Punya rencana lanjut kuliah? kepinginnya di luar negeri? Terus maunya di negara mana? Amerika, Kanada, Belgia, Jerman, atau mungkin Belanda? Tapi maunya yang beasiswa, ada, bisa? Bisalah. Apa si yang gak bisa hari gini. Dunia teknologi informasi sekarang ini melaju pesat sekali. Barang tentu informasi mudah sekali kita bisa jumpai. Beragam hal bisa kita cari, salah satunya mengenai beasiswa. Info tentang beasiswa khususnya kuliah di luar negeri sangat banyak sekali dan tentu mudah sekali di cari. Kuliah di luar negeri bukan sekadar isapan jempol lagi.

Selanjutnya, bagi kalian yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri harus benar-benar cerdik memilih negara tempat kuliah. Hal itu bukanlah sembarang perkara, butuh perhitungan. Salah-salah nanti malah bisa tidak srek di hati. Sedikit info saja, Belanda merupakan salah satu tujuan untuk berkuliah yang baik lho. Pertama, faktor kedekatan antara Belanda dan Indonesia, jadi kalian bakalan aman kuliah di sana. Kedua, banyak orang Indonesia di sana. Banyak orang Indonesia menetap di sana entah itu bekerja maupun bersekolah lantaran kedua negara ini memiliki nilai historis yang cukup panjang dahulunya, selain itu banyak juga orang-orang keturunan Indonesia berasal dari sana. Jadi, Belanda sudah sangat familiar dengan Indonesia. Ketiga, yaitu sistem pendidikannya, sistem pendidikan tinggi di Belanda begitu lekat dengan industri. Sasarannya supaya lebih mendekatkan pelajar dengan dunia kerja. Selain itu, giatnya kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Belanda dalam hal pendidikan. Hal itu ditandai dengan banyaknya beasiswa dari pemerintah Belanda yang di sediakan untuk warga negara Indonesia.

Jika kalian benar-benar niat kuliah khusunya di Belanda, ada beberapa hal yang kalian perlu lakukan. Pertama itu mencari informasi. Jalur apa saja yang dibuka dan kampus mana saja yang sedang memberi beasiswa, kalian harus tahu. Setelah itu barulah daftar dan penuhi syarat-syaratnya. Jangan lupa juga tanggal deadline-nya. Jika nanti diterima, selamat deh kalian jadi salah satu mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Belanda.

Lebih khusus nih bagi kalian yang sedang mencari-cari nih informasi kuliah beasiswa di Belanda tapi masih bingung, kalian wajib coba salah satu situs ini, namanya Nuffic. Nuffic merupakan sebuah nirlaba kerjasama internasional dalam hal pendidikan. Mitra kontraknya yaitu dengan Kementrian Pendidikan, Budaya, & Sains Belanda, serta Kementrian Luar Negeri Belanda. Berkedudukan di Belanda, organisasi ini memiliki peran kerjasama internasional dalam hal pendidikan antara Belanda dan negara lainnya. Kalian bisa cek website-nya di https://www.nuffic.nl/.

Nuffic juga telah melebarkan sayapnya dengan mempunyai 11 kantor perwakilan di 11 negara dan Indonesia adalah salah satunya. Nuffic di Indonesia sendiri bernama Nuffic Neso Indonesia. Nuffic Neso Indonesia menyediakan informasi yang luas mengenai kuliah dan beasiswa di Belanda. Selain itu, Nuffic Neso Indonesia juga memberikan konsultasi secara cuma-cuma mengenai perkuliahan di Belanda tentunya dalam bahasa Inggris. Nuffic Neso Indonesia juga memelopori dan memfasilitasi kerja sama di bidang pendidikan tinggi antara institusi di Indonesia dengan Belanda. Selain itu mereka juga menawarkan, mewakili pemerintah Belanda, dan menyediakan beasiswa untuk warga negara Indonesia setiap tahunnya. Untuk info lebih lanjut kalian bisa kunjungi http://www.nesoindonesia.or.id/

Bagaimana, berminat atau masih ragu? Untuk lebih meyakinkan lagi silakan simak salah satu testimoni orang Indonesia yang berhasil kuliah di Belanda.

(Testimoni ini diambil dari www.nesoindonesia.or.id)

 

Siapa Mau Kuliah di Belanda?

“Jangan khawatir kuliah ke Belanda. Banyak hal bisa kita raih di luar zona nyaman kita, yang akan membentuk personal development kita menjadi lebih baik dan berkualitas.” Bramandita Resa, Alumni IHS – Erasmus University Rotterdam

Hallo semua, perkenalkan nama saya Bramandita Resa Kurnia Dewi. Saya adalah alumnus Institute for Housing and Urban Development Studies (IHS), Erasmus University Rotterdam, jurusan Urban Management and Development, tahun 2013-2014 dengan beasiswa Netherlands Fellowship Programme (NFP).

