui cerita. Bisa secara langsung (eksplisit) ataupun secara tersirat (implisit).

 

  1. Alur

Alur adalah jalannya sebuah cerita, biasa juga disebut plot. Alur yang ingin di buat bisa mulai dari mana saja, tidak harus berurutan. Pada alur dikenal 3 jenis alur, antara lain alur maju, alur mundur, dan alur maju mundur. Alur maju (progresif) alur yang menempatkan jalan cerita tersusun secara kronologis di awal, biasa dimulai perkenalan dan klimaksnya ada di akhir. Alur mundur (flashback) merupakan kebalikannya dari alur maju, peristiwa-peristiwa disajikan di awal cerita. Sedangkan alur maju mundur yaitu alur cerita yang urutan kronologisnya berada di awal kemudian diselingi peristiwa-peristiwa sebelumnya, kemudian kembali lagi ke peristiwa awal dan begitu seterusnya sampai akhir cerita.

 

Baca Juga:

Suka Menulis? Yuk Coba Menulis Cerpen

Kenali Ragam Cerpen Sebelum Memutuskan Membuatnya

Mengesankan! Ini Dia Asal Muasal Cerpen Hingga Mendewa di Indonesia

Jangan Salah, Membaca Cerpen Ternyata Bermanfaat Lho. Ini Dia Manfaatnya!

Lengkap! 15+ Pengertian Cerpen Menurut Ahli

Simak Tips Berikut Ini. Inilah Teknik Membuat Cerpen Yang Benar

Kiat Menulis Cerita Ala-Ala (Terbukti Ampuh, Dijamin!)

 

  1. Tokoh

Tokoh dalam cerpen berarti pelaku yang memainkan perannya dalam sebuah cerita. Bisa sebagai manusia, hewan, dan sebagainya. Tokoh-tokoh dalam cerita saling berhubungan sehingga menghasilkan sebuah peristiwa. Berdasarkan watak tokoh dalam cerita, tokoh dibagi dalam tiga kategori, antagonis, protagonis, dan tritagonis. Antagonis merupkan peran tokoh dalam cerita yang memiliki watak jahat. Protagonis kebalikannya, berwatak baik. Lalu untuk tritagonis tokoh pembantu berdasarkan antagonis maupun protagonis.

Selain itu, ada tokoh-tokoh berdasarkan fungsinya, ada yang namanya tokoh utama (sentral), tokoh pembantu, dan figuran. Tokoh utama yaitu tokoh yang menjadi pusat cerita sehingga ia sangat memegang peran yang penting dalam sebuah cerita. Tokoh pembantu yaitu tokoh yang mendukung jalannya cerita. Kehadirannya sangat perlu untuk membantu tokoh utama. Terakhir figuran, figuran hanya pelengkap saja dalam sebuah cerita. Keberadaannya bisa dikatakan tidak terlalu penting dalam sebuah cerita.

  1. Penokohan

Penokohan merupakan cara pandang pengarang untuk memberikan gambaran setiap karekter tokoh dalam sebuah cerita. Baik protagonis, antagonis, maupun tritagonis dibentuk dalam penokohan. Ada 2 cara membuat penokohan dalam cerita:

  1. Secara Langsung

Penulis secara tegas-tegasan menuliskan watak tokoh dalam cerita. Penulis memberikan komentar terkait gambaran tokoh tersebut secara tersurat.

  1. Secara Tidak Langsung

Si pembuat cerita menggambarkan watak tokoh dalam cerita biasanya dalam sebuah percakapan cerita.

 

  1. Latar

Latar atau setiing dibuat guna memberikan informasi mengenai waktu, tempat, dan suasana dalam cerita.

 

  1. Point of View (Sudut Pandang)

Sudut pandang merupakan cara penulis menerjemahkan keinginannya terhadap tokoh-tokoh yang ada dalam cerita dengan bercerita. Sudut pandang dibagi ke dalam 3 bagian:

  1. Sudut pandang orang pertama

Penulis masuk ke dalam sebuah cerita, biasa menggunakan kata ganti aku atau saya.

  1. Sudut pandang orang ketiga

Penulis berada di luar cerita. Orang ketiga di sini serba tahu, teptapi bisa juga hanya sebagai pengamat. Biasa mengunakan kata ganti ia, dia, dan nama orang.

  1. Sudut pandang campuran

Penulis mengunakan kata ganti orang pertama dan ketiga dalam cerita dan membaurkannya. Penulis juga bisa masuk dalam ceritanya ataupun hanya sebagai narator.

 

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik merupakan unsur yang membangun cerita dari luar cerita namun tidak secara langsung mempengaruhi cerita tersebut. Adapun beberapa unsur ekstrinsik dalam certia, diantaranya:

  1. Latar belakang pembuatan

Latar belakang pembuatan merupakan cerita awal yang ditujukan memberikan pemahaman kepada pembaca maksudnya mengapa sebuah cerita tersebut dibuat. Atau memberi pengetahuan kepada pembaca apa yang ingin penulis sampaikan dalam cerita tersebut.

  1. Latar belakang pengarang/penulis

Latar belakang pengarang merupakan unsur ekstrinsik yang juga berpengaruh dalam pembuatan cerita. Bisa berupa biografi, aliran sastra, dan kondisi psikologis pengarang/penulis dalam menentukan tema, bahasa, dan cara pandangnya dalam membuat sebuah cerita.

  1. Situasi

Situasi yang dimaksud yang berkaitan dengan masyarakat. Pemahaman ideologi, politik, sosial, budaya, ekonomi, dan lainnya. Situasi ini bersifat latar dalam sebuah cerita dan biasa berada dalam dialog tokoh ataupun narasi sebuah penulis.

Sudah Paham belum? Yuk pelajari biar jago nulis cerpennya. Selamat mencoba.

 

Penulis: Andro Satrio SG