Sekarang ini banyak sekali diselenggarakan lomba mengenai penulisan, Salah satunya penulisan esai. Lombanya pun di selenggarakan oleh berbagai pihak. Mulai dari lembaga pendidikan tinggi, hingga patform penyelenggara event skala nasional. Lomba esai lebih sering diadakan karena dalam hal penyusuannya lebih praktis. Karena kepraktisannya itulah diharapkan dapat menjaring banyak peserta.

Membuat esai sebenarnya sering dijumpai yaitu dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Hanya saja dalam pelajaan Bahasa Indonesia yang diajarkan hanya teorinya saja bukan bersifat praktik. Bisa menulis esai bukan karena paham teorinya saja, yang terpenting seberapa sering membuatnya. Hal itu dapat mengasah kemampuan dalam menulis  esai.

Lantas, bagi yang belum mahir bagaimana? Membuat esai tidaklah mudah dan perlu waktu lama. Apalagi untuk lomba yang biasanya deadline-nya sinkat.

Tenang, bagi yang belum mahir-mahir amat jangan khawatir. Bagi kalian yang masih minim pengalaman dalam mebuat esai artikel ini bisa membantu. Bagaimana cara cepat membuat esai untuk lomba?  Silahkan disimak.

 

Tahu dahulu apa itu esai

Sebelum masuk lebih dalam ke pembuatan esai harus paham dulu mengenai esai. Esai sendiri adalah jenis karangan prosa yang membahas secara sepintas suatu ide/gagasan penulis secara argumentatif.  Melalui itu, pola pikir pembaca terbentuk sesuai dengan ide/gagasan yang penulis buat. Atau, dengan adanya gagasan tersebut menjadi simpulan pembaca untuk bisa menyelesaikan permasalahan sejenis secara baik dan benar.

 

Selanjutnya

Esai sejatinya bentuk komunikasi gagasan penulis kepada pembaca, karena itu tidak perlu rumit dan panjang. Esai bisa dibuat dalam 1 halaman dengan minimal 5 paragraf atau sampai dengan 2-3 halaman dengan lebih 1500 kata. Pada esai tidak perlu dimuat lembar pengersahan, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, atau lampiran seperti halnya tulisan karya ilmiah.

Esai juga tidak perlu dibuat ke dalam bab terpisah seperti, Bab I Pendahuluan, Bab II Tinjauan Pustaka, Bab III Metode Penulisan, dan lain sebaginya. Esai tidak mewajibkan dibuat seperti itu. Sebab, esai merupakan tulisan dalam satu rangkaian alur pengungkapan gagasan yang terstruktur. Bagian yang harus ada di sebuah esai adalah mulai dengan judul, kemudian nama penyusun, dan identitas penyusun. Setelah itu, langsung sambung di bawahnya berupa pendahuluan yang di dalamnya menggambarkan permasalahan (Ingat! Tidak perlu dibuat ke dalam bab terpisah).

Setelah selesai pendahuluan lanjut buat paragraf baru di bawahnya. Dari sini mulai isi dituliskan. Jika ada sub judul tulis dahulu di atasnya sebagai judul pembahasan per paragrafnya, begitu seterusnya.

Setelah selesai menuliskan isi, tulisan esai akan di tutup dengan pargraf  baru untuk penutup. Penutup berisi tulisan berupa penegasan gagasan penulis yang disampaikan. Bagian penutup ini juga menjadi kesimpulan akhir atasi isi atas keseluruhan pembahasan dalam esai.

 

Berikut struktur penulisan esai

 

Judul (yang singkat tapi harus sesuai isi)

Disusun Oleh: (tuliskan nama pengarang/penulis)

Identitas: (Tulis identitas singkat, misal Mahasiswa Universitas Indonesia…)

 

  1. Pendahuluan

(Sebagai pembuka isi esai sekaligus pemaparan awal alasan-alasan mengeneai gagasan tersebut dibuat)

  1. Pembahasan (jika banyak sub judul pembahasan, tulis setiap sub judul di atas setiap awal paragrafnya). Contoh:

…(Sub judul pembahasan 1)

(Utarakan pembahasan berupa argumen penulis, buat menjadi beberapa alinea sesuai kebutuhan)

 

…(Sub judul pembahasan 2)

(Utarakan pembahasan berupa argumen penulis, buat menjadi beberapa alinea sesuai kebutuhan)

 

Begitu seterusnya hingga sub judul penutup.

 

  1. Penutup (bagian akhir esai)

Dapat berupa kesimpulan dari seluruh isi pembahasan; saran; ungkapan berupa harapan; peringatan yang mungkin perlu diwaspadai; atau hal lain yang bersifat menutup sebuah gagasan.

 

Penggunaan bahasa

Sudah tentu bahasa yang digunakan wajib Bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah kebahasaan. Bahasa yang sesuai dengan kaidah dimaksudkan supaya tidak ada penafsiran ganda. Kalaupun ada kalimat yang tidak baku seperti bahasa sehari-hari, daerah, dan bahasa asing kata per katanya harus di tulis miring. Lebih baiknya lagi tambahkan keterangan pada bahasa yang tidak baku tersebut, misal mengunakan tanda kurung.

 

Daftar Pustaka?

Sebagai bentuk tulisan yang termasuk ke dalam karya tulis ilmiah popular, daftar pustaka sangatlah perlu. Tetapi, tidak kaku juga seperti daftar pustaka makalah, skripsi, atau karya ilmiah murni lainnya.

Dalam esai daftar pustaka biasa ditulis dengan isitilah Bahan Bacaan. Sebagai contoh : Bahan Bacaan…. (diisi nama pengarang. tahun terbit. judul buku. kota terbitan buku: nama penertbit…. Jika bahan bacaan berupa Koran/majalah, unduh dari internet, dan lainnya wajib diisi seperti daftar pustaka biasa). Kalimat-kalimat yang dikutip/dipakai acuan dalam tulisan esai cukup diisi identitas pendek di akhir kalimat kutipan (nama, tahun:halaman yang dikutip).

Bahan bacaan penting untuk menandai kutipan-kutipan penyataan yang digunakan dalam sebuah esai.

 

Ini Dia Cara Cepat Mudah Membuat untuk Lomba

Pertama, pahami tema lomba. Setelah itu kumpulkan gagasan yang berkaitan dengan tema. Bisa hal yang pernah dialami penulis ataupun gagasan baru hasil pencarian. Kemudian carilah fakta-fakta sebagai penguat gagasan.

Jika gagasan beserta fakta-fakta pendukungnya sudah siap, jangan dulu mulai menulis. Buatlah terlebih dahulu kerangka tulisannya. Buat secara urut sesuai dengan urgensi pokok pembahasannya. Setelah itu, matangkan gagasan yang sudah ada tersebut. Kaji dan pertimbangkan dahulu, jika dirasa kurang pas bisa diperbaiki, dihapus, atau mengubahnya.  Hal ini bertujuan untuk membuat konsep tulisan yang benar-benar baik, selain itu runut dan logis.

Langkah terakhir, yaitu mulai menuliskan gagasan-gagasan ke dalam sebuah tulisan. Tulisannya tentu harus sesuai dengan EYD dan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Setelah selesai, baca dan amati tulisan secara menyeluruh. Apakah kaliamatnya sudah pas dan adakah kesalahan dalam penulisannya? Jika iya segera perbaiki. Sampai tahap ini tulisan sudah dikatakan tulisan yang sudah siap dilombakan.

 

Penulis: Andro Satrio SG