Hello scholarship hunter! Sudah seberapa jauhkah persiapanmu hari ini untuk mengikuti program beasiswa khususnya beasiswa untuk sekolah di dalam bahkan luar negeri? Jika kamu masih saja berleha-leha maka mulailah untuk mengejar targetmu tahun ini siapa tahu kamu bisa menjebol beasiswa untuk belajar di universitas impianmu dan mendapat gelar yang kamu inginkan. Namun, jika usahamu kali ini gagal janganlah mencoba untuk berputus asa karena masih banyak kesempatan yang bisa kamu dapatkan, do you agree?

WHY?

Mungkin kamu sudah terjerumus oleh godaan beasiswa yang seperti teman-temanmu bilang orang yang mendapat beasiswa itu berbeda dan spesial, beasiswa bisa memudahkanmu mendapat pekerjaan di perusahaan impianmu. But, the reality doesn’t say that. Ketika kamu ingin mengajukan beasiswa dalam atau luar negeri kamu sebaiknya ketahui dulu kepahitan dari memperoleh beasiswa tersebut, mungkin kamu bisa melakukan riset yang berbalik dengan yang biasa orang-orang lakukan.

Lost your direction easily. Karena saking sulitnya proses seleksi beasiswa, tidak sedikit orang yang akan langsung kehilangan arah karena gagal dalam proses seleksi beasiswa, harapan mereka pudar dan stuck in a half way seolah-olah tak ada yang bisa mereka lakukan karena semua usaha telah dipertaruhkan demi mendapat beasiswa, maka dari itu selalu bersiap-siaplah untuk kemungkinan terburuk terlebih dahulu sebelum kamu berharap lebih terhadap hasil.

Push you forcefully. Ketika kamu berhasil lolos seleksi beasiswa kamu akan mengibarkan bendera merahmu yang menandakan keberhasilanmu, namun ketika kamu telah menjalani pendidikan yang kamu dapat dari beasiswa, lalu kamu mengalami titik jenuh dimana kamu harus rela berkorban mati-matian untuk menjunjung nama kota atau negaramu, bisa jadi kamu akan merasa semuanya tidak sesuai dengan rencana dan targetmu. Alasan kamu ingin mendaftar program beasiswa khususnya dalam bidang pendidikan kamu pastinya sudah mempersiapkan target-target yang ingin kamu capai untuk kepuasan dirimu sendiri, namun kenyataannya berbalik dengan apa yang kamu prediksikan. Ketika kamu hidup dengan mengandalkan beasiswa dari pemerintah/swasta secara sadar kamupun ditunjuk sebagai kandidat yang harus mengabdi untuk kota atau negaramu dimana kamu tinggal tapi ditengah-tengah perjalanan, kamu hilang dan patah semangat karena merasa tidak mampu melakukannya, then…all have been useless. The question is “Are you ready?”

Drag you to be a victim. Kamu mungkin sudah tidak asing dengan modus penipuan yang mengatas namakan beasiswa dan bisa jadi kamu sempat menjadi salah satu korban penipuan tersebut. How was your feeling? Kesal dan menyebalkan bukan?! Untuk itulah kamu perlu menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai jenis beasiswa seperti apa yang mengandung modus penipuan, dan jika kamu ingin mendaftar beasiswa sebaiknya langsung datang ke kementerian pendidikan atau mengunjungi situs resmi dan akurat pemerintah maupun swasta yang menyediakan program beasiswa jika kamu ingin mencari lewat inernet. Jangan sampai kamu menjadi korban penipuan selanjutnya.

Biasanya ciri-ciri modus penipuan beasiswa adalah menghubungi lewat telepon tapi tidak mencantumkan nomor telepon di website maupun media lainnya, adanya klaim sponsorship dengan mengatas namakan sponsor-sponsor besar seperti Better Business Berau, perusahaan mereka masih baru dibangun, meminta informasi pribadi secara detail, menyamar sebagai organisasi nirlaba, menawarkan jaminan untuk menang, dan berbagai tindakan mencurigakan lainnya.

However, be smarter to choose the best one and careful to all easy possibilities.

Author: Tita Sr.