Why Netherlands?

Bagi sebagian besar orang jawabannya beragam, dari keindahan arsitektur kota Negeri Kincir Angin, kemudahan menggunakan Bahasa Inggris di sana, hingga beragamnya program studi dan universitas yang berkualitas, serta kenyamanan Belanda yang sudah seperti home away from home bagi orang Indonesia kerap menjadi daya tarik utama.

Pertanyaan ini juga sering ditanyakan pada saya. Bagi saya, secara personal, kuliah di Belanda bagaikan a dream comes true!! Kuliah di Belanda sudah menjadi mimpi saya sejak kecil, sejak pertama kali guru SD saya waktu itu menceritakan tentang Belanda: bahwa Belanda itu sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan air laut, tapi bisa mengelola wilayahnya dengan baik. Bagaimana bisa ya? Bagaimana perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruangnya?

Berasal dari Cilacap, kota kecil yang memang berbatasan langsung dengan laut, sejak saat itu saya ingin sekali belajar tentang Urban and Regional Planning, dengan spesialisasi Integrated Water Resources Management, langsung dari negara yang memang bisa dianggap paling berhasil dalam hal tersebut. Selain itu, Belanda juga memahami konteks dan kondisi di Indonesia dengan baik mengingat adanya keterikatan sejarah antara Belanda dan Indonesia.

Bagi saya, kuliah di Belanda bukan hanya memberi saya bekal knowledge atau ilmu pengetahuan yang memang ingin saya dalami sejak kecil, tapi juga personal development, yang didapat dari konektivitas kita dengan orang-orang dari seluruh penjuru dunia, yang sangat open minded.

So, the answer is: why not?

Bagaimana kuliah di sana?

Soal kualitas, tidak perlu diragukan lagi bahwa universitas di Belanda merupakan jajaran universitas terbaik dunia. Selain itu, hampir setiap orang di Belanda fasih dan bersedia berbahasa Inggris. Di lingkungan pendidikan, semua jenjang pendidikan master dan doktoral yang menawarkan program internasional dilakukan dengan Bahasa Inggris. Jadi, tidak perlu khawatir harus belajar Bahasa Belanda dulu.

Dosen di Belanda juga sangat responsif dalam menjawab pertanyaan mahasiswa, juga sangat terbuka terhadap ide dan gagasan baru. Jadi, kita bisa leluasa berdiskusi dengan mereka. Fasilitas perpustakaannya pun sangat lengkap, dan didukung dengan akses jurnal ilmiah internasional yang luas dan sangat lengkap.

Lalu Beasiswanya?

Siapa bilang cari beasiswa susah? Dengan keseriusan dan ketekunan, siapa saja bisa mendapat beasiswa ke Belanda. Beasiswa yang ditawarkan sangat banyak, misalnya: StuNed, NFP, LPDP, dan masih banyak lagi beasiswa yang ditawarkan oleh universitas.

Cara mendaftarnya pun melalui sistem online, dari mendaftar universitas hingga mendaftar beasiswa. Kuncinya, luangkan waktu untuk mempersiapkan segala persyaratan untuk beasiswa, agar lengkap, menarik, meyakinkan, dan realistis. Selain itu, rajin cari informasi, salah satunya, dari Nuffic Neso Indonesia dan Study in Holland Ambassador.

Salah satu kuncinya adalah pahami target group dari beasiswa tersebut, yakinkan apakah kita memang memenuhi syarat. Lalu, pahami kapan deadline beasiswa tersebut, lalu buat time schedule, karena proses untuk melengkapi persyaratan beasiswa itu butuh waktu. Misalnya, untuk tes TOEFL IBT, kita baru bisa tes setelah sekitar 2 minggu setelah mendaftar, dan hasilnya baru diterima sekitar 1 bulan kemudian. Selain itu, mencari reference letter juga mungkin butuh waktu lama, tergantung pemberi referensi. Menulis motivation letter dan application form yang lengkap dan berkualitas juga membutuhkan pemikiran dan waktu. Dan akhirnya, proses seleksi dari universitas sendiri juga membutuhkan waktu sekitar 6 minggu. Jadi, time schedule sangat penting.

Jangan takut kuliah di Belanda karena jauh dari orang tua dan kekhawatiran lainnya. Banyak hal bisa kita raih di luar zona nyaman kita, yang akan membentuk personal development kita menjadi lebih baik dan berkualitas. Pada akhirnya, mungkin bukan yang paling pintar yang bisa dapat beasiswa, tapi yang paling matang dan lengkap persiapannya. So, lets start!

Gimana dengan kalian, ada yang berminat?

 

Penulis: Andro Satrio SG