Saking kepingin kuliah, eh tiba-tiba ada yang ingin memberi beasiswa, gak usah pikir panjang, terima saja. Selagi ada kapan lagi ya kan?

Yakinkah itu beasiswa benaran? Apalagi zaman sekarang ini, penipuan marak di mana-mana lho. Pikir panjang dulu, jangan sembarang terima. Syukur-syukur kalo itu benaran. Kalo bohongan bagaimana? Sudah habis waktu, bisa-bisa uang juga melayang. Jangan sampai dibutakan beasiswa ya teman-teman.

Model penipuan sudah banyak sekali. Mulai dari jual beli online sampai-sampai “mama minta pulsa” ada. Lebih parahnya lagi, penipuan kini sudah menyasar ke pembiayaan pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Semakin hari biaya pendidikan tinggi semakin melambung. Faktanya tidak dibarengi dengan pendapatan orang tua. Alhasil, banyak orang tua menjerit karena tak mampu menyekolahkan anak-anaknya. Padahal, anak-anak itu punya semangat yang tinggi untuk terus belajar. Tinggal satu jalan, yaitu melalui program beasiswa. Inilah yang dimanfaatkan para penipu. Mereka berkedok sebagai lembaga pemberi beasiswa, tapi nyatanya bermaksud meraup keuntungan.

Para penipu menargetkan sasarannya adalah siswa SMA/sederajat yang baru lulus dan mahasiswa yang galau tidak mampu membiayai kuliah untuk selanjutnya. Mereka mengiming-iming akan memberikan beasiswa dengan syarat yang sangat mudah dan 100% dijamin. Mengetahui hal itu siapa yang tergiur coba. Tapi, ini hanya akal bulus mereka saja.

Modus-modus seperti ini sudah banyak sekali terjadi. Untuk itu waspada itu penting. Jangan asal apply mentang-mentang syaratnya mudah dan beasiswanya besar. Kroscek dulu lebih detail. Siapa yang memberi beasiswa, kalian bisa cek kredibilitasnya, sumber pendanaannya, dan apa saja yang ditanggung selama menerima beasiswa. Untuk itu nih, untuk menghindari beasiswa gadungan kalian harus mengenali ciri-cirinya seperti apa. Simak penjelasannya di bawah ini.

 

 

  • Langsung Diterima

 

Mendapat beasiswa itu tidak gampang lho. Harus ada macam-macam syarat sebagai kualifikasi yang harus dipenuhi. Menurut situs Scholarships.com “Kamu harus selalu mengajukan permohonan beasiswa untuk mendapatkannya. Jika kamu menerima e-mail yang mengatakan bahwa kamu telah memenangkan beasiswa dari organisasi yang kamu belum pernah dengar sebelumnya, biarkan saja, abaikan. E-mail seperti itu bisa jadi sebuah penipuan phishing internet atau penipuan jenis lainnya.” Bagaimana mungkin bisa dengan mudah langsung diterima? Terlebih syarat yang diminta mudah sekali. Apalagi kalian yang merasa tidak pernah mendaftar, harus benar-benar wasapada. Ingat! Beasiswa itu butuh usaha keras. Sudah usaha keras saja belum tentu dapat beasiswa, lah ini bisa mudah sekali, sangat tidak masuk diakal.

 

  • Biaya Di Awal

 

Sebagai syarat diberikannya beasiswa harus membayar uang sejumlah tertentu untuk biaya pendaftaran. Kok begini? Janji mau kasih biaya malahan kita yang diminta biaya duluan, aneh kan. Kalau seperti ini kasusnya, bisa dikatakan 99% penipuan. Dimanapun pemberi beasiswa itu menggratiskan semua, mulai awal hingga akhir. Kalaupun ada —sangat sedikit sekali— pasti pihak pemberi beasiswa menjelaskan secara rinci untuk apa biaya itu digunakan. Selain itu, beasiswa resmi akan mencantumkan nomor rekening beserta jumlah pasti yang harus dibayarkan.

 

  • Deadline yang Aneh

 

Beasiswa pada umumnya akan memberikan tenggat waktu yang cukup lama dan tetap untuk mengumpulkan berkas. Waktu yang lama diberikan supaya semua syarat betul-betul terlengkapi. Bahkan, berkas harus sudah lengkap jauh-jauh hari sebelum deadline tersebut tiba. Jika beasiswa yang mengharuskan kalian melengkapi berkas cepat-cepat, bisa dikatakan beasiswa palsu. Sebagai contoh, “Selamat! Kamu mendapatkan beasiswa penuh untuk kuliah! Lengkapi berkas sebelum jam 10 malam!”. Mana ada model beasiswa seperti itu, kalian bisa pikir sendiri lah.

 

  • Meminta Informasi Keuangan Pribadi

 

Memang benar beasiswa itu meminta data pribadi sebagai syarat administrasi. Tapi biasa hanya sebatas identitas diri, data keluarga, pendidikan, prestasi, tempat tinggal, itu saja. Kalau sampai ada pihak pemeri beasiswa yang meninta informasi terlebih masalah keuangan kalian, harus waspada. Nomor rekening, nomor kartu kredit, saldo di rekening, bahkan PIN kartu ATM kalian, sudah pasti itu adalah modus penipuan.

 

  • Kalian Adalah Spesial

 

Modus model ini ditujukan untuk membesar-besarkan kalian. Dari modus ini, tanpa pikir panjang kalian segera mentransfer sejumlah uang ke mereka. Kalian akan dibuat menjadi orang yang hebat dengan pujian mereka sehingga kalian terbuai. Waspada!

 

  • Dihubungi Terus Pemberi Beasiswa

 

Jika kalian dihubungi terus-menerus pemberi beasiswa entah melalui telpon atau media lainnya bahkan cenderung memaksa, jangan mudah percaya. Selidiki dahulu siapa yang menghubungi kalian, benar-benar institusi resmi atau bukan dan atas dasar apa mereka menjadikan kalian kandidat utama peraih beasiswa, cari tahu-benar-benar. Harusnya calon penerima beasiswa yang aktif mencari dan menghubungi bukan malah kebalikannya.

 

  • Situs Aneh dan Logonya

 

Beasiswa bodong biasnya asal catut logo baik itu logo universitas, bank, atau institusi lain. Selain itu, situs-situs beasiswa penipuan di internet menggunakan domain yang tidak lazim pada umumnya. Menggunakan blogspot, dot xyz, dot es, domain-domain yang pada dasarnya adalah gratis. Sebagai tindakan prefentif, cari tau bahkan kalau bisa hubungi pihak-pihak yang dicantumkan namanya. Hal yang demikian guna mecari tahu kebenaran informasi yang ada.

 

Penulis: Andro Satrio SG